Banyak cerita miris soal perilaku penyimpangan di Indonesia. Salah satunya datang dari pelaku kejahatan berupa pedofilia. Mereka yang kerap menyasar anak di bawah umur sebagai obyek pelampiasan, tak jarang juga melakukan kekerasan bahkan berujung pada pembunuhan. Pendek kata, mereka adalah pembunuh kejam yang berwajah seolah tak melakukan dosa.

Untuk kejahatan pedofilia, ada sebuah nama legendaris yang bakal diingat sampai kapanpun. Dia adalah Robot Gedek. Seorang psikopat pedofil yang sempat menghebohkan Indonesia pada 1996 silam. Banyak anak-anak yang menjadi korban di tangannya. Tak heran, kejadian tersebut sempat bikin was-was para orang tua terhadap keselamatan anaknya.

Sosok kejam yang meneror anak-anak di bawah umur

Incar anak-anak yang masih lugu [sumber gambar]
Tahun 1996 seolah menjadi era kelabu bagi Indonesia. Bagaimana tidak, seorang pria tua bernama Siswanto alias Robot Gedek, tiba-tiba muncul menjadi buah bibir lantaran melakukan aksi yang terbilang keji. Ia membantai anak di bawah umur dengan cara memutilasi badan korbannya. Sebelumnya, ia menyodomi bocah-bocah ingusan tersebut untuk memuaskan nafsunya.

Potongan tubuh yang dibuang di tempat berbeda

Ilustrasi bocah korban robot gedek dimutilasi [sumber gambar]
Untuk menghilangkan jejak, Robot Gedek membuang potongan tubuh korbannya di beberapa tempat yang berbeda. Kawasan terpisah yang dipilih yakni daerah Pondok Kopi, Jakarta Timur dan sekitar rawa-rawa bekas Bandara Kemayoran, Jakarta Pusat. Aksinya terbilang sadis. Pria tuna wisma dan buta huruf ini memotong dan menyayat tubuh korbannya menjadi serpihan-serpihan daging agar tak mudah dikenali. Kelak, dari penemuan mayat inilah namanya mulai terkuak sebagai pembunuh sadis di Indonesia.

Mengaku tak sadar dengan perbuatan yang dilakukan

Mengaku tak sadar saat melakukan mutilasi [sumber gambar]
Total dari 12 korban kejahatan Robot Gedek, hanya ada 8 jenazah yang berhasil ditemukan. Di antaranya adalah dua korban yang bernama Rio dan Wisnu. Keduanya merupakan korban sodomi dan mutilasi yang potongan tubuhnya ditemukan di semak-semak Bandara Kemayoran. Robot Gedek yang sempat kabur ke Jawa Tengah, akhirnya berhasil ditangkap Polisi pada 27 Juli 1996. Ia bahkan mengaku tak sadar jika telah melakukan pembunuhan. “Dalam bayangan saya, yang saya bunuh itu adalah ayam,” ungkapnya waktu itu seperti yang dilansir dari merdeka.com.

Hukuman mati menyudahi perjalanan hidup Robot Gedek

Ilustrasi Robot gedek divonis hukuman mati [sumber gambar]
Atas perbuatannya itu, Robot Gedek alias Siswanto dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan. Meski telah melakukan pembelaan, kekejaman yang pernah dilakukannya seolah tak bakalan terampuni begitu saja. Ia pun harus mendekam sementara waktu di LP Nusakambangan, Cilacap, sembari menunggu detik-detik eksekusi mencabut nyawanya. Namun sayang, kematian lain ternyata mendahului vonis yang jatuh padanya. Robot Gedek diketahui meninggal di dalam lapas pada 26 Maret 2007 karena serangan jantung.

Sadis memang ya Sahabat Boombastis. Teror yang terjadi pada era 90-an tersebut, membuat para orang tua was-was. Termasuk anak-anak. Bagi kalian yang hidup pada zaman itu, pasti pernah mendengar nama Robot Gedek ini. Sosok predator anak yang tak segan memutilasi korbannya.