Upaya keras China dalam mengatasi wabah virus corona yang menjangkiti negaranya, rupa-rupanya memantik perhatian banyak pihak. Alih-alih bersimpati dan memberikan dukungan, beberapa dari mereka malah melakukan hal sebaliknya. Alhasil, tindakan ini pun menuai kecaman.

Salah satunya dilakukan oleh surat kabar Denmark Jyllands-Posten karena telah mengganti lambang bintang pada bendera China menjadi partikel virus corona. Mirisnya lagi, netizen +62 juga mengaitkan wabah tersebut sebagai azab bagi China. Lantas, seperti apa penderitaan masyarakat di sana setelah virus corona menyebar.

Ekonomi China dikabarkan melemah setelah adanya wabah Virus Corona

Akibat merebaknya virus corona yang dimulai dari Kota Wuhan, perekonomian China terancam mengalami kelesuan. Hal ini terjadi karena semua kegiatan di sana lumpuh total akibat kebijakan pemerintah yang melarang akses keluar masuk dari dan ke Wuhan. Alhasil, kota berpenduduk 11 juta jiwa itu menjadi sepi dari kegiatan manusia.

Suasana kota Wuhan yang sepi dari aktifitas manusia [sumber gambar]
Bahkan menurut Direktur Riset Pasar China Rhodium Group Logan Wright mengatakan, ekonomi China bakal terancam jika pemerintah tak bisa segera mengatasinya. “Jika ingin menyeimbangkan kembali ekonomi China, virus corona ini adalah peristiwa terakhir yang ingin Anda saksikan,” ucapnya yang dikutip dari CNNIndonesia.com (26/01/2020).

Bendera China dijadikan meme oleh surat kabar asal Denmark

Alih-alih menunjukkan empati, sebuah surat kabar di Denmark yang bernama Jyllands-Posten malah memuat sebuah kartun satir soal virus corona yang menyerang negeri tirai bambu itu. Diterbitkan pada Senin, sebuah bendera China dengan bintang-bintang kuning yang biasanya ditemukan di sudut kiri atas, ditukar dengan gambar sel-sel virus corona.

Bendera China yang dibuat meme bernada satir di sebuah surat kabar Denmark [sumber gambar]
Hal tersebut membuat pemerintah China berang dan menuntut permintaan maaf atas gambar tersebut. Meski demikian, pemerintah Denmark justru menanggapinya dengan santai. “Kami memiliki kebebasan berbicara dan berkumpul di Denmark, dan bukan bagi saya untuk memperdebatkan gambar atau komentar satir tentang ini. Diketahui bahwa kita memiliki (kebebasan berbicara), dan itu juga jelas bagi orang Cina, ucap Menteri Luar Negeri Denmark, Jeppe Kofod yang dikutip dari Thelocal.dk (28/01/2020).

Penyebaran Virus Corona yang malah dianggap sebagai azab oleh warga +62

Keresahan akan adanya komentar netizen Indonesia yang menganggap bahwa virus corona adalah azab, datang dari salah satu mahasiswa Indonesia di Wuhan, Hilyatu Millati. Dalam sebuah tulisan pada statusnya di Facebook yang diunggah pada 24 Januari 2020 itu, ia menyayangkan jika wabah virus corona dianggap sebagai azab.

Tangkapan layar tulisan Hilyatu Millati di Facebook dan petugas bermasker di China [sumber gambar]
Melihat komentar-komentar di berita tentang virus Corona di Wuhan, sebagian netijen justru menghujat dan menyimpulkan sebagai azab, saya hanya bisa istigfar. Komentar-komentar jahat itu tak ubahnya dengan virus Corona. Sama-sama penyakit, tulisnya dalam unggahan tersebut.

BACA JUGA: 10 Potret Penduduk Cina yang Takut dan Ketar-ketir Akan Wabah Virus Corona

Meski mengalami cobaan yang begitu berat, pemerintah dan masyarakat China tak menyerah begitu saja untuk melawan wabah virus corona. Selain upaya membangun rumah sakit darurat dalam jangka waktu 10 hari, warga setempat juga meneriakkan kata-kata penyemangat “Jiayou”, sebagai ungkapan bahwa mereka sanggup melewati cobaan yang ada.