Sebagai orang-orang yang memiliki kecerdasaan jauh melampaui manusia kebanyakan, terkadang ada saja kejutan dan kisah-kisah menarik datang dari mereka. Di usianya yang terbilang ‘dini’, anak-anak ini justru memperihatkan kejeniusan yang dimilikinya, jauh melebihi orang-orang dewasa. Tak heran jika mereka berhasil meraih apa yang seharusnya belum saatnya dicapai.

Jika anak seusia mereka normalnya masih berada d bangku SMP dan SMA, anak-anak cerdas ini rata-rata telah berkutat dengan jenjang pendidikan sekelas universitas. Tak melulu di bidang pendidikan, salah satu anak yang bernama Musa Bin Laode Hafish bahkan telah menjadi penghafal Al-Qur’an di usianya yang masih belia. Penasaran, yuk lihat siapa saja anak-anak jenius Indonesia ini.

Musa Izzanardi Wijanarko masuk ITB pada usia 14 tahun

Jika lazimnya anak usia 14 tahun masih mengenyam pendidikan di bangku SMA, lain halnya dengan sosok Musa Izzanardi Wijanarko. Di umurnya tersebut, diterima masuk Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Institut Teknologi Bandung ( ITB). Diketahui, Izzan ternyata menyukai pelajaran di bidang matematika dan fisika. Tak jarang ia kerap mengasah keterampilannya di bidang tersebut seorang diri.

Yuma Soerianto yang dipuji bos Apple karena keahlian pemrograman

Memiliki kecerdasan dan keahlian di bidang pemrograman komputer, Yuma Soerianto yang masih berusia 9 tahun sukses membetot perhatian kalayak ramai. Meski lahir dan tinggal di Australia, ia merupakan putra dari orang tua yang berasal dari Indonesia. Salah satu momen yang membuatnya dirinya dikenal adalah, saat Yuma bertemu dengan CEO, bos tertinggi Apple Tim Cook yang terkesan dengan kemampuannya.

Bhagas Nakshatrasakti dinobatkan sebagai mahasiswa termuda UGM

Jika dilihat sekilas, tak ada yang aneh pada sosok Bhagas Nakshatrasakti. Sama-sama mengenakan almamater layaknya mahasiswa baru di UGM, siapa sangka jika usianya masih 15 tahun. Pada umur yang begitu muda, Bhagas yang lahir di Jakarta pada Jakarta 23 Oktober 2003 ini inobatkan sebagai mahasiswa termuda Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 2019.

Musa Bin Laode Hafish jadi penghafal Al-Qur’a yang harumkan nama Indonesia

Saat anak seusianya masih sibuk bermain-main, Musa Bin Laode Hafish justru berhasil mengukir prestasi sebagai penghafal Al-Qur’an sebanyak 30 juz. Tak hanya itu, kemampuan Musa ini juga berhasil membawa nama Indonesia harum di mata dunia, di mana berhasil menyabet gelar juara ketiga dunia di ajang hafalan Alquran tingkat internasional di Jeddah, Arab Saudi.

Diki Suryaatmadja yang ahli fisika di Universitas Waterloo Kanada

Nama Diki Suryaatmadja menjadi viral lantaran menjadi mahasiswa termuda di Universitas Waterloo, Kanada di usia 12 tahun. Hebatnya, kecerdasan bocah kelahiran Bogor, 1 Juli 2004 ini diketahui saat duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK), di mana pengetahuan anak seusianya sudah setara dengan orang cerdas dewasa. Meski tak ubahnya seperti anak-anak kebanyakan, yang membedakan adalah kesukaannya akan bidang fisika dan berkutat dengan rumus-rumus sulit.

BACA JUGA: 3 Orang Pintar Indonesia di Usia Muda yang Keberadaannya Disegani Dunia Internasional

Keberadaan anak-anak cerdas di atas, merupakan keuntungan tersendiri bagi Indonesia. Terutama jika diberi fasilitas dan bantuan oleh negara, dalam beberapa tahun ke depan mereka akan menjadi orang-orang jenius pada bidangnya masing-masing. Heran ya gengs, di kasih makan apa sih kok bisa pinter gitu. Ada yang tau Sahabat Boombastis?