Para atlet yang berlaga di perhelatan Asian Games 2018, ternyata datang dengan beragam latar belakang yang luar biasa. Ada yang dulunya merupakan seorang penggembala kambing, anak dari keluarga sederhana hingga anak yang berprestasi di sekolahnya. Salah satunya ada pada Rio Maholtra, atlet lari gawang andalan Indonesia di ajang Asian Games 2018.

Tak banyak yang tahu, sosok tegap itu juga merupakan seorang anggota Pasukan Pengaman Presiden (paspampres). Bisa dibilang, ia seolah hidup di dua “dunia”. Satu dibidang olahraga. Sementara lainnya ada di militer. Ada sebuah kisah menarik dari sosok Rio dalam menapaki karirnya di dunia atlet hingga kemiliteran. Potret sebuah kerja keras inspiratif, yang menuai hasil terbaiknya di kemudian hari.

Mengawali karir sebagai atlet

Awali karir sebagai atlet lari [sumber gambar]
Beruntung Rio dikaruniai bakat sebagai olahragawan. Dengan modal tubuh tinggi dan fisik yang tangguh, ia sukses menapaki karir sebagai atlet lari gawang andalan Indonesia. Dilansir dari sport.tempo.co, semua kemampuan tersebut berawal saat Rio menjuarai lomba balap lari tingkat sekolah dasar. Dari sana, ia secara rutin mengasah kemampuannya hingga menjadi atlet profesional pada 2009. Rio yang kerap turun di Kejuaraan Nasional dan berkarir selama tiga tahun, akhirnya berhasil masuk ke jajaran atlet pelatnas atletik Indonesia di umur 16 tahun.

Atletik jadi jalan menuju dunia militer

Sukses jadi tentara berkat prestasi sebagai atlet [sumber gambar]
Selain kerap menjadi juara, Rio juga memiliki peluang berkarir di dunia militer juga berkat prestasinya di lapangan. Bakatnya di dunia atletik, ternyata diminati oleh Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Darat (TNI-AD). Rio yang saat itu baru saja menjadi juara dua nomor 110 meter lari gawang, di PON 2012 di Riau, kemudian didatangi seorang perwira TNI berpangkat Kolonel yang menawari dirinya menjadi seorang tentara.

Ia bertanya setelah tamat sekolah mau ke mana. Saya kan tahunya modal jadi tentara kan gede. Saya gak ada uang. Dengan bonus hadiah, saya pikir mending untuk kuliah saja. Terus ia menawari saya masuk tentara (TNI AD), ya saya bilang mau,” kata Rio yang dilansir dari sport.tempo.co.

Sukses terpilih menjadi anggota Paspampres

Ilustrasi terpilih sebagai anggota Paspampres [sumber gambar]
Setelah menjalani pendidikan selama satu tahun dan lulus pada 2013, Rio langsung ditempatkan di Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Baru saja merasakan menjadi pengawal negara selama dua minggu, Institusinya itu mendapat surat dari Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) agar memberikan izin pada Rio untuk kembali berlatih bersama pelatnas.

Komandan saya kasih dukungan penuh buat latihan. Jadi saya disuruhnya latihan saja. Ini soalnya anggotanya mau membela negara (dengan menjadi atlet),” ujar Rio yang dilansir dari sport.tempo.co.

Hidup di “dua dunia” yang berbeda

Jalani profesi sebagai atlet dan tentara [sumber gambar]
Menjalani profesi sebagai atlet dan seorang Paspampres, menjadi tantangan tersendiri bagi Rio. Selain disibukkan dengan jadwal latihan yang padat, ia juga harus siap saat diminta menjadi seorang pengawal Presiden. Hal itu pun terjadi pada saat dirinya bertugas menjaga RI 1 yang kala itu masih dijabat oleh Susilo Bambang Yudhoyono saat melawat ke Myanmar dalam acara ASEAN Summit 2014. Istirahatnya yang cukup singkat, dirasakan sangat kurang oleh Rio. Jika ia sebelumnya rutin tidur selama 8 jam, saat mengawal sebagai paspampres, ia hanya mendapatkan kesempatan istirahat selama 2 jam.

Prestasi sang paspampres yang bisa dibanggakan

Sukses raih prestasi [sumber gambar]
Rio yang telah dipercaya menjadi seorang atlet, sukses mengemban amanah yang diberikan berupa sederet prestasi mengagumkan. Dilansir dari sport.tempo.co, Rio memegang rekor nasional lari gawang 110 meter dan 60 meter putra. Ia juga berhasil mengikuti Kejuaraan Dunia IAAF World Indoor Championship 2018 di Birmingham, Inggris berkat prestasinya di nomor 110 meter dengan catatan waktu 14,08 detik. Meski Rio menempati urutan ke-33 dari 37 peserta, Ia optimis bisa memberikan yang terbaik saat berlaga di Asian Games nanti.

Tak mudah memang menjalani tugas sebagai atlet sekaligus anggota militer. Sosok seperti Rio Maholtra pun harus berjuang ekstra keras agar bisa memberikan yang terbaik di kedua bidang tersebut. Sama-sama membela negara, namun di tempat yang berbeda. Seandainya kamu Rio Malhotra, pilih yang mana Sahabat Boombastis?