in

Harga Teman, Fenomena yang Bikin Banyak Bisnis Bubar karena Persahabatan

Punya teman yang memiliki usaha atau keahlian tertentu pasti sangat bermanfaat buat kita. Istilahnya tuh, simbiosis mutualisme. Misalnya ada teman kita yang punya usaha butik, sablon, kafe, atau teman yang sudah membuka bengkel. Ada juga teman yang punya keahlian khusus seperti penerjemah, graphic designer, maupun teman yang gemar menulis dan tulisannya sudah dimuat di mana-mana.

Manfaatnya bagi kita ya bisa menggunakan jasa teman sendiri saat membutuhkan produk atau jasa tertentu. Tapi karena teman sendiri, biasa kita akan bilang, “Pakai harga temen, ya,” sambil nyengir-nyengir kuda. Tahukah kita bahwa di balik jawaban ‘iya’ yang banyak dilontarkan, banyak tersimpan kekecewaan bahkan kerugian?  Nah, biar sama-sama menguntungkan, coba deh renungi beberapa hal tentang fenomena ‘harga teman’ ini.

1. Walaupun Teman, Dia Juga Sedang Cari Nafkah

Harga teman [image source]
Walaupun namanya teman, tapi usaha atau jasa itu mereka gunakan untuk mencari nafkah. Dan hal itu dilakukan untuk menyambung hidup yang kadang bukan cuma untuk dia dan keluarga sendiri, tapi juga demi kesejahteraan karyawannya. Kalau kita membayar mereka dengan minta ‘harga teman’ yang kalau diterjemahkan itu artinya ‘lebih murah dari harga standar’, kebayang nggak lubang kerugian mana aja yang mesti dia tutupi? Kalau 8 dari 10 temannya minta harga teman, bulan depan bisa-bisa gulung tikar usahanya. Jangan biarkan harga teman membuat nafkah mereka jadi bagai bersedekah pada kita. Friend is friend, business is business, my friend…

2. Harga Teman? Ya Bayar Sesuai Harga Aslinya, Dong

Teman itu nggak nawar, apalagi minta diskon [image source]
Etisnya, sama-sama untung itu adalah dia bantuin kita dan kita mensukseskan bisnisnya. Minimal bayar dengan harga standard yang sudah ditentukan, atau ebih baiknya kalau kita bersedia membayarnya lebih tinggi dari harga standar. Tentu itu sangat membantu sekali buat mereka. Misal nih, “Minta tolong bikinin dong. Yang penting kualitasnya bagus, saya bayar lebih dikit gapapa deh. Gimana?” Yang seperti ini akan bikin teman kita termotivasi daripada, “Skillmu oke nih, bisa bikinin saya yang bagus dong? Tapi harga teman yah?”

3. Agar Tidak Menurunkan Harga Pasar

Jangan sampai pengen hemat tapi merusak harga pasaran teman [image source]
Tau nggak sih kalau harga teman itu bisa saja mengancam harga pasar? Lho kok bisa sampe heboh gitu ke harga pasar segala? Ya bisa saja. Itu adalah efek domino, di mana kita sudah membeli dan memakai jasa teman pakai ‘harga teman’, lantas harga yang kita gunakan tersebut ternyata menyebar ke orang banyak. Orang akan berpikir kalau kisaran harganya seperti kamu memakai ‘harga teman’. Wah, nggak kebayang deh gimana ruginya bisnis si teman ini karena rusak pasarannya.

4. Lebih Menghargai Kerja Keras Teman

Demi usahanya sukses, mereka juga belajar dulu. Bukan sulap [image source]
Semua orang merintis bisnis dengan usaha, belajar dan kerja keras. Mereka pernah bayar mahal untuk mengembangkan skillnya, harus memikirkan konsep yang bagus agar hasilnya memuaskan semua kliennya, termasuk kita. Hal itu juga mereka lakukan sebagai investasi jangka panjang agar reputasinya selalu oke. Kalau kita nggak paham proses dibaliknya, di mana saat memikirkan konsep itu bikin kepala mereka panas, kurang-kurangin deh jadi klien yang banyak maunya dikit bayarnya. Misalnya jasa desain dan IT, itu bukan pekerjaan mudah yang bisa satu jam jadi dan sudah punya standard harganya sendiri-sendiri. Kalau masih bisa komentar, “Kok di sebelah harganya lebih miring?” Ya, berarti pakai aja jasa di sebelah. Beres kan?

Pelanggan adalah raja, tapi raja nggak pernah nawar. Begitupula yang namanya teman, sebaiknya jangan sadis-sadis kalau nego atau minta diskon. Biar mereka sendiri yang memutuskan akan memberi kita harga teman atau tidak. Karena arti sebenarnya ‘harga teman’ itu kita bersedia membayar mahal atas kerja keras teman kita sendiri sebagai bentuk penghargaan kita kepada mereka.

Written by Arief Hakim

Leave a Reply

Riwayat Mat Depok, Jawara Tanah Baru yang Ulahnya Bikin Penjajah Resah

Phoolan Devi, Ratu Bandit India Pembela Hak Rakyat Kecil yang Disegani