Nama Amien Rais, kian banyak disebut pasca runtuhnya pemerintahan Orde Baru yang digawangi oleh Soeharto pada 1998 silam. Dilansir dari tirto.id, tokoh yang pernah dijuluki sebagai King Maker oleh sebuah majalah ini, disebut-sebut sangat berperan besar dalam penentuan jabatan Presiden pada sidang umum MPR tahun 1999 dan 2001. Kepiawaiannya dalam berpolitik, tak lepas dari buah pendidikan yang dijalaninya selama belasan tahun.

Dilansir dari tirto.id, Amien Rais merupakan lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada pada 1968 dan Sarjana Muda Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta pada tahun 1969. Ia pun berhasil menggenggam gelar Master pada tahun 1974 dari Universitas Notre Dame, Indiana dan gelar doktor ilmu politik dari Universitas Chicago, Illinios, Amerika Serikat. Bagaimana jejak dan kiprah Amien Rais di dunia politik Tanah Air.

Menjadi yang terdepan saat lengsernya pemerintahan Soeharto

Amien Rais saat lengsernya Soeharto pada 1998 [sumber gambar]
Nama Amien Rasis mulai nyaring terdengar menggaungkan reformasi pada saat kejatuhan Orde Baru pimpinan Soeharto. Sosoknya mudah dikenali dan populer berkat keberaniannya bersikap kritis terhadap kebijakan–kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintahan Orde Baru. Dilansir dari tirto.id, tokoh politik kelahiran Solo, Jawa Tengah pada tanggal 26 April 1944 ini menjabat sebagai Ketua MPR periode 1999 – 2004. Dirinya terpilih pada pemilu bulan Oktober tahun 1999. Setahun berselang setelah pergantian Presiden.

Sosok yang gemar jalani puasa Daud dan membaca

Amien Rais hobi membaca dan rajin puasa Daud [sumber gambar]
Di sela-sela tugasnya sebagai pejabat publik, Amien Rais ternyata mempunyai kebiasaan rutin yang bisa ditiru. Menurut adik kandungnya, Dahlan Rais saat menghadiri milad akbar Ikatan Mahasiswa Muhammadyah (IMM) ke 54 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang dilansir dari nasional.tempo.co, pendiri PAN itu rutin dan menjalankan ibadah puasa Daud dan gemar membaca. Dalam kesibukannya, Amien Rais selalu mengisi kegiatan hari demi hari dengan kegiatan yang bermanfaat.

Dirikan Partai Amanat Nasional (PAN)

Amien Rais dirikan PAN pada 1998 [sumber gambar]
Sebagai kendaraan politik dan sarana menuangkan pemikirannya, Amien Rais mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN) pada 1998. Dilansir dari pan.or.id, parpol berlogo matahari itu berasaskan nilai dasar bangsa Indonesia yakni Pancasila. Selain itu, PAN juga bersifat terbuka, majemuk, dan mandiri bagi warga negara Indonesia, laki-laki dan perempuan yang berasal dari berbagai pemikiran, latar belakang etnis maupun agama, dan mandiri.

Sempat mencalonkan diri sebagai presiden pada 2004

Amien Rais sempat calonkan diri sebagai Presiden [sumber gambar]
Tahun 2004 silam, menjadi fase terpenting bagi seorang Amien Rais. Pada saat itu, ia maju sebagai Capres di arena Pilpres dengan menggandeng Siswono Yudhohusodo sebagai Wakilnya. Dilansir dari liputan6.com, Amien Rais harus berhadapan dengan kubu Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi dan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla. Para kontestan pada saat itu, telah mendeklarasikan kesiapan masing-masing untuk menjadi pemimpin Indonesia.

Miliki seorang putri yang menjadi penulis buku ternama

Amien Rais dan Hanum Salsabiela Rais bersama cucunya, Sarahza [sumber gambar]
Di samping beraktivitas sebagai tokoh politik, Amien Rais ternyata memiliki seorang putri yang terjun di dunia tulis menulis yang bernama Hanum Salsabiela Rais. Bukunya yang paling fenomenal dan menyentuh adalah I am Sarahza yang terbit pada 30 Apr 2018. Dilansir dari brilio.net, Hanum berkisah bagaimana ia sang sang suami, Rangga Almahendra menanti kehadiran buah hati selama sebelas tahun lamanya. Selain itu, sejumlah karyanya yang lain seperti 99 Cahaya di Langit Eropa dan Bulan Terbelah di Langit Amerika, telah diangkat menjadi sebuah film layar lebar. Tak lupa, Hanum juga menulis Menapak Jejak Amien Rais pada 2010 lalu.

Seiring dengan dinamika politik yang berjalan di Indonesia, ada banyak kejadian yang bisa dipetik dari sosok Amien Rais di atas. Suka atau tidak, dirinya merupakan salah satu orang yang paling berpengaruh menggaungkan reformasi saat detik-detik lengsernya Soeharto.