in

5 Fakta Kedekatan Nazi dengan Muslim yang Jarang Diketahui

Sholat di Nazi [image source]

Pada perang dunia kedua, tentara Nazi yang dipimpin Adolf Hitler menjadi mimpi buruk dunia. Bahkan negara seperti Amerika Serikat sampai harus berpikir keras untuk menghentikan ulahnya. Saking luar biasanya kekuatan Nazi ini, sampai terjadi genosida terhadap orang Yahudi yang hingga sekarang tidak dapat dilupakan.

Nazi memang buruk, namun demikian mereka juga punya sisi baik. Hal tersebut tak lain adalah hubungan baik mereka dengan Muslim yang mencerminkan sebuah toleransi yang mana ketika itu hal seperti ini sangat jarang terjadi. Ketika itu hubungan kedua pihak yang sebenarnya kontras ini begitu apik bahkan sampai membantu satu sama lain. Berikut beberapa potret hubungan Nazi dan Muslim yang mungkin jarang diketahui.

Musuh Nazi juga musuh negara muslim

Nazi dan Islam [image source]
Seperti yang diketahui bahwa Nazi Jerman menjadi momok bagi dunia di masa perang dunia kedua. Uniknya semua musuh utama Nazi waktu itu adalah negara-negara penjajah negeari muslim. Baik itu Inggris, Perancis, maupun Belanda. Jerman kala itu kemudian bersekutu dengan negara-negara yang mayoritas muslim seperti Turki. Sebenarnya ini bukan sebuah kebetulan, pasalnya pengaruh Islam juga melekat pada pasukan Nazi. Bahkan Hitler memiliki hubungan sangat dekat dengan seorang ulama.

Divisi Handschar, sang pedang melengkung

Divisi Handschar [image source]
Anggota Handschar sebagian besar muslim asal Kroasia. Pasukan ini dibentuk sengaja untuk membantu pasukan Nazi dalam peperangan. Pada perekrutan pertamanya ada kurang lebih 20.000 muslim di Kroasia dan beberapa negara kecil lainnya yang bergabung di divisi ini. Pasukan Handschar tidak bisa diremehkan pasalnya mereka telah berhasil melakukan melakukan beberapa operasi militer dengan baik. Operasi Partisan Yugoslavia, operasi wegweiser, operasi sava dan operasi Ostfront merupakan bukti kekuatan divisi Handschar yang tangguh. Divisi ini memang tidak terlalu terkenal, namun kemampuannya sangat untuk diperhitungkan oleh lawan.

Hubungan Hitler dengan Amin al-Husain

Al Husaini dan Nazi [image source]
Sebagai sosok yang paling terkenal di dunia kala itu, siapapun yang dekat dengan Hilter pastinya menjadi sorotan publik. Salah satunya adalah seorang mufti dari Yerusalem bernama Amin Al-Husaini. Dia merupakan seorang pejuang kemerdekaan Palestina atas Yahudi. Namun, karena dianggap membahayakan, akhirnya Amin Al-Husaini harus di deportasi ke Eropa. Dan di sanalah dia bertemu dengan Hitler. Amin Al-Husiani menjadi jembatan penghubung antara negara-negara Arab dengan Jerman. Atas negoisasinya akhirnya beberapa negara muslim mau menjadi penyadang dana untuk perang yang dilakukan oleh Nazi. Dia juga orang yang meresmikan divisi Handschar untuk membantu tentara Nazi.

Propaganda sekaligus hubungan saling menguntungkan

Sholat di Nazi [image source]
Adanya Iman Al-Husaini di pihak Nazi memberikan keuntungan lebih bagi negaranya. Kehadiran seorang mufti akan menarik para muslim di Eropa untuk bergabung dengan pasukan Nazi. Seperti yang diketahui, lahirlah resimen muslim pertama di Jerman. Begitu pula sebaliknya, dengan adanya dukungan dari Nazi dapat membantu beberapa negara muslim dalam menghadapi musuh-musuhnya. Atas bantuan Nazi pula, kemerdekaan Palestina terhadap Zionis dapat segera diwujudkan. Namun sebelum Palestina terbebas, Jerman sudah kalah perang dan negara kecil tersebut sudah dijajah kembali oleh Zionis.

Pasukan Nazi sangat menghormati muslim

Islam und Jundentum [image source]
Perilaku toleransi sangat tercermin kala itu. Pasukan Nazi non-muslim mempersilakan para pasukan Handschar untuk melakukan sholat berjamaah. Kedua pasukan juga saling bertukar pengetahuan satu sama lain. Contohnya saja, seluruh pasukan Nazi diberikan buku berjudul “Islam und Judentum” agar para tentara memahami dan menghormati para pasukan muslim. Pasalnya, pengetahuan akan islam waktu itu sangat terbatas dan sangat wajar jika para tentara Nazi bingung atas ibadah yang dilakukan umat islam.

Ternyata di balik kejamnya invasi yang dilakukan Hitler dengan pasukannya pada perang dunia kedua, masih ada sisi manusiawi serta toleransi. Bagaimana cara Nazi menghormati agama lain dan memberikan wawasan bijak pada tentara memang patut dicontoh. Namun perilaku kejahatan seperti Genosidanya jangan sampai terulang kembali.

Written by Arief

Seng penting yakin.....

Leave a Reply

11 Fakta Menarik  Julian Assange, Orang yang Paling Dimusuhi Amerika Serikat

Perjuangan Murid-Murid Indonesia untuk Bisa Mengikuti Ujian Nasional di Tengah Keterbatasan