Heboh berita kandasnya hubungan artis Luna Maya dan sang kekasih, Reino Barack, ternyata menjadi perdebatan hangat di kalangan netizen. Menjalani hubungan selama lima tahun, tidak menjadi jaminan bagi keduanya untuk langgeng ke jenjang berikutnya. Di sisi lain, Reino Barack ternyata bukanlah sosok sembarangan.

Ia merupakan Wakil Presiden Senior di Global Mediacom. Salah satu perusahaan media yang dipimpin oleh salah satu konglomerat Indonesia, Hary Tanosoedibjo. Dengan latar belakang pendidikan dan pekerjaan yang memadai, tak salah bisa Reino menjadi seorang pria dengan sejuta daya tarik bagi wanita. Siapakah sosok sebenarnya? Simak Ulasan berikut.

Lahir dari keluarga yang kaya raya

Menyukai anime dan tokusatsu [sumber gambar]
Reino merupakan putra dari Rosano Barack, seorang usahawan sekaligus Presiden Komisaris Global Mediacom yang berdarah Jepang-Indonesia. Sang ibu yang asli dari Negeri Sakura, membuat Reino sangat fasih berbahasa Jepang. Tak salah bila pria 34 tahun ini, begitu mencintai serial dan action figure anime dan tokusatsu seperti Kamen Rider dan Ultraman. Kebiasaannya itu pun akhirnya berlanjut pada profesinya di masa mendatang. Di mana Reino sukses menciptakan tokusastsu asli Indonesia yang bernama Bima Satria Garuda.

Lulusan universitas ternama di luar negeri

Reino Barack lulusan universitas luar negeri [sumber gambar]
Reino Barack merupakan lulusan di bidang International Finance dan International Economics, American University di Paris, Perancis, pada 2007. Dilansir dari wawancaranya dengan Aria Wicaksana pada laman kompasiana.com, pria berdarah Jepang ini pernah bersekolah di Al-Azhar pusat, Jakarta. Karir pertamanya dimulai dengan menjadi equity officer di Merrill Lynch, Tokyo, Jepang. Di Negeri Sakura itulah, kakek dan neneknya dari sang ibu tinggal.

Geluti profesi sebagai eksekutif muda

tekuni profesi sebagai eksekutif muda [sumber gambar]
Tak salah jika Reino banyak digilai oleh banyak wanita di luar sana. Profesinya sebagai eksekutif di usia yang masih  muda, menjadi salah satu penyebabnya. Pria kelahiran Jakarta 21 Juni 1984 itu, bergabung ke dalam jajaran manajemen PT Global Mediacom Tbk sebagai Business Development Manager dan Corporate Finance pada November 2008. Perusahaan media tersebut merupakan bagian dari MNC Group. Di sinilah dirinya mulai merintis jenis tayangan kartun yang cocok untuk market anak-anak di Indonesia. Meski sempat jatuh bangun dan kartun yang ia buat tak laku di pasaran, perlahan Reino mulai bangkit dengan ide-ide segarnya.

Berangkat ke Jepang demi mencari inspirasi bisnis

Mencari inspirasi bisnis hingga ke Jepang [sumber gambar]
Demi merealisasikan mimpinya, Reino Barack memutuskan berangkat ke Jepang untuk mempelajari model bisnis yang cocok diterapkan di Indonesia. Ia akhirnya mendekati Ishimori Pro, perusahaan yang berpengalaman selama 75 tahun memproduksi serial Animasi dan Tokusatsu seperti Kamen Rider Black (Ksatria Baja Hitam). Tak hanya itu, ia juga datang ke perusahaan mainan terbesar di dunia yang bermarkas di Jepang, Namco Bandai Holdings Inc. Setelah mendapatkan dukungan dari Ishimori Pro dan sejumlah kerjasama dengan perusahaan lain pada 2011, Reino mulai riset untuk membuat karakter superhero pertamanya, Bima Satria Garuda.

Jadi tokoh sukses di balik tayangan serial Bima Satria Garuda

sukses ciptakan Bima Satria Garuda [sumber gambar]
Impian Reino menyajikan tayangan kartun anak di Indonesia pun terwujud lewat Bima Satria Garuda. Tampil perdana pada 30 Juni 2013, serial superhero Jepang dengan citarasa lokal itu sukses di pasaran. Meski pada awalnya ditentang oleh Direksi MNC karena anggaran pembuatannya yang besar, toh Reino tetap optimis dengan pilihannya. Berkat Bima Satria Garuda pula, dirinya menangguk sukses berkat model bisnis licensing yang ia terapkan. Di mana saat itu Reino bekerjasama dengan Suzuki untuk memasarkan model motor Satria FU 150. Christian Loho sebagai pemeran Bima, turut menjadi bintang iklannya.

Filosofi hidup seorang Reino Barack

Filosofi hidup seorang Reino Barack [sumber gambar]
Didikan ala Jepang semenjak kecil, membuat Reino memiliki mindset yang kuat. Terutama pada sudut pandang kehidupan dan bisnis. Sebagai eksekutif muda, ia telah banyak berjasa pada perkembangan dunia superhero di Indonesia. Pesan khusus dari sang ayah pun, begitu lekat mempengaruhi kehidupannya.

Ayah saya selalu mengingatkan, manusia dalam bahasa Jepang dibacanya “hito”, digambarkan dalam bentuk kanji yang saling menopang, dan tidak bisa berdiri sendiri. Maka dari itu, jadilah manusia yang berguna untuk orang lain. Kalau di dunia cuma mau untung terus, iya mungkin ada yang bisa bayar. Tapi apa di akhirat demikian? Setidaknya saya sudah berkontribusi,” tutupnya yang dilansir dari wawancara Aria Wicaksana dan dimuat pada kompasiana.com.

Bukan hanya mengandalkan pendidikan tinggi dan koneksi keluarga semata, kesuksesan Reino Barack juga datang dari mindset dan kerja keras yang dilakukannya. Hal ini bisa menjadi sebuah contoh bagi kita. Khususnya bagi anak-anak muda. Apapun yang kita kerjakan meski terlihat kecil dan sepele, percayalah pada suatu saat nanti akan tumbuh menjadi hal yang besar. Semangat ya Sahabat Boombastis!