Malang adalah kota yang sejuk dan asri. Udara dinginnya membuat Malang sering dijadikan tempat persinggahan dari zaman Belanda dulu. Tak heran jika ada banyak sekali bangunan tua bergaya Eropa di kota ini, salah satunya adalah Wisma Tumapel.

Bagi yang senang berburu foto, Wisma Tumapel tentu bukan nama yang asing lagi. Terletak di Tumapel Nomor 1 Kiduldalem, Klojen, Malang, bangunan ini adalah salah satu spot andalan fotografer meski terkenal bernuansa seram. Bangunan megah ini terlihat lebih horror karena dibiarkan dalam kondisi tidak terawat. Nah, maka dari itu kali ini Boombastis.com akan membahas tentang sejarah serta berbagai kisah seram yang pernah terjadi di Wisma ini.

Bekas hotel milik Belanda

Wisma Tumapel saat masih Hotel Splendid [Sumber gambar]
Diabangun pada tahun 1928, gedung ini dulunya bernama Hotel Splendid milik Belanda. Pada masanya, ia masuk dalam jajaran hotel dengan fasilitas mewah dan modern. Lalu, pada masa peralihan kepada pemerintahan Jepang tahun 1944, Hotel Splendid dijadikan sebagai kantor pemerintahan. Lalu, setelah Indonesia merdeka pada 1945, masyarakat sepakat untuk membakar gedung tersebut karena merupakan fasilitas asing.

Sempat dijadikan sebagai ruangan kelas dan wisma dosen

Ketika dijadikan wisma dosen dan ruang kuliah [Sumber gambar]
Pasca dilalap api, gedung berganti kepemilikan dan ruangan yang tersisa akhirnya dijadikan sebagai wisma dosen dan ruang kelas FKIP (Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan) Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya. Pada tahun 1968, gedung kembali pindah tangan dan menjadi milik IKIP Malang yang saat ini dikenal dengan Universitas Negeri Malang (UM). Pada tahun 2009, Wisma Tumapel dikosongkan untuk kemudian dibangun kembali menjadi hotel. Sayang, walau sudah ada rencana renovasi sejak 2013, hal tersebut tak pernah terealisasi. Para investor yang tertarik pun mundur perlahan karena hal kepemilikan yang masih belum jelas.

Pengakuan pengunjung tentang penampakan Noni Belanda

Salah satu ruangan kosong [Sumber gambar]
Bangunan yang kosong selama bertahun-tahun, tak terawat tentu menimbulkan spekulasi masyarakat akan adanya makhluk astral yang menghuni tempat itu. Mitos ini ternyata juga dibuktikan dengan pengakuan pengunjung tentang penampakan Noni Belanda berwajah rata yang kerapkali muncul di lorong bangunan. Sang penjaga wisma juga mengatakan bahwa pengunjung tak boleh berteriak, mengatakan kata kotor serta melihat beberapa ruangan yang memang terlarang untuk dibuka. Bahkan menurut beberapa sumber, di bagian lantai 2, memasuki ruangannya saja akan menimbulkan sensasi yang berbeda.

Misteri makam yang berada di samping bangunan

Wisma Tumapel [Sumber gambar]
Selain penampakan Noni Belanda, ada misteri lain yang tak kalah menyeramkan yaitu kuburan yang ada di samping bangunan. Tidak diketahui sampai sekarang, berita tersebut juga masih simpang siur. Ada yang mengatakan bahwa makan tersebut milik Joko Lelono (Tunggul Rogo), seorang abdi dalem Ken Arok yang menjadi perawat kuda. Melalui kaskus.co.id, salah satu pengunjung pernah bercerita jika ia melihat seonggok sosok putih di atas kuburan yang tiba-tiba bisa menghilang begitu saja. Bisa simpulkan sendiri apa yang dilihat oleh si pengunjung itu ya!

Ya, kita memang hidup berdampingan dengan makhluk lain di dunia ini. Mengenai berbagai sosok yang kerap terlihat di Wisma Tumapel, hal tersebut bisa saja terjadi mengingat ruangan yang kosong bertahun-tahun, kotor dan tak terawat, pasti ada yang menjadi penghuninya. Tetapi, meski lekat dengan citra seram, bangunan ini tetap salah satu bukti penting sejarah yang ada di Malang.