Pihak Google menjadi sorotan warganet dunia setelah dituding menghapus Palestina dari aplikasi Google Maps yang berbasis online miliknya. Kejadian yang cukup menghebohkan ini bukan hanya sekali terjadi. Sebelumnya, peristiwa serupa juga terjadi pada 2016 silam yang diklaim oleh sekelompok jurnalis di Gaza, Palestina.

Tak hanya soal peta yang tiba-tiba ‘hilang’ dari aplikasi Google Maps, ada beberapa hal menyedihkan lain yang pernah dialami oleh Palestina. Sayangnya, dunia seolah abai dan tak peduli. Lalu apa saja bentuknya? Simak selengkapnya berikut ini.

Membunuh wanita dan anak anak

Anak-anak dan wanita menjadi sasaran tentara Israel [sumber gambar]
Anak-anak dan wanita Palestina merupakan warga sipil yang kerap menjadi target penembakan oleh tentara Israel. Ketakutan akan adanya ancaman terselubung yang dianggap membahayakan personel di lapangan, menjadi pembenaran dari aksi keji tersebut. Para korban biasanya berjatuhan saat Intifada digelar untuk melawan tentara Zionis.

Menargetkan tenaga medis yang bertugas sebagai sasaran bersenjata

Tenaga medis Razan Najjar (baju putih) saat menolong rekannya [sumber gambar]
Tentara Israel juga sering menargetkan tenaga medis yang bertugas di wilayah konflik. Salah satu yang paling diingat adalah peristiwa penembakan seorang paramedis Palestina, Razan al-Najjar pada 2018 silam. Dirinya meregang nyawa setelah tubuhnya ditembus peluru dari pasukan bersenjata Israel (IDF), saat tengah berjuang di garis depan merawat pendemo yang terluka.

Merampas pemukiman penduduk Palestina di Tepi Barat

Pemukiman Palestina yang kini ditinggali oleh kaum Yahudi Israel [sumber gambar]
Kekejaman Israel berawal setelah kaum Yahudi memproklamirkan wilayahnya sebagai negara pada 14 Mei 1948. Usai memenangi Perang Enam Hari dan Perang Yom Kipur dengan negara-negara Arab di Timur Tengah, pasukan Zionis mulai merebut sedikit demi sedikit wilayah Palestina dari penduduk aslinya di sana. Terutama di wilayah Tepi Barat yang saat ini menjadi sengketa.

Menghalang-halangi bantuan kemanusiaan

Kapal Mavi Marmara yang disergap pasukan khusus Israel [sumber gambar]
Pasukan Israel juga kerap menghalangi bantuan internasional yang datang untuk Palestina dengan melakukan blokade di jalur-jalur darat yang strategis. Utamanya di wilayah Gaza. Tak hanya di darat, Israel juga pernah menggempur kapal bantuan kemanusiaan Mavi Marmara pada Senin 31 Mei 2010 dan menewaskan 10 orang sipil di dalamnya.

Menghapus Palestina dari aplikasi Google Maps

Masalah hilangnya peta Palestina di aplikasi Google Maps adalah kejadian terbaru yang saat ini menjadi sorotan. Tudingan tersebut datang dari akun Instagram @astagfirollah yang dilansir dari media Inggris, The Independent. Belakangan, klaim tentang Google telah menghapus wilayah Palestina dari aplikasi peta digital Google Maps ternyata tidak benar. Google sendiri tidak pernah memasukkan label Palestina di aplikasi peta miliknya tersebut.

BACA JUGA: Inilah Perbandingan Kekuatan Militer Palestina dan Israel, Ibarat Semut Lawan Gajah

Meski kekejaman di atas masih terus berlangsung hingga saat ini, mungkin hanya segelintir negara yang memang benar-benar mau membantu Palestina. Sisanya hanya sebatas mengecam tindakan, hingga menyerukan perdamaian antar kedua negara, namun tanpa aksi nyata yang benar-benar terlihat di lapangan. Terutama negara-negara Barat yang notabene sering berteriak lantang soal HAM.