Kepergian Dionisius Prasetyo atau kita kenal dengan nama panggung Didi Kempot meninggalkan luka tersendiri di hati para penggemar. Netizen mengenang sosok Didi Kempot tak hanya sebagai Godfather of Broken Hearts saja, tetapi juga musisi yang melestarikan budaya melalui lagu-lagu bahasa Jawanya.

Kalau kata netizen, Didi Kempot punya dunianya sendiri dalam bermusik. Bahkan, orang yang tak paham bahasa Jawa saja bisa patah hati dan jatuh cinta saat mendengar lagu-lagunya. Namun, di balik itu semua mungkin ada banyak hal yang tak kemu ketahui seputar kehidupan karier Didi Kempot. Simak dalam ulasan di bawah ini ya!

Asal nama ‘Kempot’ dan karier dalam dunia musik

Mewarisi darah seniman dari sang ayah, perjuangan bermusik Didi Kempot cukup berliku dan panjang. Hingga ia meninggal dunia, genap sudah 30 tahun ia berkarier dalam dunia musik dan menciptakan ratusan lagu. Bahkan, jejak kariernya ia sematkan sendiri dalam nama panggungnya ‘Kempot’.

Didi Kempot [sumber gambar]
Kempot ini adalah singkatan dari Kelompok Pengamen Trotoar, karena Didi memang mengawali karier sebagai pengamen di jalanan Surakarta yang kemudian hijrah ke ibu kota Jakarta. Selama berkarier ternyata jalannya juga tak mulus-mulus banget. Dalam wawancara Ngobam bersama Gofar Hilman, Didi mengaku bahwa ia pernah menjual motornya untuk membuat album lagu.

Tentang pengalaman ngamen, pernah suatu ketika di tahun 1987an Didi mencari receh di sebuah bis. Seperti biasa, ia menyanyi beberapa lagu kemudian menarik uang seikhlasnya dari penumpang. Ketika itu ia cukup kaget karena ada yang memberi Rp 10 ribuan. Tanpa pikir panjang Didi pun menarik uang tersebut, tapi si pemberi nampaknya tidak begitu saja melepasnya. Penasaran, sang musisi pun menengok lebih jelas wajah pemberi uang yang bertopi itu. Siapa sangka jika orang tersebut adalah Mamiek Prakoso, kakaknya sendiri.

Tak terlalu suka menjadi komentator di televisi

Komentator yang dimaksud di sini adalah judge atau juri dalam berbagai acara pencarian bakat. Masih dalam wawancara Ngobam bersama Gofar Hilman, Didi mengatakan kalau dirinya tidak terlalu suka menjadi juri atau komentator di acara musik.

Hal tersebut pernah terjadi saat dirinya diminta oleh stasiun televisi menjadi bintang tamu sekaligus juri untuk salah satu program pencarian bakat dangdut. Yang tadinya direncanakan berlangsung selama satu bulan hanya disanggupi oleh Didi selama sekali tampil saja.

Makna belangkon dan beskap dalam hidup seorang Didi Kempot

Yes, ini adalah ciri khas dari seorang Didi Kempot. Ia adalah role model dan potret dari seorang musisi yang melestarikan budaya Jawa melalui setiap penampilannya di panggung. Selain lagunya yang berbahasa Jawa, Didi Kempot juga selalu memakai belangkon dan beskap saat tampil –bahkan di stasiun televisi.

Didi Kempot [sumber gambar]
Didi Kempot mengaku kalau belangkon dan beskap Jawa adalah wujud kekayaan budaya Indonesia dan ia bangga ketika mengenakannya. Gaya Didi Kempot ini mungkin akan menjadi hal yang dikenang oleh netizen sepanjang masa.

Menjadi mualaf dan dikenal sebagai orang yang religius

Didi Kempot dikenal sebagai orang yang religius. Sebelumnya, Didi Kempot adalah penganut agama Kristen seperti sang ibu. Nama Dionisius pun diambil dari nama orang suci Santo Gereja. Setelah menikah dengan Yan Vellia pada 1997, Didi memutuskan untuk menjadi mualaf, ia juga terus mempelajari banyak tentang Islam.

Belum lama ini, Didi Kempot pernah menggelar konser amal serta menciptakan satu lagu Islami yang pernah ia lantunkan berjudul Islam Nusantara. Dari postingan Gus Miftah, ternyata Didi Kempot juga sering berkunjung ke pondok untuk mengaji bersama di Pesantren Ora Aji.

Rencana-rencana Didi Kempot yang belum terlaksana

Meski telah pergi selamanya, semua kebaikan Didi Kempot abadi dalam hati orang yang dikenalnya. Ada beberapa hal yang belum sempat ia wujudkan meski sudah direncanakan sejak lama. Tanggal 14 November mendatang, rencananya Didi akan menggelar konser tunggal bertajuk Ambyar Tak Jogeti di GBK.

Konser Didi Kempot mendatang [sumber gambar]
Namun, hal ini tampaknya hanya tinggal rencana saja dan tak akan terealisasi (kecuali kalau ada konser tribute to Didi Kempot). Selain itu, Didi Kempot juga merencanakan berduet dengan Habib Syech untuk lagu religi. Didi Kempot juga ingin melakukan ziarah ke makam Wali Songo serta membawa keluarganya ke Tanah Suci Makkah.

BACA JUGA: Kisah Didi Kempot dan Mamiek Prakoso Bawakan Seni Jawa hingga Berhasil Taklukkan Ibu kota

Indonesia akan kehilangan salah satu maestro musik yang dedikasinya tak terbantahkan. Entah siapa setelah ini yang akan jadi penggantimu Pakde. Karya-karyamu akan kami kenang selalu, dan semoga engkau tenang di atas sama bersama kakak dan para pendahulumu yang lebih dulu pergi. Rest in Peace!