Berprofesi menjadi seorang pilot pesawat terbang tentu menjadi dambaan setiap orang. Di Indonesia sendiri, peminat pekerjaan “bergengsi” ini tergolong tinggi. Namun sayangnya, antusiasme yang tinggi tersebut tidak sejalan dengan permintaan pasar. Menurut ikatan Pilot Indonesia (IPI), di Indonesia terdapat 26 sekolah pilot dan sebanyak 556 calon pilot yang masih belum mendapatkan pekerjaan.

Meski begitu, fenomena “pengangguran pilot” tersebut tidak serta merta melunturkan citra pilot sebagai profesi yang “berkelas”. Selain diganjar dengan gaji yang besar, profesi pilot di Indonesia juga dinilai setara dengan lulusan perguruan tinggi. Beberapa faktor “plus” di bawah ini ternyata juga banyak menarik minat anak negeri untuk menjadi pilot di Indonesia.

Pendapatan yang tinggi jadi alasan utama menjadi pilot

Gaji tinggi, jadi inspirasi

Seperti yang telah disebutkan diatas, gaji pilot yang tergolong “fantastis” juga menjadi salah satu daya tarik bagi seseorang. Salah satu contohnya datang dari maskapai nasional Garuda Indonesia. Bagi pilot junior yang berkarir di tahun-tahun pertama, nominal gaji yang diterima dapat menyentuh angka Rp 60 jutaan. Ini setara dengan gaji presiden Indonesia! Kemudian untuk pilot yang lebih senior, gajinya lebih tinggi lagi bahkan menyentuh angka seratusan juta lebih.

Bisa terbang gratis ke mana pun

Kemana-mana “gratis”

Tak dipungkiri, kesempatan menjelajah berbagai wilayah nasional maupun internasional juga membuat banyak orang “ngebet” ingin jadi pilot. Fasilitas lainnya yang bakal didapat adalah, “jatah” tiket gratis maupun diskon di bawah harga normal bagi anggota keluarga sang pilot tersebut. Nggak kepalang tanggung, tiket-tiket tersebut berlaku untuk semua rute penerbangan. Duh, mau dong jadi pilot.

Tunjangan berlipat-lipat yang menjamin masa depan

Asuransi berlipat bikin betah

Selain kompensasi nilai gaji yang selangit, tunjangan yang jumlahnya seabrek tersebut disinyalir menjadikan profesi pilot ini menjadi incaran banyak anak muda Indonesia. Selain tunjangan profesi, para pilot itu juga mendapatkan tunjangan non-cash berupa jaminan profesi, pensiun, penghargaan masa kerja hingga jaminan asuransi kecelakaan bagi keluarga. Intinya ketika seseorang jadi pilot maka ia sama sekali aman dari tanggungan kehidupan.

Meningkatkan rasa percaya diri di masyarakat

Profesi pilot bergengsi tinggi

Di tengah sulitnya mencari pekerjaan di Indonesia, berprofesi sebagai seorang pilot merupakan kebanggaan tersendiri, baik bagi keluarga maupun pribadi. Hal ini jelas karena tidak semua orang bisa menjadi seorang pilot. Selain seleksinya yang ketat, faktor akademik dan fisik juga menjadi pertimbangan utama untuk menjadi seorang pilot. Satu lagi, pilot juga bisa dibilang sebagai profesi dambaan mertua.

Dekat dan selalu dikelilingi gadis-gadis cantik

Selalu dikelilingi gadis cantik

Fakta bahwa kehidupan pilot sangat dekat dengan lingkaran pramugari dan “gadis-gadis cantik”, seolah menjadi daya yang tarik kuat bagi calon pilot laki-laki. Selain paras “ganteng” plus berkantong tebal dan bergelimang harta, membuat para pilot tersebut dapat dengan mudah mendekati seorang wanita. Tak heran, jika sering terdengar selentingan kabar sang pilot tersebut sering terlibat “hubungan spesial” dengan kru wanitanya alias pramugari tersebut.

Jenjang karir yang pasti dan menjanjikan

Jenjang karir yang menjanjikan

Di Indonesia, profesi pilot selalu dicari oleh banyak maskapai penerbangan untuk mengisi slot kemudi pesawat mereka. Menurut Wahyu Utomo selaku Kepala Badan Pengembangan SDM Kementerian Perhubungan, Indonesia selalu kekurangan jumlah pilot sebanyak 700 orang setiap tahunnya. Hal ini disebabkan semakin banyaknya armada pesawat yang didatangkan dan jumlah pilot senior yang memasuki masa pensiun. Namun sayangnya, jumlah lulusan sekolah pilot yang ada saat ini, belum mampu memenuhi kualifikasi yang ditetapkan.

Meski dari luar tampak “menggiurkan”, nyatanya menjalani profesi tidak semudah seperti yang dibayangkan. Selain bertanggung jawab pada nyawa penumpang, para pilot tersebut juga rentan terkena stress yang tinggi karena tekanan pekerjaan, jauh dari keluarga dan nyawa yang bisa melayang kapan saja. Tidak hanya memperhatikan fasilitas dan gaji-nya, faktor-faktor yang bisa menjadi ancaman tersebut juga patut dipertimbangkan sebelum memilih profesi sebagai pilot.