Sebagai orang Indonesia, khususnya anda yang tinggal di dekat tempat wisata, anda tentu telah terbiasa melihat bule. Sebagian besar bule datang ke Indonesia untuk berwisata, sebagian lagi untuk urusan bisnis. Namun tidak sedikit pula bule yang menetap di Indonesia.

Baca Juga :Moment Memalukan Selebriti Dunia, Lupa Pakai CD Sampai Baju Melorot

Bule yang menetap di Indonesia biasanya adalah para ekspatriat, atau mereka yang telah memutuskan menikah dengan warga lokal. Namun, lima bule ini memiliki profesi unik yang tidak biasa dijalankan seorang bule. Mereka berdagang di pinggir jalan. Seperti apa keseruan profesi mereka? Berikut videonya.

1. Bule Jualan Gorengan

Penjual gorengan di pinggir jalan adalah hal yang mudah ditemukan di berbagai kota di Indonesia. Namun, bagaimana kalau ternyata penjual gorengan tersebut adalah seorang bule? Inilah yang terjadi di Surabaya dan menjadi pusat perhatian banyak masyarakat setempat.

https://www.youtube.com/watch?v=vxw2Ivq3o0Y

Fabrizio Urso adalah seorang bule asal Italia yang menuai perhatian itu. Pria yang sebelumnya berprofesi sebagai manajer di sebuah restoran itu memutuskan untuk memulai usaha mandiri dan berjualan gorengan. Omset penjualan makanan ringan yang diperoleh Fabrizio tidak sedikit. Dengan berjualan empat jam sehari, dia bisa meraup untung hingga Rp.500.000 per hari.

Selanjutnya : 2. Glenn Jualan Burger di Pinggir Jalan

2. Glenn Jualan Burger di Pinggir Jalan

Glenn, pria asal Amerika bertemu dengan wanita yang dicintainya di Indonesia. Diapun menikah dengan wanita asal Purwokerto itu dengan pernikahan yang diadakan dengan tata cara Jawa. Malangnya, beberapa tahun setelah pernikahan mereka, sang istri divonis terkena kanker rahim oleh dokter.

Untuk membantu biaya perobatan istrinya tersebut, Glenn yang sebelumnya berprofesi sebagai seorang guru rela berjualan burger dan donat. Dia berjualan di pinggir jalan dengan sebuah papan bertuliskan permohonannya agar pembeli membantu dia untuk mencari uang demi istrinya. Tidak hanya menjual, Glenn juga membantu proses pembuatan makanan yang dijualnya.

Selanjutnya : 3. Pemain Bola Asing Jual Jus

3. Pemain Bola Asing Jual Jus

Klub-klub bola di Indonesia memang banyak menyewa pemain-pemain asing untuk memperkuat timnya. Bahkan timnas Indonesia juga tidak luput dari wajah-wajah asing pemain naturalisasi. Oleh karena itu, cukup banyak bule yang tinggal di Indonesia dan berprofesi sebagai pemain bola.

https://www.youtube.com/watch?v=MLvAAMoUCQc

Serge Likinov adalah salah satunya. Namun sayangnya, klub yang diperkuat oleh Likinov terlibat masalah sehingga gaji pria asal Rusia itu tidak bisa dibayar. Demi keberlangsungan hidupnya, Likinov menjadi penjual jus di pinggir jalan. Dia mengatakan dia hampir saja mati kelaparan kalau saja tidak ada teman yang membantu dan mengajaknya berjualan. Likinov juga hampir diceraikan istrinya karena tidak memiliki penghasilan.

4. Mahasiswa Malaysia Jual Burger

Menjadi mahasiswa memang harus jeli melihat peluang. Banyak sekali yang bisa dilakukan mahasiswa untuk menambah uang saku dan memperpanjang riwayat bekerja. Dua mahasiswa asal Malaysia ini adalah contoh dari mahasiswa yang jeli melihat peluang.

Mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Medan ini melihat begitu banyak mahasiswa asal Malaysia yang sulit menemukan makanan yang pas di lidah mereka. Mereka akhirnya menjual burger yang mereka kreasikan dengan bumbu yang pas di lidah orang Malaysia. Dua mahasiswa ini akhirnya berhasil memiliki dua buah warung burger sederhana yang cukup laris.

5. Bule Jualan di Pameran Kemayoran

Tidak ada keterangan khusus soal siapa nama dan asal bule satu ini. Namun, tampaknya dia sudah sangat dekat dengan kehidupan orang Indonesia. Dalam sebuah ruangan pameran di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, pria ini berdagang dengan semangat.

Dia naik ke atas sebuah kursi dan mulai berteriak dalam bahasa Indonesia. Bahasa Indonesianya cukup fasih dan menarik perhatian dari pengunjung. “Perhatian! Perhatian! Harga spesial di sini! Ayooo! Ayo lagi,”teriaknya.

Itu tadi beberapa aksi bule berjualan di pinggir jalanan Indonesia. Sebagian dari kisah mereka sangat inspiratif dan haru. Ada juga yang menyedihkan, karena menjadi korban dari ketidakprofesionalan sebagian pihak.

Namun, mari kita ambil contoh baik dari para bule ini. Mereka tidak malu berjualan untuk menyambung hidup. Asal halal dan tidak merugikan orang lain, pasti ada pintu terbuka bagi rezeki. (HLH)