Menilik Peristiwa Erupsi Dahsyat Gunung Huaynaputi yang Bikin Letusan Krakatau Nggak Ada Apa-apanya

Dampak dari erupsi Huaynaputi ini ribuan kali lebih parah dibandingkan petaka yang ditimbulkan oleh Gunung Krakatau

oleh Aisyah Putri
16:00 PM on Aug 5, 2017

Letusan Gunung Krakatau dikenal sebagai salah satu bencana alam terbesar di dunia. Tidak banyak gunung berapi yang bisa membuat sebagian belahan dunia tertutup abu dan tidak bisa melihat matahari selama berhari-hari. Bukan hanya itu, peristiwa itu juga membunuh puluhan ribu orang. Jumlah yang sangat banyak mengingat saat itu populasi manusia masih sangat sedikit.

280 tahun sebelumnya, tepatnya pada tanggal 19 Februari 1600, kejadian serupa terjadi di benua Amerika Selatan, tepatnya di negara Peru. Gunung berapi Huaynaputina yang biasanya selalu tenang, tiba-tiba meletus dan menyebabkan sebagian Bumi tertutup abu tebal selama berbulan-bulan. Sinar matahari yang tidak dapat menembus atmosfer menyebabkan pendinginan global dan berakibat pada gagal panen di seluruh dunia.

Baca Juga
10 Ilustrasi Ini Bikin ‘Kids Zaman Now’ Sadar Bahwa Perbuatannya Sungguh Merugikan
5 Daerah di Indonesia Ini Berhasil Cetak Wanita Cantik dan Berpendidikan Tinggi, Jomblo Masuk

Letusan Terdengar Hingga 800 km Jauhnya

Gunung Huaynaputina dilihat dari Google Earth [Image Source]
Peneliti menceritakan letusan gunung Huaynaputina memuntahkan 12 km kubik abu vulkanik di langit dengan kekuatan tinggi. Bebatuan dan abu terbang di angkasa dan mulai jatuh ke Bumi dalam keadaan panas. Dengan mudah, material tersebut membunuh warga yang berada di sekitar.

Menewaskan Jutaan Orang

Ilustrasi hujan abu di kota Arequipa akibat erupsi Huaynaputina [Image Source]
Jika Gunung Krakatau menewaskan 36.000 jiwa, maka Huaynaputina menyebabkan jutaan orang di seluruh dunia kehilangan nyawa mereka. Secara langsung, gunung yang berada di selatan Peru ini ‘hanya’ menewaskan 1.600 orang, namun secara tidak langsung menyebabkan kelaparan di seluruh dunia yang berakibat pada kematian jutaan orang di Eropa dan Asia.

Berbagai Tumbal Tidak Mampu Mencegah Letusan

Suku Quechua adalah penduduk asli Peru mengadakan ritual untuk menghentikan bencana [Image Source]
Sekitar satu minggu sebelum letusan, seseorang mendengar suara dentuman dari bawah tanah dan asap keluar dari kawah Huaynaputina. Segera setelah mendapat laporan, kepala suku Quachea yang tinggal di kaki gunung bergegas mengirim berbagai tumbal mulai dari hewan ternak hingga gadis-gadis. Sayangnya tumbal-tumbal tersebut tidak bisa menghentikan kehendak gunung untuk memuntahkan lavanya.

Menyebabkan Kelaparan di Rusia

Gunung yang berada di selatan Peru ini membuat seluruh planet harus menanggung akibat letusannya [Image Source]
Abu vulkanik yang menutup langit di berbagai tempat menyebabkan sinar matahari tidak bisa masuk ke Bumi. Suhu di seluruh belahan Bumi mendingin dan berakibat pada gagal panen di berbagai tempat. Di Rusia khususnya, nyaris tidak ada hasil tani yang sukses dipanen. Mereka tidak bisa menghindari bencana kelaparan yang berlangsung hingga dua tahun kemudian. Bukan hanya Rusia, Jepang, Tiongkok, dan negara-negara Eropa juga harus merasakan dinginnya suhu saat itu hingga menyebutnya sebagai tahun tanpa musim panas. Panen anggur di Jerman terlambat sehingga produksi wine saat itu mengalami penurunan drastis.

