Entah sejak kapan, korupsi seperti sudah menjadi budaya di negeri ini.  Belum selesai dengan kasus Hambalang, Indonesia harus digegerkan dengan terkuaknya korupsi proyek e-KTP. Yang kedua itu sungguh luar biasa memang karena menurut data, negara menelan kerugian sampai Rp 2,3 triliun.

Luar biasanya, bila uang dengan jumlah sebanyak itu disusun, mungkin tingginya bisa mencapai tinggi menara Eiffel. Tumpukan uang tersebut juga tidak akan habis meski disebarkan-sebarkan dalam satu hari. Masih mengenai uang korupsi e-KTP, kira-kira apa sih yang bisa diperbuat dengan uang sebanyak itu? Simak ulasan berikut.

Membuat sebuah dream club untuk Indonesia

Dream club [image source]
Dengan uang korupsi e-KTP sebesar Rp 2,3 Triliun, Indonesia bisa membuat club sepak bola dengan pemain-pemain serta pelatih terkenal di dalamnya. Indonesia dapat  memasukan pemain-pemain ternama seperti Christiano Ronaldo seharga 95 juta Poundsterling, Lionel Messi  seharga  102 Poundsterling dan beberapa pemain-pemain terkenal lain. Uang itu pun masih sisa untuk membeli pelatih sekelas dunia seperti Antonio Conte untuk melatih club tersebut. Bayangkan bila itu terjadi, mungkin Indonesia bisa sangat bosan merajai Liga AFC.

Melakukan Misi Penerbangan Antariksa

Pesawat Luar angkasa [image source]
Beberapa tahun yang lalu NASA melakukan pelelangan kapal ulang -aliknya dengan harga Rp. 488 Miliar. Angka tersebut terlihat sangat kecil bila dibandingkan dengan biaya korupsi e-KTP yang baru saja terkuak. Andai saja tidak dikorupsi, Indonesia dapat membeli pesawat ulang-alik tersebut dan melakukan perjalanan keluar angkasa sendiri. Dalam sekali misi peluncuran keluar angkasa, dibutuhkan kurang lebih Rp. 1,5  Triliun. Berarti masih sisa sangat banyak.

Ratusan armada perang

Armada perang [image souce]
Dana korupsi e-KTP juga bisa digunakan untuk peningkatan alusista. Dengan uang  korupsi  Rp. 2,3 Triliun, kita dapat membeli lebih dari 50 awak pesawat drone dan lebih dari 50 tank tercanggih buatan negeri beruang merah. Indonesia bisa-bisa jadi salah negara super power yang bersanding dengan Amerika dan Rusia.

Membangun ribuan jembatan

Membutuhkan jembatan baru [image source]
Salah satu kendala yang dihadapi oleh Indonesia adalah masalah infrastruktur. Perkembangan pembangunan yang tidak merata  membuat masyarakat mengalami banyak kesulitan. Dengan menggunakan uang Rp. 2,3 Triliun, Indonesia dapat membangun 1000 jembatan baru. Karena pada tahun 2016, untuk pembuatan satu jembatan dibutuhkan biaya kira-kira Rp. 2,1 Miliar.

Memberikan anggaran sebesar  Rp. 1.000.000 ke 5 juta siswa

Anggran Pendidikan [image source]
Dalam program Kartu Indonesia Pintar, pemerintah memberikan anggaran Rp. 1.000.000 untuk setiap anak. Dengan Rp. 2.3 Triliun, ada 23 juta siswa Indonesia yang akan menerima anggaran tersebut. Hal itu bisa sangat membantu dalam pemerataan kesejahteraan di Indonesia.

Menutup biaya pengeluaran kesehatan

Anggran Kesehatan [image source]
Tak hanya untuk membiayai sekolah lima juta anak, uang korupsi sebesar Rp. 2,3 Triliun bisa pula digunakan untuk menggratiskan biaya kesehatan untuk jutaan orang. Dengan asumsi biaya BPJS tertinggi adalah Rp. 80.000 per tahunnya, maka akan ada 1,6 juta orang yang bisa menikmati hal tersebut. Luar biasa bukan?

Memberikan Makan Gratis Seluruh indonesia

Makan gratis [image source]
Seandainya uang Rp. 2,3 Triliun itu gunakan untuk membeli nasi kotak seharga Rp. 10.000, maka kita setidaknya akan mendapatkan sekitar 230 miliar buah. Jumlah ini tentu sangat cukup untuk memberi makan semua orang Indonesia yang jumlahnya hanya 240 jutaan. Bahkan jumlah 230 miliar nasi kotak bisa dipakai untuk makan semua orang Indonesia selama setengah bulan.

Puluhan ribu unit usaha baru

UKM baru bagi masyarakat [image source]
Uang korupsi sebesar ini juga bisa dipakai untuk membuat unit usaha baru. Jumlahnya sendiri begitu banyak tidak seribu atau dua ribu saja. Perkiraannya mungkin lebih dari 50 ribu usaha. Seumpama 50 ribu usaha ini jalan dan lebih dari separuhnya jalan, maka hasilnya bakal sangat terasa. Ekonomi Indonesia terutama di sektor menengah ke bawah akan sangat aktif dan memengaruhi perekonomian secara nasional.

Lihat, apa saja yang terjadi andai saja dana e-KTP tidak diselewengkan.  Luar biasa bukan? Yah, seharusnya para pelaku merasa malu karena dana tersebut bisa digunakan untuk kemajuan Indonesia.  Bukanya malah digunakan untuk kepentingan pribadi dan memperkaya diri sendiri. Para koruptor itu, secara tak langsung mereka membuat Indonesia melambat dan terpuruk.