Potret keluarga yang harmonis, merupakan kunci utama untuk meraih kebahagiaan dalam kehidupan berumah tangga. Jika hal tersebut tidak ditemukan dalam sebuah pernikahan, bisa dipastikan kondisi buruk seperti perceraian hingga beragam hal negatif lainnya, akan mudah terjadi.

Tampaknya, hal inilah yang kini dialami oleh Andi Sudriman. Datang jauh-jauh dari kampungnya menuju ke Jakarta, ia malah hidup terlunta-lunta karena kehabisan uang. Tak hanya itu, ia juga mengaku telah ditelantarkan oleh sang Istri dan kini harus menanggung kedua anaknya yang masih balita. Seperti apa kisah pilunya menggelandang di Jakarta, simak ulasan dibawah berikut.

Hidup terlunta-lunta dijalanan

Hidup di jalanan ibukota [sumber gambar]
Sekali lagi, Jakarta memamerkan kekejaman khas ibukota bagi perantauan yang mencoba mengadu nasib di Ibukota. Salah satunya Andi Sudirman yang berasal dari Bone, Sulawesi Selatan. Tidak jelas bagaimana caranya ia tiba di Jakarta, Andi Sudirman juga membawa serta kedua anaknya yang digendongnya didepan dan belakang tubuhnya. Yang miris, ia mengaku hidup menggelandang bersama kedua buah hatinya setelah ditinggal oleh sang istri.

Menolak bantuan dari mereka yang bersimpati

Menolak uang karena bukan pengemis [sumber gambar]
Datang ke Jakarta tanpa membawa uang yang cukup, membuat Andi Sudirman kesulitan secara finansial. Berjalan ribuan puluhan kilometer tanpa menggunakan alas kaki, Andi Sudriman juga membawa kedua anaknya dengan selembar kain untuk menggendong mereka. Para pengguna jalan yang iba terhadap kondisinya, sering berhenti sejenak untuk memberi uang. Namun, ia menolaknya secara halus dan menegaskan bahwa ia bukanlah seorang pengemis. Tujuannya hanya satu, yaitu ingin pulang kembali ke kampung halamannya di Bone.

Kisah mirisnya yang viral hingga mengundang iba Dinas Sosial DKI Jakarta

kisahnya mengundang simpati banyak pihak [sumber gambar]
Kisah Andi Sudirman yang banyak menyebar di sosial media, tak hanya menarik perhatian netizen yang merasa kasihan pada sosok pria dua anak tersebut. Tak kurang, Dinas Sosial DKI Jakarta pun merasakan hal yang serupa. Nantinya, pihak Dinas Sosial akan berfokus untuk memberikan perlindungan dan memulangkan Andi Sudirman ke kampung asalnya. Maraknya modus pengemis yang membawa anak juga menjadi alasan bagi Dinas Sosial DKI Jakarta agar segera mengamankan keberadaanya.

Akan ditangani secara khusus

Keluarganya akan ditangani secara khusus [sumber gambar]
Meski terbukti bukan warga asli DKI Jakarta, Andi Sudirman dan kedua anaknya akan ditangani secara khusus oleh Dinas Sosial. Menurut rencana, Andi Sudirman akan dibekali dengan semacam pelatihan agar bisa mandiri dalam kehidupan selanjutnya. Keduanya pun akan mendapat perlakuan yang sama. Mereka akan ditampung di Panti Asuhan hingga mencapai usia dewasa atau menunggu perkembangan Andi Sudirman bisa dinyatakan bisa mandiri dalam ekonomi.

Fakta sesungguhnya dibalik pria yang terlantar bersama kedua anaknya di Jakarta

Fakta sesungguhnya telah terkuak! [sumber gambar]
Namun, dibalik kisah pilu tersebut, ternyata telah terungkap sejumlah fakta mengejutkan mengenai sosok Andi Sudirman yang sesungguhnya. Diketahui, dirinya juga sempat dipulangkan pada 2016 silam oleh Dinas Sosial DKI Jakarta. Menurut pihak Dinas Sosial DKI Jakarta, ia juga pernah marah-marah kepada kepada instansi tersebut karena hanya diberi tiket kapal laut untuk pulang ke Bone. Padahal, saat itu dirinya ingin naik pesawat terbang untuk kembali ke kampung halamannya. Namun semua cerita tersebut dibantahnya. Ia yang merupakan seorang penjual buah, mengaku hidup rukun dengan sang istri dan belum pernah sekalipun pulang ke kampung halamannya di Bone, Sulawesi Selatan.

Tak pelak, kisah Andi Sudriman yang mengundang rasa iba pada awal cerita diatas, sangat menggugah rasa kemanusiaan. Namun setelah terkuaknya beberapa fakta sebenarnya mengenai sosok Andi Sudirman yag sebenarnya, membuat kita harus lebih jeli terhadap fenomena-fenomena tersebut. Bukan untuk berprasangka jelek, namun kita harus tetap berhati-hati ya sobat Boombastis, agar lebih selektif dalam melihat dan menanggapi berita yang ada.