Gera-gerik sindikat penipuan saat ini semakin hari bertambah kreatif. Meski modus yang digunakan tergolong teknik lama, nyatanya masih banyak korban yang masuk perangkap. Salah satu yang baru-baru ini terjadi adalah penipuan yang menyasar warga negara AS. Menurut laporan situs hiburan, The Hollywood Reporter yang dikutip dari cnnindonesia.com, kasus ini disebut sebagai ‘Penipu Ratu Hollywood’.

Banyak dari mereka yang sukses termakan bujuk rayu dari penipu tersebut. Bukan dengan teknologi canggih atau hal yang baru, modus yang digunakan sejatinya tergolong klasik. Yakni berpura-pura menjanjikan lowongan kerja dengan iming-iming tertentu. Sebuah hal yang kerap ditemukan di Indonesia. Lantas, seperti apa sepak terjang si ‘Ratu Hollywood’ hingga sukses memperdaya korbannya?

Modus penipuan klasik yang ‘dibumbui’ sehingga sukses menjerat banyak korban

Kasus besar yang dijuluki sebagai ‘Penipu Ratu Hollywood’ ini sejatinya masih menggunakan teknik lawas tapi cukup ampuh, yakni lewat lowongan pekerjaan. Hanya saja, hal tersebut ‘dibumbui dan dibungkus’ rapi dengan hal lainnya agar terlihat meyakinkan dan asli. Dilansir dari cnnindonesia.com, pelaku memberi iming-iming kepada korban dengan mencatut sejumlah orang-orang berpengaruh dan pemimpin perusahaan perfilman di Hollywood.

Sosok misterius yang sukses menipu banyak korban [sumber gambar]
Jelas sudah, siapa yang enggak percaya jika nama-nama seperti Presiden Lucasfilm Kathleen Kennedy, Eksekutif Marvel Victoria Alonso, mantan komisaris Sony Pictures sekaligus pengusaha Amy Pascal, Direktur Seleksi Peran Sarah Finn dan produser film Wendi Deng Murdoch disebutkan. Dari sinilah si penipu sukses menjerat korbannya berbekal sosok terkenal di atas.

‘Bermain’ sangat rapi dan membuat FBI kelimpungan

Bermodal email dan telepon, penipu yang diduga berjenis kelamin perempuan Asia ini juga berhasil membuat Biro Kepolisian Federal Amerika Serikat (FBI) kalang kabut. Dengan modus dijanjikan pekerjaan bidang hiburan bergengsi di Indonesia, korbannya datang dari beragam latar belakang, yakni penulis skenario, aktor, pemeran pengganti, juru rias, fotografer, selebgram, influencer media sosial, sampai mantan tentara AS.

Ilustrasi anggota FBI [sumber gambar]
Begitu banyaknya korban yang tertipu, FBI sampai harus membuat laman pengaduan resmi pada 15 Juli 2019. Untuk mengeruk keuntungan kotornya, penipu menggunakan modus agar para korbannya diminta membayarkan sejumlah uang untuk datang ke Indonesia. Alasannya, biaya tersebut digunakan untuk penginapan hingga jasa antar jemput, dan dijanjikan bakal diganti kemudian. Namun janji tinggal janji. Uang tersebut tak pernah kembali dan raib dibawa kabur sang penipu.

Penipuan bertahun-tahun yang merugikan banyak korbannya

Ditegaskan oleh salah satu agen FBI Biro San Diego, Todd Hemmen yang dikutip dari cnnindonesia.com, sangat tidak lazim ada sebuah lowongan pekerjaan yang meminta para pelamar membayarkan sejumlah uang. Yang jelas, modus penipuan ini telah terjadi selama bertahun-tahun, tapi baru ditangani oleh FBI belum lama ini. Meski demikian, para korban penipuan banyak yang menderita kerugian.

Salah seorang pelaku yang penipuan yang berkedok sebagai penjemput [sumber gambar]
Ada sekitar 100 korban warga asing terkait penipuan ini. Menurut dia kerugian yang ditanggung para korban bervariasi antara US$3 ribu hingga US$20 ribu (sekitar Rp42 juta sampai Rp280 juta). Bahkan, ada merugi hingga US$150 ribu (sekitar Rp2 miliar) karena pulang pergi AS- Indonesia untuk urusan bisnis yang ternyata bodong belaka.

BACA JUGA: 6 Hal yang Jelas-jelas Penipuan Tapi Masih Banyak yang Percaya

Tindak kejahatan seperti penipuan yang dilakukan oleh sosok ‘Ratu Hollywood’ di atas, memang bisa terjadi kapan saja dan tak pandang bulu terhadap korbannya. Meski modusnya tergolong lawas, teknik profesional yang dipakai termasuk level dewa alias super cerdas. Dari kasus ini, ada baiknya jika kita ingat pesan Bang Napi yang legendaris, bahwa kejahatan bukan hanya dari niat pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan. Waspada deh Sahabat Boombastis.