Membahas soal penyakit kanker serviks, mungkin sebagian dari kalian sudah dibuat bergidik ngeri. Bagaimana tidak? Saking ganasnya, penyakit mematikan tersebut sudah diklaim menjadi pembunuh wanita nomor satu di Indonesia.

Sebut saja nama Julia Perez, salah satu publik figur yang juga menderita penyakit ganas satu ini. Melihat kondisi tersebut, mungkin bisa menyadarkan kita jika tiap wanita selalu diintai oleh risiko penyakit ini. Lantas, sebenarnya apa itu penyakit kanker serviks? Berikut adalah tujuh fakta tentang kanker serviks yang mungkin bisa membuatmu lebih waspada tentang penyakit tersebut.

Kanker serviks adalah…

Sebelum membahas lebih jauh tentang fakta-fakta seputar kanker serviks, ada baiknya jika kita kenalan dulu dengan penyakit ganas satu ini. Kanker serviks yang juga dikenal sebagai kanker leher rahim adalah penyakit mematikan yang menyerang organ depan rahim atau peralihan antara rahim dan vagina.

Ilustrasi kanker serviks [image source]
Dalam istilah medis, organ yang disebut serviks tersebut dihinggapi sel kanker yang menyerang dan mengganas. Penyakit tersebut rupanya makin berbahaya akibat minimnya wanita yang paham akan gejala dan tanda-tanda kanker leher rahim tersebut.

Pembunuh wanita paling mengerikan di dunia

Mungkin kamu masih ingat tentang iklan layanan masyarakat yang dulu kerap mengintkan kita bahwa bahwa kanker serviks merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia. Bagaimana tidak, menurut hasil survei, tiap harinya ada sekitar 40 wanita di Indonesia yang didiagnosa menderita kanker serviks.

Ilustrasi penderita kanker serviks [image source]
Sedangkan 20 di antaranya meninggal dunia karena penyakit tersebut. Namun, sejatinya bukan hanya Indonesia saja yang mengalami momok mengerikan tentang penyakit pada leher rahim ini. Dilihat dari data, tiap tahunnya terdapat sekitar 493.242 perempuan di seluruh dunia yang terdeteksi menderita penyakit kanker serviks, dan sekitar 700 nyawa wanita melayang karena penyakit tersebut.

Penyebab kanker serviks

Penyakit mengerikan satu ini disebabkan oleh virus yang dikenal sebagai Human Papilloma Virus (HPV). Sekitar 99 persen penderita kanker serviks disebabkan oleh serangan virus tersebut. Biasanya virus ini ada pada organ vital pria, namun anehnya virus tersbeut tidak menyerang mereka, justru menyerang lawan mainnya. HPV sendiri memiliki ukuran yang sangat kecil, sekitar 55 nm.

Ilustrasi Human Papilloma Virus (HPV) [image source]
Meski demikian, virus tersebut sangat berbahaya dan diketahui mampu bertahan walau sudah dilumpuhkan oleh sistem kekebalan tubuh. Virus yang bertahan tersebutlah yang kemudian hinggap dan menyebabkan kanker leher rahim. Infeksi HPV yang menyebabkan kanker tersebut bisa terjadi karena adanya kontak kelamin melalui hubungan seksual. HPV sendiri juga sangat rentan menyerang wanita yang gemar merokok, melakukan seks di usia terlalu dini atau suka berganti –ganti pasangan.

Nyaris tidak memiliki gejala

Yang mengerikan dari penyakit ini yaitu tidak adanya gejala yang jelas bagi penderita stadium awal. Namun, semakin berkembangnya sel kanker, maka gejala pun mulai bisa dirasakan, seperti sulit buang air kecil, keputihan bercampur darah, kerap merasakan nyeri panggul dan adanya perdarahan di organ vital perempuan.

Ilustrasi kanker serviks nyaris tidak memiliki gejala [image source]
Jika kamu mengalami gejala-gejala penyakit tersebut, segeralah periksa ke dokter untuk memastikan apakah penyakit tersebut benar-benar kanker leher rahim atau bukan. Dan juga, agar dokter bisa sesegera mungkin melakukan pengobatan kanker serviks andai kamu benar-benar mengidapnya.

Perawan relatif lebih aman dari penyakit kanker serviks

Pada umumnya, kanker serviks memang menyerang perempuan yang sudah menikah atau seseorang yang aktif melakukan hubungan seks. Meski demikian, bukan berarti orang yang belum pernah melakukan hubungan seks tidak mungkin terkena kanker leher rahim. Tak bisa dipungkiri bahwa 1-2 orang yang terkena kanker serviks justru masih perawan.

Perawan memiliki risiko lebih kecil untuk terkena kanker serviks [image source]
Namun, dokter ahli mengatakan jika kemungkinannya sangat kecil dan jarang terjadi. Kemungkinan perawan terkena kanker tersebut bisa karena kontak kulit, namun bukan hubungan seksual. Pada intinya, semua perempuan memang berpotensi terkena kanker serviks, namun ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan peluang terjangkit penyakit tersebut.

Sudah ada vaksin untuk mencegah penyakit kanker serviks

Seperti kita ketahui, di Indonesia memang begitu banyak kasus wanita yang didiagnosa menderita kanker serviks. Karena hal itu, beberapa persatuan dokter pun merekomendasikan pemberian vaksin pada wanita dan juga anak perempuan. Adanya vaksin tersebut setidaknya menurunkan risiko kanker serviks hingga 90%.

Vaksin untuk mencegah kanker serviks [image source]
Selain pemberian vaksin pada perempuan, rupanya laki-laki juga disediakan vaksin, yang diberikan pada laki-laki usia 10 sampai 26 tahun. Vaksin HPV4 diberikan untuk mencegah munculnya kutil kelamin dan juga menurunkan insidensi kutil kelamin pada pasangannya kelak. Sayangnya, vaksin untuk mencegah kanker serviks tersebut masih terbilang mahal, sekitar 750 ribu hingga jutaan rupiah.

Harapan hidup pengidap kanker serviks

Jika seseorang sudah  menderita kanker serviks, masa depannya ditentukan oleh diagnosis stadium kanker yang diterima. Stadium kanker serviks sendiri memiliki empat tahap. Stadium tersebut menggambarkan tingkat perkembangan sel kanker.

Julia Perez, salah satu publik figur yang menderita kanker serviks [image source]
Angka harapan bertahan hidup setidaknya adalah lima tahun sejak didiagnosis kanker leher rahim. Sedangkan stadium dikelompokkan menjadi Stadium 1 -80-99 persen, Stadium 2 – 60-90 persen, Stadium 3 – 30-50 persen, serta Stadium 4 – 20 persen.

Tentu perkembangan tersebut bisa saja berubah sesuai dengan usaha si penderita untuk sembuh. Pengobatan bisa dilakukan dengan cara operasi pembedahan dan mengangkat rahim, melakukan kemoterapi dan radioterapi. Sementara untuk pengobatan alternatif adalah dengan mengkonsumsi obat-obatan herbal untuk memberantas sel kanker.

Hingga saat ini, memang tidak ada cara khusus yang bisa dilakukan untuk melakukan pencegahan terhadap kanker serviks. Namun, masih ada beberapa cara untuk mengurangi risiko penyakit tersebut. Semoga informasi di atas memberikan wawasan dan membantu kamu untuk lebih waspada pada bahaya penyakit ganas satu yang selalu mengancam jiwa perempuan ini.