Manokwari memanas! Ya, kota yang terletak di Papua Barat itu dikabarkan tengah dilanda kerusuhan yang mencekam seisi penduduknya. Dilansir dari news.detik.com, para pengunjuk rasa sempat membakar sejumlah kendaraan dan fasilitas umum. Dikabarkan pula, situasi sempat kondusif namun beberapa jam setelahnya justru terjadi aksi perusakan oleh pendemo yang tumpah ruah memenuhi jalanan.

Dikenal sebagai kota Injil, kasus kerusuhan yang terjadi seolah kembali mengingatkan akan ancaman yang bisa meruntuhkan keutuhan bangsa, yakni provokasi. Dikhawatirkan, hal tersebut bisa memecah persatuan dan kesatuan yang selama ini menjadi pondasi daripada Indonesia. Entah siapa yang memulai, jelasnya kerusuhan yang terjadi di sana masih berlangsung hingga berujung pada aksi anarkis di seantero kota.

Berawal dari letupan kekecewaan masyarakat Papua terhadap mahasiswa di Pulau Jawa

Peristiwa pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya dan keributan di Malang, tampaknya membekas di benak masyarakat Manokwari. Buntut dari peristiwa tersebut, pecah demonstrasi yang berujung pada aksi anarkis dan pembakaran. Dilansir dari tirto.id, Sejumlah jalan protokol diblokir mahasiswa dan masyarakat. Mereka protes karena tak terima dengan rasisme dan persekusi terhadap sejumlah mahasiswa asal Papua yang sedang belajar di Jawa Timur.

Berujung aksi anarkis yang membuat kota mencekam

Imbas dari demonstrasi yang ada, sejumlah massa pun tak segan untuk bertindak lebih jauh. Hasilnya, jalan-jalan diblokade dan sejumlah fasilitas negara dirusak seperti gedung DPRD Papua Barat di Manokwari, Papua, yang dibakar oleh para demonstran. Tak hanya itu, beberapa tampak terlihat juga membakar ban di tengah-tengah jalan. Sejumlah bendera merah putih pun tak luput dari aksi pembakaran.

Gubernur Jatim dan Wali Kota Surabaya Meminta Maaf

Kerusuhan di Manokwari yang menjalar karena adanya kekecewaan masyarakat soal nasib mahasiswa Papua di Jawa Timur, membuat para petinggi di provinsi tersebut mengambil sikap. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, meminta maaf atas insiden yang terjadi di wilayahnya. “Kalau ada kesalahan kami mohon maaf, tapi tak benar kami mengusir,” kata Risma yang dikutip dari tirto.id.

Demonstrasi juga menjalar di kota-kota lainnya

Selain terjadi di Manokwari, demosntrasi juga melanda masyarakat yang ada di Kota Jayapura. Para pendemo yang ada, menuntut agar pemerintah di mana mahasiswa Papua berada untuk minta maaf. Salah satunya adalah Walikota Malang yang dituntut segera meminta maaf secara terbuka melalui media seperti yang dikutip dari bbc.com. Selain itu, aksi unjuk rasa juga digelar oleh sekelompok orang di Kota Merauke, Provinsi Papua dan Kota Sorong, Provinsi Papua Barat.

Manokwari dikenal sebagai kota injil

Ucapan selamar datang di Manokwari [sumber gambar]

Kerusuhan yang terjadi di Manokwari sejatinya amat sayang disayangkan. Selain merugikan, wilayah di Papua Barat itu juga dikenal sebagai kota injil, sebuah tempat religius bagi pemeluk agama kristiani yang memang menjadi kepercayaan mayoritas di sana. Hal ini juga ditegaskan oleh Kapolri Tito Karnavian yang juga mengajak warga Jaga kedamaian dan cinta kasih, terutama di wilayah Manokwari.

BACA JUGA: Pepera dan Kenapa Akhirnya Orang Papua Mau Menjadi Bagian dari Indonesia

Peristiwa kerusuhan yang terjadi-baik di Pulau Jawa dan Papua Barat yang masyarakat dan mahasiswa, terdengar begitu ironis. Ya, terasa sangat disayangkan karena terjadi setelah pesta kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus telah berlalu. Semoga ke depannya, hal semacam ini tidak terjadi kembali. Do’ain ya Sahabat Boombastis, agar saudara kita di Papua juga bisa menikmati kemerdekaan dengan perdamaian dan rasa aman.