Selain dikenal sukses sebagai da’i dan penceramah agama, sosok AA Gym ternyata juga familiar sebagai pebisnis handal yang memiliki banyak usaha. Bahkan, pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, 29 Januari 1962 itu, memiliki filosofi tersendiri soal kehidupan berniaga.

Dilansir dari republika.co.id, bisnis haruslah berorientasi dan diniatkan kepada Allah sang pencipta. Adalah sebuah kesalahan besar jika seorang Muslim memandang perniagaan yang diusahakan olehnya adalah uang. Sebab, harta akan selalu berpindah dari satu tangan ke lainnya. Bukan kekal abadi menjadi milik kita selamanya.

Sukes sebagai pendakwah sekaligus pebisnis [sumber gambar]
Hal ini pun berhasil dibuktikan oleh seorang AA Gym dalam menjalankan bisnis miliknya yang semakin berkembang dari hari ke hari. Seperti yang dikutip dari moneysmart.id, dai kondang tersebut memiliki beberapa jenis bisnis yang tersebar di beberapa bidang. Seperti Pondok Pesantren Daarut Tauhid dan MQ Corporation sebagai induk usaha dari Radio MQFM Bandung (102.7), MQTV (media), MQ Tours and Travel, dan PT Mutiara Qalbun Salim (penerbit buku).

Masih terkait bisnis yang dijalankan oleh AA Gym, ada sebuah prinsip yang senantiasa dipegangnya saat menjalankan keseluruhan usaha yang dimilikinya. Laman republika.co.id menuliskan, berbisnis itu sejatinya sampai mengganggu ibadah seorang Muslim. Sebab, keberhasilan seorang Muslim dalam berbisnis tidak terlepas dari izin Allah. Hal ini terlihat dari keberhasilan AA Gym menjalankan dua profesinya selama ini. Sebagai pendakwah, juga pengusaha.

Bisnis sebagai ladang amal [sumber gambar]
Meski tidak menyebutkan kekayaan yang dimiliki secara spesifik, figur AA Gym menjadi sukses menjadi teladan yang nyata. Bagaiamana seorang da’i yang dikenal dengan gaya santun dan ramahnya saat menyampaikan ceramah, juga berhasil di bidang perniagaan. Sebuah potret keseimbangan antara kebutuhan akhirat dan duniawi yang bisa berjalan beriringan.

Tak sekedar berbisnis, AA Gym yang juga mantan anggota Resimen Mahasiswa (Menwa) tersebut, juga menerapkan kiat-kiat suksesnya dalam membangun usaha. Saat mengisi talkshow Merentas Bisnis Langit yang dikutip dari republika.co.id, setidaknya ada lima hal yang ia terapkan agar meraih keberhasilan. Baik dalam perniagaan maupun kehidupan.

Wirausaha sebagai niat untuk dekat dengan ALLAH [sumber gambar]
Pertama, adalah periksa niat. Dalam berbisnis, niat itu harus tulus. Kedua, bisnis harus membuat ibadah jadi bagus. Ketiga, bisnis harus membuat hidup semakin lurus. Keempat, dalam berbisnis itu ikhtiar harus semakin lurus. Terakhir adalah berbisnis harus membuat tobat berjalan terus menerus. Bukan semata karena uang belaka, tapi bagaimana caranya hal tersebut dapat semakin mendekatkan diri kita kepada sang pencipta.

BACA JUGA: Azim Premji, Miliarder Muslim yang Sederhana yang Hobi Bagi-bagi Duit ke Masyarakat

Dari kisah di atas, menyeimbangkan kedua hal yang berbeda seperti menjalankan bisnis yang bersanding dengan kegiatan religius, bukanlah sesuatu hal yang mustahil untuk dilakukan. Sama seperti AA Gym di atas, niat adalah kunci utama untuk meraih kesuksesan di kedua bidang yang berbeda tersebut. Jadi buka ambisi mengejar nominal belaka.