Selama ini, tempat hiburan untuk berjudi seperti kasino lebih familiar berada di luar negeri seperti di Macau. Seperti yang terjadi baru-baru ini, Sebuah kasino yang diselenggarakan di Apartemen Robinson, Penjaringan, Jakarta Utara digerebek polisi. Dilansir dari Detik, Kasino ala Macau ini disebut-sebut baru beroperasi dalam hitungan hari saja.

Peristiwa penggerebekan di atas tentu sangat mengejutkan banyak pihak. Perjudian seperti kasino yang selama ini identik berada di luar negeri, ternyata ada di sebuah apartemen. Bahkan saat dikepung pihak kepolisian, ada ratusan orang mulai dari pemain hingga pengelola yang diamankan di lokasi tersebut. Seperti apa bentuknya?

Kasino besar yang dirancang dengan sangat rapi

Keberadaan kasino judi di apartemen Robinson ternyata tak sekedar digelar begitu saja. Meski masih baru beberapa hari beroperasi, persiapan yang dilakukan ternyata sangat rapi dan matang. Di sana, berbagai jenis judi ala kasino bisa ditemui seperti baccarat, roulette, pai kiu dan tashio. “Di sana ada juga sekitar 4 meja sudah tertata, sudah diatur,Jadi sudah tertata, seperti sudah terprogram dengan rapi,” tutur Kombes Argo Yuwono yang dikutip dari Detik.

Lokasi judi yang tidak bisa diakses dengan sembarangan

Salah satu meja judi yang ada di apartemen Robinson [sumber gambar]
Menariknya, tak sembarang orang bisa mengakses tempat judi tersebut. Dikenali dengan kode RBS 29, lokasi itu merupakan akronim dari Robinson lantai 29,yang menjadi arena kasino. Untuk para pengunjung, Ada kode-kode tertentu sebagai ‘password’ bagi mereka yang hendak bermain judi di sana. Tak hanya itu, pengelola kasino memasang kamera CCTV di tempat tersebut untuk memantau keamanan dan kedatangan polisi.

Menghasilkan keuntungan hingga ratusan juta rupiah setiap hari

Kasino di apartemen Robinson saat digrebek oleh polisi [sumber gambar]
Meski baru beberapa hari beroperasi, omzet kasino di apartemen Robinson tergolong sangat besar. Hal ini didapatkan karena pemain di kasino bisa mencapai ratusan hari, di mana mereka tak hanya datang dari Jakarta, tapi juga luar daerah. “Informasi dari keterangan tersangka ini keuntungan Rp 700 juta per hari,” ujar Argo yang dikutip dari Detik.

Penyandang dana bisnis judi yang masih diburu pihak kepolisian

Para tersangka yang berhasil ditangkap pihak kepolisian [sumber gambar]
Saat dilakukan penggrebekan, total ada 133 orang yang diamankan di lokasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 91 orang menjadi tersangka. Dilansir dari Detik, Dari 91 orang tersangka, 42 orang di antaranya merupakan pengelola hingga karyawan. Para karyawan yang mengoperasikan kasino mendapatkan upah sebanyak 150-250 ribu per hari. Khusus untuk penyandang dana operasional kasino, mash diburu oleh pihak kepolisian.

Sempat ditutup oleh Kapolri era Jenderal Sutanto

Lokasi judi yang sempat tutup total di era Kapolri Jenderal Sutanto [sumber gambar]
Sejarah kasino judi di apartemen Robinson ternyata cukup panjang. Bermula pada tahun 2000, keberadaannya sempat ditutup total pada 2005 oleh Kapolri, yang saat itu dijabat oleh Jenderal Sutanto. Dilansir dari Detik, ia bahkan memerintahkan seluruh Kapolda untuk menindak perjudian di wilayahnya masing-masing dalam sepekan. Jika tidak dilaksanakan, Sutanto mengancam akan mencopot Kapolda yang dekat dengan bisnis perjudian.

BACA JUGA: 5 Permainan Judi Melanggar Hukum yang Banyak Digemari Orang Indonesia

Di Indonesia, kegiatan seperti perjudian dan keberadaan kasino memang tidak dilegalkan seperti yang ada di luar negeri. Karena dianggap melanggar undang-undang, jelas hal tersebut dianggap ilegal dan melanggar hukum. Lagi pula, judi juga tidak baik untuk keuangan karena bisa bikin kantong jebol jika kalah taruhan. Gimana menurutmu Sahabat Boombastis?