Beberapa waktu lalu secara mengejutkan Timnas Palestina ikut bermain di Asian Games 2018. Kendati tidak merebut gelar juara, namun kiprahnya tidaklah bisa di padang sebelah mata. Selain mengalahkan Indonesia mereka juga mampu lolos ke babak 16 besar ajang tersebut. Kemunculan negara tersebut mungkin akan menimbulkan pertanyaan untuk kita, bagaimana bisa negara dilanda perang bisa tetap bermain sepak bola?

Nah, untuk menjawab suara-suara hatimu tersebut Boombastis.com sudah merangkum beberapa fakta tentang sepak bola negara tersebut. Dan sedikit bocoran saja nih, beberapa tahun ini Timnas Palestina menggeliat dengan beberapa kali menciptakan rekor. Dari pada terus penasaran, yuk simak ulasan berikut untuk melihat dengan jelas bagaimana sepak bola di sana bisa terus mengelinding. yohhh

Sempat mengambil pemain dari Amerika Latin untuk mengisi skuad Palestina

Tim Palestina dengan beberapa pemain keturunan [Sumber Gambar]
Kurangnya sumber daya manusia memanglah sempat membuat sepak bola Palestina terancam eksistensinya. Namun berkat sebuah komunitas negara tersebut di Amarika Latin permasalahan tersebut dapat teratasi. Seperti halnya melakukan naturalisasi mereka mengambil sejumlah pemain dari tempat tersebut untuk mengisi squad Timnas berjuluk The Self-Sacrificing itu. Mengutip laman Footballtribe, ketika era 2000-an isi squad Tim Palestina berisikan banyak pemain asal Chile. Seperti Edgardo Abdala, Pablo Abdala, Francisco Atura, Roberto Bishara, Hernan Madrid. Bila dilihat di Asian Games pemain dari sana jauh lebih berkurang jumlahnya.

Palestina memiliki dua kompetetisi tertinggi di negaranya

Atmosfer Kompetisi Palestina [Sumber Gambar]
Sebagai negara yang dilanda perang berkepanjangan memang tidak mudah untuk Palestina menciptakan kompetisi layaknya beberapa negara yang memiliki beberapa tingkatan. Namun, walaupun sulit, negara tersebut tetap mencoba menciptakan sebuah kompetisi untuk sepak bola Palestina lebih baik. Seperti yang ditulis oleh laman Indosport, negera Asia Timur Tengah ini mempunyai dua kompetisi teratas yakni West Bank Premier League divisi satu sedangkan duanya bernama Gaza Strip First League. Dalam perjalanannya kejuaraan sepakbola disana banyak disebut sebagai Liga Tepi Barat dan baru menggenggam status profesional tahun 2010 lalu.

Baru tahu 2008 memiliki stadion nasional yang dibanggakan

Aksi sujud di Palestina Stadium [Sumber Gambar]
Bila menilik sejarahnya Palestina bukanlah anak baru kemarin di jagad sepak bola dunia. Kendati baru diresmikan menjadi anggota FIFA tahun 1998, namun jauh sebelum tepatnya 1928 induk tertinggi yang membidangi olahraga tersebut sudah terbentuk. Namun, baru tahun 2008 memiliki stadion yang layak untuk menggelar pertandingan kandang. Mengkutip laman Kumparan gelanggang olahraga yang mereka miliki adalah hadiah dari program FIFA’s gol. Stadion Oday Dabbagh dan kawan-kawan tersebut memiliki kapasitas 12.500 penonton dan terletak di daerah Tepi barat tepat di wiliyah Al-Ram.

Memiliki peringkat FIFA jauh lebih baik dari Indonesia

Pemain Palestina [Sumber Gambar]
Kendati geliatnya tidak banyak terekspose, namun bila dibandingkan dengan Indonesia rupanya negara ini memiliki peringkat FIFA jauh lebih hebat lo sahabat Boombastis. Melihat rilisan peringkat negara dunia versi bulan Maret 2018, Palestina menduduki peringkat 73. Sedangkan Indonesia menduduki peringkat ratusan. Namun bila dikerucutkan hanya negara kawasan Asia, negara yang identik warna hijau ini menduduki posisi delapan. Luar biasa bukan? Melihat perkembangannya sekarang jangan heran ke depan negara ini jauh lebih hebat lagi.

Terus menggeliat lewat beberapa torehan prestasi

Meraih gelar juara AFC Challenge 2014 [Sumber Gambar]
Meski di Asian Games 2018 hanya berhasil mencapai babak 16 besar saja. Bukan berarti kalian bisa menganggap remeh Palestina lho sobat. Lewat sepak bolanya perlahan-perlahan menggeliat sejumlah trofi di kejuaraan Asia berhasil direngkuhnya. Dimulai menjadi Juara AFC Challenge 2014, lalu berhasil lolos pertama kali ke ajang Piala Asia 2015. Bahkan ketika Timnas Indonesia gagal ke Piala Asia 2019, Palestina sukses mengunci satu tempat di kejuaraan akbar sepak bola Benua Kuning tersebut. Hasil tersebut adalah buah dari penampilan luar biasa di babak kualifikasi grup D.

Apa yang ada di sepak bola Palestina memanglah bukan terbaik. Namun geliat positif yang mereka tunjukkan adalah sedikit bukti bila negara ini memiliki potensi besar untuk menjadi terbaik di Asia. Besar harapan lewat sepak bola Palestina akan banyak orang bisa lepas dari jerat peperangan.