Panjat tebing pastinya bukan menjadi olahraga yang mempunyai banyak penggemar di Indonesia. Meski tergolong sepi peminat, namun olahraga yang andalkan kekuatan tangan kaki ini terus berkembang. Hal ini dibuktikan oleh salah satu atlet panjat tebing wanita yakni Aries Susanti yang harumkan nama negara di IFSC World Cup 2018.

Selain mampu ukir tinta emas di ajang dunia. Kiprah gemilang wanita 23 tahun ini menjadi bukti bahwa panjat tebing juga mampu raih prestasi. Sebagai atlet Olahraga Ekstrem, dara asal Grobogan Jawa Tengah ini, sudah menggeluti panjat tebing sejak dirinya masih sekolah dasar. Lalu seperti apa kisahnya sampai bisa harumkan nama negara di event internasional. Simak ulasannya berikut.

Menjadi wanita tercepat di ajang panjat tebing dunia

Awal mula dara berusia 23 tahun ini dikenal oleh dunia adalah saat memperagakan kemampuan hebatnya di ajang IFSC World Cup 2018. Kala itu Aries Susanti sukses mengalahkan lawan taguhnya asal Rusia. Berada di kelas speed world recond dara asal Grobogakan ini sukses catatkan waktu tercepat. Dilansir laman Kompas, ia menorehkan waktu 7,51 detik mengalahkan lawannya yang hanya bisa mencatkan waktu 9,01 detik. Kesuksesan Aries Susanti juga di ikuti oleh atlet panjat tebing lainnya asal Indonesia di ajang tersebut yakni, Aspar Jaelolo, dan juga Puji Lestari yang mendapatkan perunggu.

Atlet yang sering rajai kompetisi panjat tebing nasional

Aries Panjat Tebing [Sumber Gambar]
Selain raih prestasi hebat di ajang Internasional. Catatan manis dara berusia 23 tahun juga ditorehkan di kompetisi panjat tebing nasional. Dilansir laman JawaPos, Aries Susanti sudah memenangi berbagai macam Kejurnas panjat tebing seperti di tahun 2008 dan 2010 dan masih banyak lainnya. Kehebatan perempuan satu ini tidaklah di dapatkan dengan mudah. Pasalnya sejak duduk di bangku SMP, dirinya sudah gigih menempa kemampuan panjat tebingnya tersebut. Terlahir bukan dari orang tua atlet olahraga ekstrem apa yang didapatkan oleh Aries Susanti pastinya sangat menakjubkan.

Prestasi hebatnya membuat dirinya jadi rebutan

Menjadi Juara [Sumber Gambar]
Kegemilangan sebagai seorang atlet menjadikan namanya banyak diminati. Tak jarang dirinya di datangkan khusus untuk memperkuat suatu tim atau daerah untuk mendulang prestasi. Lantaran hal inilah sempat membuatnya menjadi rebutkan oleh pihak KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) di Jawa Tengah. Imbas dari populernya namanya tersebut membuat sudah beberapa kali harus rela berpindah sekolah, dari mulai SMA 9 sampai ke sekolah menengah atas 1 di Grobogan Jawa Tengah. Dan saat ini dirinya tercatat sebagai salah satu di universitas swasta di daerah Jawa Tengah.

Siap menjadi tumpuan cabang panjat di ASIA Games

Tumpuan Negara [Sumber Gambar]
Ajang IFSC World Cup 2018 yang di selenggarakan di Tiongkok itu bukan menjadi kompetisi panjat tebing terakhir untuknya. Pasalnya Aries Susanti juga akan menjadi salah satu ujung tombak Indonesia mendulang emas di ASIA Games 2018. Apabila melihat kegigihan dan beberapa hasil memuaskan target yang dibebankan pemerintah sangat mungkin untuk di wujudkan. Besar harapan apabila dara cantik asal Grobokan nantinya mampu ukir cerita manis bersama atlet panjat tebing lainnya. Saat ini dirinya tengah menjalankan pelatihan nasional di daerah Jawa Tengah.

Kisah hebatnya berawal dari daerah terpencil di Jawa Tengah

Latihan Panjat Tebing [Sumber Gambar]
Sebelum raih banyak prestasi membanggakan tadi, Arie Susanti berangkat dari daerah terpencil di daerah Grobogan Jawa Tengah. Dan dahulu dirinya bukanlah atlet dari olahraga ekstrem tersebut. Baru saat duduk di bangku SMP ia menekuni panjat pinang. Melalui guru di sekolahnya ia terus berkembang dan semakin olahraga satu ini. Lewat kejuaraan nasional panjat tebing di UPN namanya terus melejit hingga sekarang. Sementara untuk ia bisa berlatih dara 23 tahun ini rela untuk berlatih jauh dari kampungnya. Dilansir laman JawaPos. Aries Susanti berlatih di Desa Jangkungharjo, Kecamatan Brati. Jika mendekati lomba dia berlatih di Solo, Semarang, hingga Jakarta.

Kisah hebat perempuan satu ini dalam urusan panjat tebing, menunjukkan kepada kita apabila wanita juga mampu mendulang prestasi untuk negara. Dan olahraga minor seperti panjat tebing juga mampu harumkan nama negara di ajang Internasional. Semoga ke depan akan semakin banyak atlet berpreStasi di Indonesia.