Di zaman Presiden Soekarno, Indonesia pernah menjadi macan Asia pada dekade 1960-an. Bukan apa-apa. Di saat negara Asia Tenggara lainnya masih berjuang memulihkan kondisi akibat peperangan, Tanah Air malah memperkuat barisan militernya. Sederet alutsista buatan Uni Sovyet pun membanjiri TNI pada saat itu.

Rupanya, Amerika Serikat selaku blok barat merasa terusik akan hal tersebut. Merekapun tertarik untuk mengetahui, seberapa banyak alutsista yang dimiliki Indonesia. Untuk itu, AS yang diwakili CIA, melakukan serangakain kegiatan intelijen. Salah satunya menggunakan U2 Dragon Lady untuk mengintip “jeroan” militer Indonesia. TNI pun akhirnya kecolongan dengan pesawat yang sangat canggih pada masanya itu.

Digunakan secara khusus untuk kegiatan pengintaian

Digunakan untuk pengintaian [sumber gambar]
Sejatinya, U-2 Dragon Lady meruapakan peswat khusus yang dirancang untuk kegiatan pemotretan dari ketinggian. Penggunanya adalah Angkatan Udara Amerika Serikat dan CIA. Dikembangkan oleh divisi “Skunkworks” Lockheed secara rahasia, pesawat ini diberi kode huruf “U” yang berarti bisa digunakan untuk misi-misi yang tidak membahayakan secara langsung.

Artikel Lainnya
Dianggap Tim Lemah, Beginilah Kiprah Menawan Bangladesh yang Sempat Selamatkan Timnas
Lindswell Kwok Jadi Peraih Emas Kedua, 15 Netizen Twitter Ini Ndagel Tentang Dirinya

Desain ramping dengan teknologi yang melampauai zamannya

Aerodinamis dan berteknologi tinggi [sumber gambar]
Clarence “Kelly” Johnson sebagai pemimpin proyek, merancang U-2 dengan sangat detail dan terperinci. Mulai teknologi, aerodinamika hingga fungsional, sangat berkaitan satu dengan lainnya. Dilansir dari id.wikipedia, U-2 mempunyai panjang 63 kaki (19.2 m, rentang sayap: 103 kaki (31.4 m), tinggi: 16 kaki (4.88 m), dan luas sayap: 1,000 kaki² (92.9 m²). Untuk tenaganya menggunakan mesin 1 × General Electric F118-101 turbojet, 19,000 lbf (84.5 kN). Tak heran bila peswat ini jadi andalan CIA sebagai pesawat pengintai.

Indonesia menjadi korban pengintaian U-2

Berhasil intai Indonesia dari ketinggian [sumber gambar]
Indonesia pun ternyata tak luput dari aksi peswat berwarna hitam ini. berdasarkan dokumen-dokumen CIA yang dirilis ke publik lewat Freedom of Information Act (FOIA), U-2 kerap terbang di wilayah udara Indonesia. Dilansir dari lampung.tribunnews.com, U-2 diketahui telah menjalankan puluhan misi lewat proyek khusus yang bernama IDEALIST. Hal ini dikemukakan oleh Deputi Direktur Riset CIA yang melaporkannya pada Kepala badan intelijen itu, tertanggal 25 Juli 1962.

Proses pengintaian yang luput dari pantauan TNI AU

para teknisi militer AS sedang persiapkan U-2 Dragon lady [sumber gambar]
Aktivitas U-2 semakin intens sejak militer Indonesia mengoperasikan alutsista dari Uni Soviet. CIA pun diminta untuk menerbangkannya karena satelit mata-mata KH-11 Keyhole dianggap kurang memadai. U-2 sendiri diterbangkan secara marathon dari Edwards Air Force Base di AS, beserta dukungan dari pesawat tanker KC-135. Pangkalan Aju yang digunakan oleh U-2 sendiri sangat dirahasiakan keberadaannya. Tak hanya Indonesia, Vietnam pun tak luput dari kegiatan pengintaian. Karena dilakukan di atas ketinggian, militer Indonesia pun tak menyadari keberadaan pesawat tersebut.

Kekuatan dan rahasia Soekarno yang berhasil diketahui

Salah satu hasil pemotretan U-2 Dragon lady [sumber gambar]
Alutsista Indonesia yang disuplai oleh Uni Soviet, menjadi tujuan Amerika Serikat mengirimkan U-2 untuk mengintai. Hasilnya, ada beberapa lokasi penting yang berhasil diambil gambarnya. Di antaranya adalah, Pangkalan Udara Polonia di Medan yang digunakan sebagai staging base untuk operasi konfrontasi Dwikora, seluruh situs rudal S-75/SA-2 Guideline yang mempertahankan Jakarta, Tu-16 Badger yang bersarang di Hanud Iswahyudi Madiun, pesawat pengebom Il-28 Beagle yang berada di Bandara Juanda dan lokasi pelatihan awak SA-2 AURI di Bandung.

U-2 Dragon Lady diperkirakan masih dioperasikan oleh AS dan sekutunya hingga kini. Tak ada jalan bagi Indonesia selain dengan cara memperkuat alutsistanya. Terutama arsenal udara. Pembelian pesawat Shukoi SU-35 dari Rusia, bisa menjadi langkah awal agar negara asing macam Amerika Serikat dan sekutunya tak lagi lancang terhadap kedaulatan NKRI.