Duta Besar Belanda dan Brazil Menarik Diri, Apa kata JK?

oleh venny
13:36 PM on Jan 19, 2015

Penegakan hukum tak boleh setengah-setengah, Indonesia kini sudah masuk darurat narkoba, maka itu sudah sepatutnya hukuman untuk bandar narkoba maupun mereka yang bermain dalam peredaran narkoba tak main-main. Terbukti kemarin, 6 orang terpidana kasus narkoba harus menjalani eksekusi mati karena keterlibatan mereka dengan narkoba.

Rupanya eksekusi mati terhadap 6 orang terpidana dengan kewarganegaraan yang berbeda-beda, membawa cerita di belakang. Duta Besar Belanda dan Brazil ditarik dari Indonesia sebagai bentuk kritik karena dua warga negaranya, Ang Kiem Soei (WN Belanda) dan Marcho Archer Cardoso Moreira (WN Brazil) ikut dieksekusi mati di Nusakambangan, Minggu (18/1/2015) kemarin.

Baca Juga
Mengenal Port Moresby, Kota ‘Paling Berbahaya’ yang Bertetangga Dengan Indonesia
Tajir tapi Dermawan, 5 Negara Ini Jadi Sasaran Bill Gates ‘Hambur-hamburkan’ Uangnya

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK)
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK)

Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) tak mau ambil pusing. JK bahkan menyatakan bahwa mereka seharusnya menghormati hukum yang berlaku di Indonesia, sebab Indonesia merupakan negara yang berdaulat. Indonesia tak ada kompromi bagi bandar narkoba.

“Ya memang suatu keputusan negara berdaulat seperti Indonesia, itu adalah kewenangan kita. Namun yang tetap kita jalankan adalah kepentingan nasional kita,” ujar JK di Kantor Wakil Presiden Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Senin (19/1/2015) seperti dilansir oleh okezone.

JK menambahkan, sebenarnya eksekusi mati terhadap 5 terpidana yang berkewarganegaraan asing tersebut mendapat kebaratan dari beberapa negara yaitu Belanda, Australia dan Prancis, yang mana keberatan tersebut disampaikan langsung oleh duta besar maupun menterinya kepada Presiden RI Joko Widodo. Namun sekali lagi, Indonesia adalah negara berdaulat yang segala keputusan dalam negaranya harus dihormati oleh negara lain.

Namun JK menegaskan bahwa sikap negara lain tersebut adalah bagian dari politik dalam negeri mereka. “Kalau mereka protes ya tentu kita hormati sebagai bagian dari politik dalam negeri mereka,” ujar mantan Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
5 Hal Gila yang Hanya Bisa Kamu Temukan di Thailand 8 Ilustrasi Tentang Kebiasaan Cewek-Cewek Ini Bakal Bikin Kaum Lelaki Gagal Paham Inilah 13 Potret Marion Jola, Finalis Indonesian Idol yang Viral Berkat Video Hotnya 5 Fakta Ngeri Sentinel, Suku Primitif Paling Sadis yang Pernah Ada 7 Fenomena ‘Salah Kostum’ Jokowi Ini Sukses Bikin Netizen Bertanya-tanya 4 Barang Ini di Indonesia Harganya Luar Biasa, Tapi di Afrika Orang Miskin pun Wajib Punya 6 Musisi Indonesia Ini Punya Permintaan Aneh Sebelum Manggung, Ada yang Minta Aqua Galon Buat Mandi Loh 10 Ucapan Iseng Saat Foto Nikahan Ini Bikin Ngakak Maksimal, Jangan Ditiru Ya! 4 Anak Raja yang Lebih Memilih Tetap Jadi Atlet Ketimbang ‘Ongkang-Ongkang’ Saja Miris, Orang-Orang Ini Tewas Saat Ulang Tahun Akibat Dikerjain Temannya Sendiri 10 Meme “Terperangkap Razia”, Jauh Lebih Pahit Ketimbang Ketemu Mantan di Jalan 7 Sisi Gelap Negara Thailand yang Wajib Kamu Tahu Sebelum Mengunjunginya! Pakai Narkoba Hingga Selingkuh, Ini 4 Kelakuan Istri Pejabat yang Bikin Ngelus Dada 5 Ramalan Menakutkan Nostradamus Tentang Tahun 2018, Siap-siap Dibikin Merinding! Miris! 7 Wanita Cantik Ini Ditemukan Tewas Tanpa Busana, No. 2 Masih Jadi Misteri 5 Sisi Gelap Dunia Pramugari yang Akan Menyadarkanmu Kalau Dunia Penerbangan juga Penuh Godaan Mengintip Koleksi Syeikh Rainbow, Orang Kaya Timur Tengah yang Punya Ratusan Mobil Raksasa Lingon, Suku Primitif Berfisik Eropa yang Hanya Ada di Indonesia 7 Sosok Pria Paling Aneh Dengan Keunikan yang Mencengangkan di Dunia Menguak Misteri Uang Logam 500 Rupiah Tahun 1991 yang Disebut-Sebut Mengandung Emas
BACA JUGA