Militan begitulah kata yang pas untuk menggambarkan suporter sepak bola di Indonesia. Melalui beberapa aksi mereka kompetisi bola tanah air menjadi lebih semarak. Meski tak jarang menimbulkan kerugian lantaran bentrokan dengan pendukung tim lain. Tapi tetap saja tanpa para suporter tanah air sepak bola nasional tidak bisa sebesar seperti sekarang.

Aksi unik dan inovatif menjadi ciri khas pendukung bola tanah air yang tidak ada duanya. Apabila di luar mampu menyanyi menjadi suatu hal yang besar. Hal tersebut pastinya menjadi suatu yang biasa bila di Indonesia. Bahkan demi mendukung tim yang dicintai menang, mereka rela melalukan hal nyeleneh yang sering bikin orang lain geleng-geleng kepala. Untuk mengetahuinya simak ulasannya sebagai berikut.

Menggemakan Sholawat di dalam stadion untuk tim tercinta bisa menang

Suporter Barito [Sumber Gambar]
Suporter tim Barito Putera pastinya bukanlah yang terbesar di Indonesia. Namun aksi uniknya saat mendukung tim Kalimantan tersebut menjadi hal langka di kompetisi tanah air. Kalau biasanya para pendukung bernyanyi atau membuat koreo, mereka malah melakukan sholawat di dalam stadion. Dilansir dari laman Banjarmasin Post, aksi suporter ini dilakukan agar tim Barito Putera mampu meraih hasil positif berupa kemenangan. Tidak hanya itu saja, pasalnya menurut Frans Rabon dengan bersholawat dapat meredam para pendukung tidak melakukan tidaknya yang dapat merugikan tim.

Melakukan ritual menolak bala agar tim yang di dukung menang

Suporter unik [Sumber Gambar]
Hal unik lain dari suporter Indonesia adalah ritual nyeleneh yang sering mereka lakukan di dalam stadion. Seperti apa yang pernah dilakukan oleh mendiang Agus Jamali. Pria asal Pasuruan ini pasti akan datang ke tempat pertandingan dengan membawa cambuk. Alat tersebut digunakannya sebagai media untuk menolak bala berupa kekalahan tim yang di dukung. Selain membawa cambuk pria memiliki badan besar ini juga sering melumuri tubuhnya dengan bedak apabila klub yang dibelanya mencetak gol. Aksinya ini juga dilakukan saat dirinya mendukung Timnas berlaga.

Ikut serta mendukung perdamaian di negara dunia yang perang

Suporter Perdamaian [Sumber Gambar]
Meski selalu terlihat arogan para suporter Indonesia juga memiliki jiwa kemanusiaan yang tinggi. Hal ini dibuktikan dengan membentangkan bendera Palestina di dalam stadion. Meski aksi ini selalu mendapatkan saksi oleh PSSI, tapi kejadian ini menunjukkan pada kita semua bahwa mereka tidak hanya bisa berbuat onar saja. Bermula dari pendukung Persib Bandung yang iba melihat derita orang Palestina lalu dibuatlah aksi tersebut. Setelah kejadian tersebut banyak suporter asal Indonesia melakukan hal serupa. Bahkan beberapa pendukung kesebelasan itu sampai membuat penggalangan dana untuk dikirim daerah konflik.

Demi meneror lawan mereka rela jadi makhluk halus

Suporter jadi pocong [Sumber Gambar]
Aksi meneror lawan pastinya menjadi aksi lumrah yang dilakukan suporter. Melalui cara inilah pemain ke 12 ini bisa membantu timnya bisa meraih menang. Salah satu caranya yang sering dilakukan adalah mengenakan pakaian yang menyerupai makhluk halus. Pada umunya mereka akan berdandan layaknya memedi tersohor tanah air seperti pocong, buto ijo dan gendruwo. Hal ini tentunya sangat baik lantaran dengan kreativitas mereka dapat menjauh dari tindakan perusakan atau bahkan keributan. Dengan aksi inilah yang membuat kompetisi sepak bola Indonesia lebih semakin semarak.

Mendukung tim kesayangan dari tempat yang ekstrem

Suporter Persik [Sumber Gambar]
Mahalnya harga tiket dan kapasitas stadion yang tidak mencukupi bukan halangan untuk suporter tanah air mendukung tim kesayangan. Hal ini dibuktikan oleh beberapa pendukung Persik Kediri yang rela naik pohon untuk menyaksikan timnya berlaga. Aksi ekstrem nan unik ini pastinya menunjukkan bagaimana sepak bola Indonesia sangat digandrungi oleh publik. Melalui gairah inilah olahraga ini terus mampu terus berkembang dan hidup meski banyak konflik.

Beberapa hal inilah yang acap kali menjadikan sepak bola di Indonesia banyak diminati oleh pemain asing top. Dari pemain sekelas Essien, Peter Odiwinggie dan Mario Kempes legenda Argentina berujar apabila gairah suporter tanah air tidak ada duanya. Berkat para suporter jugalah olahraga ini tidak pernah mati meski sering sekali diterjang masalah.