Bagi seorang pencinta bola, kekurangan fisik bukanlah penghalang untuk terus memainkan olahraga satu ini. Bahkan mereka yang alami keterbatasan tersebut kerap menjadi inspirasi untuk orang lain yang bernasib sama. Seperti contohnya Yudhi Yahya penyandang kekurangan fisik yang kini menjadi ketua atau kapten dari kesebelasan bernama Indonesia Amputate Football atau INAF. Klub sepak bola amatir yang berisikan semua orang pernah di amputasi kakinya.

Perjuangan Yudhi Yahya adalah bukti bagaimana setiap orang yang berusaha pastinya akan mendapatkan jalan. Kendati kini INAF belum banyak diketahui, namun tim ini seperti menjadi kehidupan kedua untuk orang-orang yang tidak memiliki tubuh lengkap. Lantas seperti apakah perjuangan Yudhi Yahya untuk bangkit dan jadi ketua klub INAF itu? Untuk mengetahuinya simak ulasannya berikut ini.

Bangkit adalah cara terbaik Yudhi Yahya melawan nasib nahas

Bangkit lewat INAF [Sumber Gambar]
Selain berdoa dan berpasrah diri akan semua masalah, bangkit rupanya menjadi cara efektif untuk seseorang bisa melewati sebuah nasib nahas. Seperti apa yang dilakukan seorang Yudhi Yahya yang terpuruk lantaran harus rela kakinya di amputasi setelah alami kecelakaan parah. Bagi pria satu ini bisa bertahan kondisi tersebut bukanlah perkara yang mudah. Yudhi mengaku sempat jatuh di titik nadir selama dua tahun. Bahkan dalam prosesnya kembali ia juga selalu mengurung diri. Namun dengan berjalannya waktu semangat bangkitnya seperti menjadi alat ampuh melawan nasibnya.

Dunia maya membantu proses bangkit seperti sekarang

Ilustrasi berselancar dunia maya [Sumber Gambar]
Sebelum hal tadi, rupanya dunia maya menjadi jembatan untuk dirinya bisa bangkit seperti sekarang. Dimulai dengan bergabung sebuah grup Facebook yang berisikan orang bernasib sama. Perlahan Yudhi Yahya seperti mendapatkan sebuah angin perubahan untuk hidupnya. Puncaknya adalah kala dirinya bergabung dengan sebuah komunitas bernama Federasi Kesejahteraan Penyandang Cacat Tubuh Indonesia (FKPTCI). Melalui tempat tersebut Yudhi mengaku hidupnya berubah 180 derajat, dengan sedikit demi sedikit memberanikan diri untuk mengenal dunia luar. Sampai akhirnya kini mampu mengispirasi banyak orang bernasib sama.

Semangatnya, menjadi atlet membuatnya kalahkan banyak rintangan

Semangat mengalahkan segalanya [Sumber Gambar]
Dalam perjalanannya mengenal dunia luar, semangatnya untuk bisa menjadi atlet perlahan berkobar. Alhasil ia memberanikan diri untuk mengikuti sebuah seleksi atlet dalam cabang olahraga Boling tahun 2015 lalu. Olahraga ini dipilih lantaran memiliki peluang besar untuk bisa mewujudkan mimpinya dan masih sepi peminat. Namun, kata gagal menjadi penanda usaha pertamanya di Boling. Kendati sempat dijanjikan untuk dihubungi, namun pada akhirnya sepak bola lah yang mewujudkan mimpinya menjadi seorang atlet. Tekadnya kuat menjadi gambaran semangatnya kini telah mengalahkan banyak rintangan dalam hidupnya.

INAF kini menjadi tempat yang memberikan harapan untuk orang berkebutuhan khusus

Hadirnya ia ke dunia si-kulit bundar seperti menjadi garis yang sudah ditakdirkan. Pasalnya berkat dirinya menggeluti olahraga ini banyak yang bernasib sama menjadi bisa bangkit. Banyak atau sedikit, berkat klub INAF orang-orang seperti Yudhi mendapatkan kehidupannya lagi. Anggota tim ini yang notabene kekurangan fisik seperti tidak mempunyai masalah kala memainkan sepak bola. Ceria dan wajah-wajah semangat terpancar kala penulis menyaksikan tayangan latihan para punggawa INAF.

Kalau pernah ada pepatah yang mengatakan yang bisa mengubah takdir adalah dirimu sendiri. Yudhi Yahya sepertinya menjadi contoh nyata akan hal tersebut. Kendati bukan tim dengan ragam prestasi, namun berkatnya kini banyak orang yang pernah di amputasi mendapatkan kehidupan keduanya. Besar harapan apabila ke depan klub ini mampu semakin banyak mewadahi pencinta bola yang berkebutuhan khusus.