Dianggap Sebagai Hukuman dari Tuhan

Haynaputina pernah meletus dengan lebih dahsyat sebelum tahun 1600, namun tak ada yang bisa memastikan kapan tepatnya [Image Source]
30 puluh tahun sebelum bencana, penjelajah Spanyol mulai menyebarkan agama katolik di Peru. Sebagian besar warga yang awalnya memuja dewa mulai berpindah agama dan meninggalkan ritual-ritual tradisional mereka. Mereka percaya Dewa yang pernah mereka puja marah dan memberi hukuman melalui letusan Gunung Huaynaputina.

Letusan Huaynaputina mungkin tidak sekeras Krakatau atau Tambora, namun dampak dari letusannya jauh lebih dahsyat dibandingkan dua gunung berapi di Indonesia tersebut. Sejarah mencatat belum ada letusan gunung berapi yang memiliki dampak lebih lama dan menjangkau daerah yang lebih luas daripada Huaynaputina. Saat ini Huaynaputina tidak menunjukkan aktivitas vulkanik apa pun, meskipun begitu menurut banyak orang gunung ini mungkin saja akan bangkit suatu ketika.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
Dulu Terkenal Sering Tampil Hot, Begini Kabar ‘Mama Abdel’ Sekarang yang Makin Bikin Deg-degan 5 Kejadian Nyleneh Orang Indonesia yang Terekam Google Street View, Awas Ngakak! 12 Kelakuan Pengguna Medsos “Kelewat Awam” Ini Dijamin Bikin Kamu Ngakak Jengkulitan Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo Inilah Beberapa Kelakuan ‘Gak Lazim’ Saat Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas, Kamu Pasti Salah Satunya 7 Aktris Sinetron Kolosal Cantik dan Seksi ini Pernah Menghiasi Layar Kaca Kamu Zaman Dulu Salut! 5 Artis Tajir Ini Nggak Segan Pamerkan Kelakuan Bak ‘Rakyat Jelata’ di Sosial Media Kisah Sedih Eva, Calon Pengantin Yang Tertabrak Kereta Saat Mengantar Undangan Pernikahannya 5 Ibu Mertua Paling ‘Membahayakan’ Sedunia Inilah Perubahan Wajah Thalia Maria Marcedes dari Cantik Sampai Cantik Banget Chatting Kids Zaman Now Minta Foto “Buka-bukaan” ke Gebetannya Ini, Endingnya Bikin Melongo Inilah 4 Pernikahan Super Mewah Anak Pejabat dan Konglomerat Indonesia yang Bikin Mata Terbelalak Kocak, Obrolan Orang Mesum PDKT Ngajak Chatting Endingnya Malah Bikin Ngakak Inilah 4 Alasan Mengapa Israel Harus Tunduk Hormat pada Indonesia Inilah Alasan Pakai Rok Saat Bersepeda Motor Sama dengan Bunuh Diri 10 Postingan Nyeleneh Pengguna Medsos Pamer Kemesraan, Berasa Pingin Nampol Lihatnya 4 Ciri-Ciri Ini Bisa Jadi Indikasi Kalau Sebuah Warung Pasang Jin Penglaris, Hati-Hati! Inilah 11 Status Kocak “Emak Zaman Now” di Medsos yang Bikin Minder Anak Muda Karena Kalah Eksis Belum 30 Tahun, 5 Cewek Cantik Zaman Now Ini Sudah Bergelimang Harta, Hampir Saingi Syahrini! Foto-Foto Ini Memperlihatkan Betapa Seru dan Kocaknya Adegan di Balik Layar Film Superhero Idaman Anak 90-an
BACA JUGA