Pepatah lama yang mengatakan “jangan menilai buku hanya dari sampulnya” ternyata benar adanya. Menilai suatu barang bahkan manusia, tidak bisa hanya dengan apa yang kita lihat saja. Pepatah tersebut tepat untuk kejadian yang dialami warga Bengkalis Provinsi Riau. Nampaknya selama ini warga telah terpedaya oleh tampilan sosok bandar narkoba kelas kakap, Edi Jek.

Edi yang dalam kesehariannya di kampung selalu berbaik hati dan tak segan memberi pada warga miskin, ternyata menyembunyikan rahasia besar yang baru terkuak. Laki-laki yang saking baiknya hingga mendapat julukan godfather itu ternyata otak dari peredaran narkoba yang meluas di berbagai daerah di tanah air.

Edi Jek Dikenal Sebagai Orang Kaya yang Dermawan

Narkoba bukti kejahatan Edi Jek [image: source]
Pria yang berasal dari Desa jangkan Kecamatan Bantan itu dikenal sebagai sosok yang dermawan. Edi Jek pun diakui masyarakat selalu baik dalam pergaulannya sehari-jari. Orang-orang hanya tahu bahwa Edi adalah orang kaya karena mampu membeli Jetski. Tentang apa sebenarnya pekerjaan Edi, tak ada warga kampung yang tahu. Namun karena sikap baiknya kepada masyarakat, tak ada yang mengira kalau Edi adalah bandar narkoba. Saking baiknya, beberapa orang menjulukinya godfather.

Target Operasi Licin Yang Sulit Dibekuk

Pemusnahan narkoba di Mabes Polri [image: source]
Bukan perkara mudah untuk menangkap Edi Jek. Sebab diketahui bahwa bandar narkoba itu termasuk target yang licin dan kerap kali bisa lolos dalam pengejaran. Karena itu dilakukan operasi intelijen yang bahkan melibatkan Mabes Polri. Setelah menangkap dua orang kurir berinisial ZF dan AL pada tanggal 7 April 2017 lalu, akhirnya Edi bisa ditangkap. Pria itu kedapatan bersembunyi dalam tangki air di kediamannya.

Memiliki Narkoba Senilai Rp 80 Miliar

Ilustrasi narkoba [image: source]
Edi Jek tak bisa lagi menyangkal perbuatannya. Sebab telah ditemukan barang bukti berupa 160 ribu butir pil ekstasi serta 40 kilogram sabu. Nilai dari barang haram itu ditaksir mencapai nilai 80 miliar rupiah. Diketahui bahwa pria yang juga bekerja sebagai nelayan ini biasa menjemput narkoba yang berasal dari China di perbatasan Malaysia. Kendaraan yang dipakai adalah jetski dan kapal mesin yang dikemudikan oleh bawahan-bawahannya

Memasok Narkoba Hampir di Sebagian Besar  Wilayah Indonesia

Ilustrasi transaksi narkoba [image: source]
Sepak terjang bandar narkoba ini telah mendistribusikan barang haram berupa ekstasi dan sabu-sabu ke berbagai wilayah. Di antaranya jaringan Kota Medan, Jambi, Palembang, hingga ke Lampung. Lalu lintas narkoba itu sendiri dimulai dengan penjemputan barang dari kapal mesin menggunakan dua jetski dari perbatasan Negara Jiran, Malaysia. Setelah itu, barang tersebut di bawa ke rumah Edi Jek lantas disebarkan ke berbagai wilayah dengan kurir-kurir yang bekerja padanya. Temuan narkoba senilai Rp 80 miliar akhirnya dimusnahkan bersama-sama oleh pihak polisi, Kejaksaan, Dinas Kesehatan, dan instansi pemerintah provinsi di Mapolda Riau.

Terancam Hukuman Mati

Ilustrasi hukuman mati [image: source]
Keberadaan dua jetski, dua mobil (merk Honda dan Kijang Innova), serta kapal milik Edi Jek adalah hasil dari penjualan narkoba yang dilakukannya. Sementara untuk rumah akan diselidiki lebih lanjut asal-usulnya. Banyak pihak yang berharap agar Edi Jek diberikan hukuman mati. Mengingat perbuatannya tersebut telah membuat generasi tanah air banyak berguguran dan masa depannya hancur gara-gara peredaran narkoba yang dilakukannya.

Sepak terjang bandar narkoba kelas kakap yang selama ini meresahkan akhirnya tertangkap. Hal ini membawa angin segar serta optimisme masyarakat terhadap polisi di tengah maraknya korban narkoba yang berjatuhan.