in

Sangarnya ‘Terowongan Tikus’ yang Jadi Rahasia Kemenangan Vietnam Saat Bertempur dengan AS

Kisah Perang Vietnam yang melibatkan tentara Nort Vietnamese Army (NVA) atau biasa disebut Vietcong yang melawan tentara Amerika Serikat, dahulu memang dikenal sangat terkenal karena masing-masing menggunakan taktik untuk saling mengalahkan. Uniknya, tentara AS yang didukung persenjataan modern, nyatanya kalah telak di tangan Vietcong.

Apa sebab? Pasukan Vietcong ternyata menggunakan taktik perang gerilya yang sangat merepotkan tentara AS saat itu. Salah satunya dengan menggunakan terowongan Cu Chi yang dibangun sedemikian rupa. Sebagai tempat persembunyian sekaligus taktik perang, keberadaannya pun sukses membuat pasukan AS frustasi hingga akhirnya menelan kekalahan.

Terowongan rumit yang juga digunakan oleh masyarakat sipil

Awalnya, Terowongan Cu Chi dibangun selama pendudukan tentara Prancis di era kolonial pada tahun 1940-an. Memakan waktu selama 25 tahun, para pejuang Vietnam bekerja keras menggali terowongan. Hal ini dilakukan sebagai taktik untuk berhubungan dari satu desa ke wilayah lainnya, sekaligus menghindari patroli tentara Prancis yang rutin dilakukan.

https://youtu.be/RTHB0Oj7yYc

Tak hanya digunakan para gerilyawan Vietcong, Terowongan Cu Chi juga menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat sipil untuk berlindung. Tak heran jika di dalamnya terdapat fasilitas seperti rumah sakit, dapur, kamar tidur, ruang pertemuan, dan gudang penyimpanan senjata.

Digunakan untuk berlindung dari patroli dan serangan bom pasukan AS

Manfaat Terowongan Cu Chi baru terasa saat perang Vietnam pecah antara pihak North Vietnamese Army (NVA) dengan pasukan AS. Sesuai namanya, lokasi terowongan ini berada di distrik Cu Chi yang sepenuhnya dikontrol oleh tentara Vietnam Utara alias Vietcong. AS yang dipersenjatai dengan alutsista modern, kerap kewalahan saat mengatasi perlawanan dari terowongan tersebut.

Salah satu ujung dari terowongan yang ditemukan pasukan AS [sumber gambar]
Mulai pemboman menggunakan artileri hingga lewat udara, nyatanya tak memberi pengaruh sama sekali. Sebaliknya, tentara Vietnam Utara berlindung di dalam terowongan dan menunggu hingga bombardir selesai. Mereka hanya keluar saat malam tiba untuk mencari pasokan makanan maupun menyerbu pasukan AS secara tiba-tiba.

Lubang sempit yang akhirnya menjadi ‘neraka’ bagi pasukan AS

Tak menyerah, AS pun mengerahkan satuan ‘tikus’ yang hanya bersenjatakan pistol, pisau dan senter untuk masuk ke dalam lubang. Banyaknya jebakan yang ada, membuat prajurit-prajurit itu malah tewas sia-sia di sana. Ruangan yang sempit tidak memungkinkan bagi mereka untuk mundur kembali. Itu artinya, pasukan tersebut harus mencari jalan keluar lain ketika telah masuk ke dalam terowongan Cu Chi.

Salah seorang prajurit AS yang berada di pintu masuk terowongan [sumber gambar]

Cara yang semula dianggap efektif itu, akhirnya malah menjadi bumerang dan masalah baru bagi pasukan AS. Banyak dari prajurit yang ditugaskan tidak kembali alias meregang nyawa di dalam terowongan. Rasa frustasi pun menghinggapi mereka hingga akhir perang. Di mana tentara Paman Sam harus pulang dengan menanggung malu lantaran kalah dalam pertempuran.

BACA JUGA: Inilah Viet Cong, Pasukan Mematikan yang Pernah Mengobrak-abrik Tentara Amerika

Keberadaan terowongan Cu Chi yang penuh dengan kelam perang Vietnam masih bisa disaksikan hingga saat ini. Bukan lagi sebagai tempat berlindung dari serangan musuh, tapi menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan. Tak sekedar menikmati tur yang ada, tapi juga merayakan dalam hati betapa hebatnya tentara Vietnam di masa itu.

Written by Dany

Menyukai dunia teknologi dan fenomena kultur digital pada masyarakat modern. Seorang SEO enthusiast, mendalami dunia blogging dan digital marketing. Hobi di bidang desain grafis dan membaca buku.

Leave a Reply

Tembok Ratapan, Sisa Kerajaan Nabi Sulaiman yang Runtuh dan Kini Diagungkan Umat Yahudi

Nostalgia Tayangan-tayangan Indosiar yang Bikin Ogah Beranjak dari Tempat Duduk