Mengenal Dumolid, Obat Penenang Mematikan yang Sering Disalahgunakan Artis

Meski dijual bebas, namun harus sesuai dengan aturan dokter, kalau sembarangan, pidana menanti

oleh Arief Dian
15:00 PM on Aug 4, 2017

Penangkapan seorang artis kondang Tora Sudiro atas tuduhan penyalahgunaan obat psikotropika bikin heboh oleh para netizen. Usut punya usut, artis yang satu ini ditangkap karena terbukti membawa Dumolid. Bukan hanya Tora, istrinya pun juga ikut diciduk karena terbukti positif memakai obat tersebut.

Jadi apa sebenarnya Dumolid itu? Ternyata obat penenang yang satu ini masuk dalam jajaran psikotropika berbahaya loh. Namun demikian, obat ini bisa didapatkan dengan mudah di apotek terdekat. Loh kok bisa? Simak ulasan berikut agar kamu lebih paham mengenai obat yang satu ini.

Baca Juga
Kabar Siti Rohmah, Si Kasir Minimarket Cantik yang Kini Sukses Menjelma Menjadi Model
4 Harta Karun Indonesia di Luar Negeri, Konon Bisa Bikin Bumi Pertiwi Langsung Kaya

Sebuah obat penenang yang sangat berbahaya

Tidak sembarangan seseorang bisa mengonsumsi obat ini, pasalnya bahkan dokter sendiri sangat jarang menyarankannya terhadap pasien. Dumolid memang bukan sebuah narkotika, akan tetapi obat ini merupakan psikotropika yang berbahaya. Karena merupakan golongan psikotropika, biasanya obat ini digunakan sebagai penenang karena mempunyai efek bisa mempengaruhi pikiran sang penggunanya.

Dumolid 5 mg [image source]
Sedangkan di Indonesia, penggunaan obat yang satu ini sangat dibatasi, dan harus menggunakan ketentuan dokter. Bahkan ada undang-undang khusus yang mengatur obat Psikotropika itu yaitu, nomor 5 tahun 1997. Pastinya akan ada jeratan hukum yang bisa dikenakan pada penyalahgunanya.

Lalu apa dampak dari Dumolid tersebut

Seperti yang telah dijelaskan, Dumolid merupakan sebuah obat penenang keras yang bisa membahayakan penggunanya. Dari sisi medis, para pengguna Dumolid bakal mengalami  gangguan penglihatan seperti kabur, gemetar, sempoyongan, otot melemah, pusing, sakit kepala, ruam kulit dan bisa mengakibatkan kematian.

Berpengaruh pada psikis [image source]
Sedangkan dalam segi psikologis, para pengguna obat penenang ini bisa dengan mudah mengalami kecanduan parah, berkurangnya kewaspadaan, gelisah, rasa acuh yang sangat berlebihan hingga tulalit dalam jangka yang panjang. Oleh sebab itu penggunaan obat ini sangat dibatasi mengingat dampak terhadap tubuh yang sangat berbahaya.  BNN sendiri memasukkan obat penenang ini dalam psikotropika golongan IV dan memiliki nama lain Nitrazepam.

Penjualan Dumolid masih bebas secara online

Meskipun masuk kategori berbahaya, namun obat yang satu ini masih tetap dibutuhkan untuk kebutuhan medis. Oleh sebab itu perlu menggunakan rujukan dari dokter untuk membeli obat ini di apotek. Namun demikian, masih banyak apotek yang “nakal” dengan menjual Dumolid meskipun tanpa adanya rekomendasi. Bukan hanya itu, Dumolid juga banyak dijual secara online oleh beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab.

Penjual Dumolid Online

Hal ini jelas selain meresahkan juga berbahaya bagi masyarakat. Pasalnya dengan kemudahan menjual obat ini takutnya akan banyak penyalahgunaannya. Belum lagi ternyata harga 1 box Dumolid dijual sangat terjangkau. Hanya dengan modal Rp 100-200 ribu saja, barang ini bisa dengan mudah ada di tangan.

Banyak kasus penyalahgunaan Dumolid terjadi

Ternyata penyalahgunaan Dumolid di Indonesia ini sudah sangat sering terjadi. Sebelum penangkapan Tora Sudiro dan istrinya, ternyata masih ada deretan artis yang juga terjerat kasus yang sama. Misalnya kasus  Ridho Rohma atau Restu Sinaga yang terbukti membawa beberapa butir pil Dumolid.

Artis yang terbukti dumolid

Bukan hanya kalangan artis, pada tahun 2014 juga ditemukan beberapa PNS yang terbukti membawa obat penenang serupa. Pastinya sudah anda ancaman pidana yang menunggu para penyalahguna Dumolid ini, mulai dari kurungan sampai 5 tahun penjara hingga denda maksimal Rp 100 juta.

Apapun dalihnya, penyalahgunaan Dumolid tanpa anjuran dokter adalah sebuah tindak pidana. Selain bakal merusak fisik, pikiran pun jadi tercemari karena efek obat. Percuma kalau kita menghasilkan karya jika dipengaruhi oleh pengaruh obat, hasilnya sama saja dengan bohong. Jadikan Indonesia jauh dari narkoba.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
Dulu Terkenal Sering Tampil Hot, Begini Kabar ‘Mama Abdel’ Sekarang yang Makin Bikin Deg-degan 5 Kejadian Nyleneh Orang Indonesia yang Terekam Google Street View, Awas Ngakak! 12 Kelakuan Pengguna Medsos “Kelewat Awam” Ini Dijamin Bikin Kamu Ngakak Jengkulitan Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo Inilah Beberapa Kelakuan ‘Gak Lazim’ Saat Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas, Kamu Pasti Salah Satunya 7 Aktris Sinetron Kolosal Cantik dan Seksi ini Pernah Menghiasi Layar Kaca Kamu Zaman Dulu Yakin deh, 25 Pose Absurd Wisatawan dengan Patung Ini Pasti Bikin Kamu Cekikikan Melihatnya Salut! 5 Artis Tajir Ini Nggak Segan Pamerkan Kelakuan Bak ‘Rakyat Jelata’ di Sosial Media Inilah Perubahan Wajah Thalia Maria Marcedes dari Cantik Sampai Cantik Banget 5 Ibu Mertua Paling ‘Membahayakan’ Sedunia Chatting Kids Zaman Now Minta Foto “Buka-bukaan” ke Gebetannya Ini, Endingnya Bikin Melongo 4 Ciri-Ciri Ini Bisa Jadi Indikasi Kalau Sebuah Warung Pasang Jin Penglaris, Hati-Hati! Inilah Alasan Pakai Rok Saat Bersepeda Motor Sama dengan Bunuh Diri Inilah 4 Pernikahan Super Mewah Anak Pejabat dan Konglomerat Indonesia yang Bikin Mata Terbelalak Dulu Mewah, Anak Pencipta Lagu Nomor Satu di Indonesia Ini Sekarang Jadi Kuli Bangunan Inilah 4 Alasan Mengapa Israel Harus Tunduk Hormat pada Indonesia 7 Foto Ini Diambil Hanya Sesaat Sebelum ‘Musibah’ Datang Kocak, Obrolan Orang Mesum PDKT Ngajak Chatting Endingnya Malah Bikin Ngakak Inilah Fakta Micin, Benda yang Sering Difitnah Masyarakat Kekinian, Beneran Bikin Lemot? Foto-Foto Ini Memperlihatkan Betapa Seru dan Kocaknya Adegan di Balik Layar Film Superhero Idaman Anak 90-an
BACA JUGA