Salah satu Guru SMP yang ada di Bintan bernama Ismaun sedang kalang kabut menghadapi masalahnya. Ya bagaimana tidak, Ismaun ditangkap oleh Satuan Reskrim Polres Bintan karena masalah yang tidak masuk di akal. Ia dibawa ke kepolisian lantaran dirinya bersama keempat temannya membeli solar di SPBU dengan menggunakan jeriken. Loh?

Ya, Ismaun ternyata mendapat penjelasan dari kepolisian kalau aksinya bersama teman-temannya itu melanggar hukum. Perbuatan mereka dianggap mencuri karena solar yang dimasukkan ke dalam jeriken biasanya dikirimkan ke para penadah untuk dijual dengan harga cukup tinggi. Padahal Ismaun dan teman-temannya tidak bermaksud untuk mencuri. Mereka membeli solar dengan jeriken untuk diberikan kepada kerabatnya yang berprofesi jadi nelayan.

Pak Ismaun dianggap mencuri solar [Sumber Gambar]
Terkait masalah di atas, mungkin Sahabat Boombastis bertanya-tanya mengapa membeli bahan bakar dengan jeriken melanggar hukum. Kalau alasannya hanya dianggap mencuri, sepertinya tidak cukup jadi alasan kuat. Nah, ternyata ini loh alasan mengapa membeli bahan bakar tidak boleh menggunakan jeriken.

Banyak orang menggunakan jeriken saat membeli bahan bakar [Sumber Gambar]
Yudy Nugraha, Area Manager Communication and Relation JBB Marketing Operation Region (MOR) III Pertamina menjelaskan beberapa alasannya. Pertama, ia menyebutkan kalau sebenarnya membeli bahan bakar menggunakan jeriken itu diperbolehkan untuk beberapa jenis saja Sahabat Boombastis. Seperti Pertamax, Pertalite, Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Pertamax Racing. Tapi itupun juga menggunakan jeriken khusus dan cara pengisiannya tidak boleh sembarangan.

Selain itu, ada faktor lain mengapa jeriken tidak diperbolehkan untuk membeli bahan bakar. Dilansir dari laman kompas.com, jeriken plastik berbahaya karena mengandung listrik statis. Ditambah dengan faktor lain yang mendukung di SPBU contohnya uap panas di dalam jeriken dan juga cara pengisian salah.

Hal ini sudah dibuktikan lho dengan kejadian di SPBU Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat. Pada waktu itu, ada seorang pemotor yang datang ke SPBU untuk membeli bahan bakar melalui jeriken. Dengan percaya dirinya, petugas SPBU langsung melayani si pemotor tanpa basa basi. Namun beberapa detik kemudian. muncul percikan api di lubang jeriken. Tidak butuh waktu lama, akhirnya percikan tadi berubah menjadi kobaran api yang cukup besar. Ya untung saja, petugas SPBU dengan sigap memadamkan api tersebut.

BACA JUGA : Jangan Disepelekan! 4 Hal Ini Sangat Haram Dilakukan Pada Saat Mengisi Bahan Bakar

Jadi itulah alasan mengapa jeriken tidak diperbolehkan untuk membeli bahan bakar. Bukan hanya untuk menaati aturan hukum, tapi juga karena jeriken yang cukup berbahaya jika terkena bahan bakar. Sebenarnya boleh saja, tapi wajib memperhatikan jenis dan juga cara pengisian bahan bakar ke jeriken. Nah, jerikennya pun sebaiknya menggunakan bahan alumunium yang tidak mudah menghantarkan listrik.