Kita mungkin sudah hafal kalau pekerjaan yang berisiko kematian biasanya menjanjikan bayaran yang luar biasa. Misalnya saja tukang las bawa laut yang gajinya bisa buat beli motor tiap bulan. Namun kembali lagi, banyak orang yang enggan dengan pekerjaan itu lantaran resiko yang menanti.

Namun siapa sangka ada pula pekerjaan yang sama berbahayanya tukang las bawa laut namun gajinya jauh di bawah. Merekalah para penambang belerang yang tiap hari harus bertaruh nyawa. Lalu seberapa miriskah nasib mereka itu? Simak ulasan berikut.

Hanya demi mencukupi kebutuhan, beban berat diangkut di pundak

Bukan atlet angkat besi namun selalu memikul beban berat, itulah kalimat yang cocok buat para penambang belerang di kawah Ijen. Ya, di balik pesona keindahan wisatanya, ternyata ada beberapa pekerja yang tiap pagi hingga siang naik turun untuk membawa belerang. Bukan sebuah pekerjaan biasa, pasalnya beban puluhan kilo harus mereka panggul demi menghidupi keluarga.

mengangkut beban berat [sumber gambar]
Bayangkan saja, dalam ketinggian sekitar 2443 mdpl para penambang ini harus membawa beban sekitar 70-90 kg belerang di keranjang. Belum lagi, kadang para penambang harus balik sampai tiga kali jika memang ingin penghasilan yang berlebih.

Profesi penambang belerang, jadi salah satu pekerjaan paling berbahaya di dunia

Kita mungkin sudah akrab dengan profesi tukang las bawah laut yang punya resiko pekerjaan nyawa melayang. Namun ternyata para penambang belerang ini juga mengalami nasib yang serupa. Pasalnya selain memikul beban yang sangat berat, para penambang harus berhadapan dengan penyakit yang bisa mengancam nyawanya.

Nyawa jadi taruhan [sumber gambar]
Mau bagaimana lagi jika memilih pekerjaan ini tentunya bakal berurusan langsung dengan gas beracun yang ada di sekitar kawah. Resiko paling minim adalah sesak nafas yang bisa diderita kapan saja. Dan tentu kemungkinan terburuk adalah keracunan atau penyakit kritis lain yang bisa saja merenggut nyawa para penambang.

Bayaran langsung kontan menjadi alasan para penambang terus bertahan

Berjalan 17 km mungkin hal yang biasa dilakukan para penambang ini. Ya, meskipun sangat berat namun buat mereka profesi inilah yang paling menjanjikan apalagi dibayar kontan. Jika keadaan prima, para penambang bisa dapat sampai Rp 200 ribu dengan beberapa kali jalan. Sebaliknya, jika kondisi tubuh sedang tidak fit, mereka hanya mampu mengantongi mungkin sekitar Rp 50 ribu saja.

Penghasilan minim [sumber gambar]
Mau bagaimana lagi, pasalnya setiap satu kilo belerang dihargai hanya sebesar Rp 950 saja. Jadi bukan hal yang aneh kalau para penambang rela membawa banyak belerang sampai 90 kg dalam sekali jalan.

Bagi yang tak mampu berkali-kali jalan, mereka membuka usaha lain

Seperti yang diketahui, pekerjaan yang satu ini membutuhkan tubuh yang super fit dan terjaga. Pasalnya kalau tidak bisa saja pingsan di tengah jalan atau terkena sakit. Oleh sebab itu mereka yang merasa kondisi badannya kurang baik, entah karena sakit atau termakan usia, lebih memilih untuk mencari penghasilan sampingan. Entah itu hanya sekedar menjadi tukang ojek , pemandu bagi wisatawan atau berjualan.

Sering cari sampingan [sumber gambar]
Ya, semua dilakukan hanya untuk menutupi biaya hidup sehari-hari. Namun uniknya, mereka yang menekuni profesi ini dianggap “setia”. Pasalnya meskipun kondisi fisik mungkin tidak terlalu baik, tetapi tetap mencari belerang meskipun hanya sekali jalan.

Profesi penambang belerang kawah Ijen ini menjadi salah satu pekerjaan paling berbahaya di dunia. Apalagi mengingat bayaran mereka tersebut, tentu tidak sebanding dengan profesi penuh resiko lain yang dibayar luar biasa. Namun uniknya mereka tetap berusaha tanpa mengeluh pada keadaan.