Indonesia adalah negara tropis yang hanya memiliki dua musim saja, panas dan hujan. Lantas mengapa bisa terjadi hujan es? Seperti yang kita ketahui bahwa Fenomena yang terbilang cukup unik ini sudah terjadi beberapa kali di Indonesia. pada Kamis (22/11) lalu, hujan es mengguyur Thamrin dan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, wilayah Magelang juga mengalami hal serupa. Bahkan, bukan sebatas hujan es saja, ada tempat tertentu yang bersalju dan dinginnya ekstrem. Kira-kira apa ya yang menjadi penyebabnya? Yuk, simak sama-sama penjelasannya dalam uraian berikut!

Butiran es [Sumber gambar]
Melansir detik.com, prakirawan BMKG menjelaskan bahwa hujan es bisa terjadi menjelang pergantian musim. Fenomena ini sama sekali tidak berbahaya dan merupakan hal yang alamiah. Dalam bahasa ilmiahnya, hujan es ini disebut juga hail. Di mana bola-bola es terbentuk melalui kondensasi uap air yang sangat dingin di atmosfer pada lapisan di atas titik beku (freezing level). Awan yang tingginya melewati titik beku ini mempunyai bagian atas yang suhunya lebih rendah dari nol derajat Celcius. Awan tersebutlah yang mempunyai kemungkinan membentuk butiran-butiran es yang nanti menjadi hujan.

Hujan es sendiri terbagi dalam tiga jenis. Seperti dilansir dari tirto.id dari laman Encyclopedia Britannica menyebutkan bahwa yaitu soft hail, small hail, hailstones. Jenis soft hail ini lebih mirip salju dan mudah sekali hancur. Sedangkan small hail hampir sama seperti jenis yang pertama, hanya saja kepingannya jauh lebih padat. Nah, hailstones ini disebut juga batu es. Diameternya bisa lebih besar dari 5 mm serta akan menimbulkan bunyi berisik saat menyentuh permukaan atap atau tanah.

Bermacam ukuran es [Sumber gambar]
Untuk di Indonesia sendiri, seperti yang sudah dijelaskan oleh pihak BMKG, datangnya hujan es bisa dilihat dari beberapa fenomena yang menjadi tanda-tanda sebelumnya. Di antaranya, malam dan siang hari sebelum terjadi hujan cuaca akan sangat gerah. Dimulai sekitar jam 10 pagi akan muncul awan cumulus (awan putih berlapis-lapis) yang bentuknya mirip seperti bunga kol. Setelahnya, awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu-abu atau hitam yang dikenal dengan awan cumulonimbus.

Fenomena hujan es [Sumber gambar]
Nah, Sahabat, seperti yang sudah dijelaskan di atas jika hujan ini adalah reaksi ilmiah dan tidak berbahaya. Peristiwa ini juga biasanya terjadi dalam waktu relative singkat dan jarang terjadi hujan es susulan di tempat yang sama. Namun, kamu tetap harus waspada dan berlindung ke dalam ruangan jika kebetulan hujan terjadi saat kamu sedang di tempat terbuka.

BACA JUGA: Inilah 5 Daerah Indonesia yang Pernah Mengalami Hujan Es, Kok Bisa ya?

Meskipun tak berbahaya, hujan es dalam skala besar bisa merusak tanaman (lahan pertanian), rumah, mobil, atau bahkan barang-barang yang lain. So, tetap waspada ya, Sahabat!