Para Calon Jamaah Haji (CJH) yang akan berangkat menunaikan ibadah di tanah suci, kerap menyisakan kisah lucu yang tak pernah terpikirkan sebelumnya. Bagaimana tidak, di tengah persiapan untuk berangkat ke Arab Saudi, mereka terkadang sukses membuat sibuk petugas bandara maupun pendamping haji hanya karena benda-benda ‘tak biasa’ yang hendak di bawa.

Salah satunya seperti yang dialami oleh seorang jamaah kloter SUB (Surabaya). Dilansir dari jawapos.com, petugas bea dan cukai di bandara Madinah mengamankan lebih dari 600 bungkus bawaan calon jamaah haji (CJH) Indonesia, yang mayoritas merupakan obat kuat. Tak hanya itu, beberapa benda di bawah ini juga masih menjadi favorit para jamaah untuk dibawa saat hendak berangkat maupun meninggalkan tanah suci.

Membawa air zam-zam dalam jumlah yang berlebihan

Air zam-zam memang menjadi favorit untuk di bawa pulang oleh jamaah haji dari luar Arab Saudi seperti Indonesia. Sayangnya, jumlah dari cairan tersebut dibatasi dengan takaran tertentu sehingga memenuhi syarat untuk di bawa. Hal inilah yang kemudian menjadi masalah bagi jamaah asal Indonesia, terutama saat mereka hendak pulang ke tanah air.

Dilansir dari liputan6.com, Banyak koper jemaah haji Indonesia yang dibongkar paksa oleh petugas Saudi Airlines karena banyaknya air zam-zam yang dibawa dalam koper. Padahal, hal tersebut telah dilarang sebelumnya, di mana air zam-zam tidak diperkenankan untuk masuk ke dalam koper. Tak hanya merampas benda tersebut, koper para jamaah juga harus rela jika mengalami kerusakan karena dibongkar secara paksa.

Bawa Obat kuat yang diloloskan di Indonesia tapi disita oleh Arab Saudi

Selain air zam-zam, para CJH asal Indonesia juga kerap membawa benda-benda ‘unik’ lain yang sejatinya tak ada hubungannya dengan ibadah yang dilakukan. Salah satu kejadiannya dialami sendiri oleh jamaah kloter SUB (Surabaya) yang kedapatan membawa obat kuat dalam jumlah besar. Meski awalnya bisa lolos di Indonesia, namun tidak dengan Arab Saudi.

Dilansir dari jawapos.com, Petugas bea dan cukai di bandara Madinah mengamankan lebih dari 600 bungkus bawaan calon jamaah haji (CJH) Indonesia. Mayoritas merupakan obat kuat denan rincian 633 bungkus jamu khusus vitalitas lelaki, dan 6 dus jamu rapet wangi. Meski demikian, barang sitaan tersebut kemudian diberikan kepada panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) daerah kerja (daker) Madinah karena bukan kategori benda terlarang.

Bawa rice cooker, rokok hingga jimat yang menambah beban koper jamaah haji

Meski kegiatan selama berhaji berkaitan erat dalam rangkaian ibadah, masih ada saja jemaah asal Indonesia yang terkadang membawa benda-benda yang tidak ada hubungannya dengan hal tersebut. Dilansir dari merdeka.com, banyak dari mereka yang kedapatan membawa barang yang tidak perlu, seperti rice cooker, termos, rokok dan bahkan jimat.

Ternyata, ada maksud terselubung di balik benda-benda tersebut. Sesampainya di tanah suci, barang-barang seperti rokok ada yang kembali diperjualbelikan. Tak heran jika jamaah nekat membawanya dalam jumlah besar. Adapun dengan rice cooker, barang tersebut digunakan untuk membuat sarapan seperti mie instan dan menanak nasi. Sementara bagi mereka yang kedapatan membawa jimat, bakal ditahan oleh pihak BIN Bandara AMAA Madinah dan dikenakan denda.

BACA JUGA: Inilah 4 Kelakuan ‘Nyeleneh’ Jama’ah Haji Asal Indonesia yang Panen Kritikan Netizen

Benda-benda di atas sejatinya bisa dibawa oleh para jamaah, baik yang hendak berangkat maupun akan meninggalkan Arab Saudi. Asalkan, kuantitas jumlahnya sesuai syarat dan memenuhi aturan yang berlaku, baik di Indonesia dan Arab Saudi. Masalahnya, banyak yang dari mereka terkadang over dan berlebihan yang akhirnya berujung dengan penyitaan.