Banyak yang enggan bercocok tanam karena merasa ribet duluan dengan persiapan yang harus dilakukan. Belum lagi uang yang harus dikeluarkan untuk beli media tanam, polybag, media semai, pupuk dan yang lainnya.

Tapi di masa pandemi yang kebanyakan di rumah tapi biaya hidup terus bertambah, kita dipaksa kreatif buat bisa bertahan hidup. Salah satunya bagaimana bisa irit uang belanja lewat bertanam sayur dan buah sendiri di rumah.

Nah, ternyata sebenarnya bercocok tanam itu tidak harus banyak modal. Tinggal bagaimana kita mau kreatif untuk memanfaatkan hal-hal yang kita punya, salah satunya adalah kemasan makanan dan minuman plastik. Daripada numpuk jadi sampah rumah tangga dan biang nyamuk, yuk jadikan mereka lebih menghasilkan.

Hidroponik styrofoam, sulap kotak lalapan bekas jadi penghasil bahan makanan

Styrofoam dan gelas minuman bekas paling sering numpuk di rumah atau kos-kosan dan berakhir jadi sampah. Padahal kita bisa manfaatkan lagi jadi tempat menanam bibit atau sisa bahan dapur. Caranya mudah, buat 4 lubang pada kotak styrofoam. Besarnya sesuai diameter gelas minuman bekas bagian bawah. Setelah itu, lubangi pula sisi-sisi gelas tadi secukupnya untuk jalan keluar air dan akar.

Memanfaatkan sisa kotak makanan untuk hidroponik.

Masukkan media tanam ke dalam gelas plastik, beserta bibit yang ingin ditumbuhkan. Misalnya kangkung atau lettuce. Tutup kotak styrofoam berlubang tadi dan isi air secukupnya. Letakkan gelas-gelas berisi tanaman dan rawat dengan sabar. Siap-siap punya kebun dadakan setelah ini ya, Sobat Boombastis.

Hidroponik dari sisa botol soda

Botol plastik minuman literan juga bisa membantu kita bertahan hidup dengan jadi pengganti pot dan lahan untuk cocok tanam. Teknik ini juga cocok untuk menumbuh ulang sisa bahan dapur. Potong botol menjadi dua bagian. Kepala botol digunakan sebagai tempat media tanam dan berseminya tanaman kita.

Kita tempatkan dengan posisi terbalik, di dalam bagian bawah botol yang sudah diisi air. Jangan lupa berikan lubang sirkulasi di leher botol, agar air bisa meresap ke dalam. Tak hanya berguna untuk menghemat lahan, cara bertanam ini juga cantik banget sebagai pajangan rumah.

Pot gantung dari botol bekas

Masih seputar botol, teknik ini juga banyak digunakan di sisi-sisi dekat gapura perkampungan atau untuk rumah yang lahannya sempit. Caranya mirip dengan hidroponik dari sisa botol soda. Bedanya, tambahkan media gantung seperti bilah tripleks kayu atau gantungan di dinding. Dengan demikian, tidak ada alasan buat tidak berkebun meski tanpa lahan luas.

BACA JUGA: Begini Cara Tanam Cabai Merah Sendiri di Rumah, Bisa Dijual dan Hasilkan Ratusan Ribu!

Ketiga teknik di atas bisa digunakan untuk menanam sayur maupun tanaman hias jika Sobat Boombastis tidak punya banyak modal ataupun lahan. Jika biasanya hidroponik menggunakan banyak sekali pipa dan perangkat pendukung yang memakan biaya dan tempat, maka dengan metode ini bisa hemat ratusan ribu, tapi tetap memberi hasil yang produktif.