Pasca menelan dua kekalahan besar saat melawan Malaysia dan Thailand di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022, pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy menjadi sorotan banyak pihak. Bahkan, Suporter Tim Garuda pun meluapkan kekecewaannya dengan meneriakkan ‘Simon out’ alias meminta dirinya untuk mundur dari kursi pelatih. Jelas, hal ini pun menjadi pekerjaan rumah bagi Indonesia dan Simon sendiri.

Tak banyak yang tahu, Simon ternyata telah menggeluti profesi sebagai pelatih sepak bola di usia yang tergolong masih muda. Jika lazimnya seorang coach diambil dari mantan pesepakbola yang telah pensiun, pria asal Skotlandia ini justru sebaliknya. Bahkan, ia telah menjadi seorang pelatih selepas lulus dari bangku kuliah. Luar biasa memang. Penasaran nih, kira-kira seperti apa ya rekam jejak dari seorang Simon McMenemy?

Sarjana olahraga yang serius berkecimpung di dunia kepelatihan

Sebelum terjun di dunia kepelatihan, McMenemy merupakan seorang lulusan sarjana Ilmu Olahraga (sport studies) De Montford University, Inggris. Karirnya sebagai pelatih dimulai dari klub Hayward Heath FC, yang merupakan peserta liga lokal di wilayah Sussex, Inggris dengan nama Sussex County Football League. Tak hanya itu, Simon juga pernah menjadi asisten pelatih dari tim non-Liga Inggris, Worthing F.C.

Sosok pelatih yang merupakan sarjana olahraga [sumber gambar]

Pria kelahiran Haywards Heath, Skotlandia, pada Selasa, 6 Desember 1977, termasuk sosok pelatih yang berusia sangat muda. Tidak seperti kebanyakan coach yang memulai karir sebagai pesepakbola sebelum menjadi pelatih, Simon justru mengawalinya setelah menyelesaikan studinya di bidang olahraga. Di usianya yang ke-33 tahun, Simon bahkan telah dipercaya untuk menukangi Timnas Filipina di ajang AFF 2010.

Menjadi pelatih timnas dan berbagai klub di usia muda

Torehannya di skuad berjuluk Azkals tersebut tidak terlalu mengecewakan. Dipandang sebagai tim gurem, Simon justru berhasil mengantar Filipina hingga menembus semifinal Piala AFF 2010. Momen itu pula yang membuat dirinya mengenal sepak bola Indonesia. Mitra Kukar pun menjadi klub Indonesia pertama yang dilatihnya setelah tak lagi bersama Timnas Filipina pada 2011. Sayang, keberadaan Simon bersama Barisan Kukar Naga Mekes tak lama karena kontraknya diputus pada 2012.

Sempat melatih beberapa klub di Indonesia [sumber gambar]

Bukan apa-apa, pelatih muda asal Skotlandia itu dianggap tak bisa mengangkat prestasi Mitra Kukar sesuai ekspetasi. Lepas dari sana, ia pun kembali menjadi pelatih bagi klub Pelita Bandung Raya, yang sekarang menjadi Madura United pada 2013. Di tahun 2014 hingga 2016, Simon juga tercatat pernah melatih klub New Radiant (Maladewa), dan Loyola Meralco Sparks (Filipina). Klub Bhayangkara FC juga pernah merasakan racikan formasinya pada musim 2016-2018.

Pemegang lisensi FIFA yang kini sosoknya jadi sorotan di Indonesia

Lepas dari Bhayangkara FC, Simon kemudian dipercaya untuk menukangi Timnas Indonesia. Sebagai pelatih yang memegang lisensi Pro UEFA, ia kerap mengutak-atik pola permainan selama melatih sebuah tim. Hal ini terlihat pada pertandingan melawan Thailand, di mana dirinya menggunakan skema 4-2-3-1 dan menerapkan rotasi di beberapa posisi starting eleven tim Garuda.

Dipercaya melatih Timnas Indonesia [sumber gambar]

Sayang, keberuntungan rupanya belum menaungi sang sarjana olahraga tersebut. Bermain di depan publik sendiri, Indonesia ditekuk dengan skor telak 3-0 tanpa balas. Hasil ini semakin memperburuk performa Tim Garuda sebelumnya yang juga takluk dari Malaysia dengan hasil akhir 2-3. Alhasil, Suporter Timnas Indonesia pun meluapkan kekecewaannya dengan meneriakkan ‘Simon out’ agar dirinya segera angkat kaki. Jelas, ini adalah sinyal bahaya bagi masa depan Simon sebagai pelatih Timnas.

BACA JUGA: Kembali Dikalahkan Thailand, Inilah yang Jadi Sebab Permainan Timnas Indonesia Berantakan

Jika melihat rekam jejaknya yang panjang sebagai seorang pelatih, hal tersebut seharusnya telah memberikan banyak pengalaman bagi seorang Simon McMenemy di dunia sepakbola. Terutama iklim pertandingan di wilayah Asia Tenggara seperti Indonesia. Dikontrak dengan durasi dua tahun, kita tunggu saja kiprahnya bersama Tim Garuda ke depan.