Black Armada, Aksi Dukungan Gila-Gilaan Australia Untuk Indonesia di Awal Kemerdekaan yang Terlupakan

oleh Rizal
11:09 AM on Aug 18, 2016

Kalau berkaca dari banyak kejadian beberapa tahun lalu, hubungan antara Indonesia dan Australia bisa dikatakan buruk. Tentu kamu masih belum lupa tentang cawe-cawe mereka di Timor Timur, sampai soal peristiwa terbongkarnya skandal pemerintah Aussie yang ternyata menyadap telepon Presiden SBY. Bahkan belakangan juga muncul kabar kalau mereka mendukung Papua untuk lepas dari NKRI.

Australia yang sekarang mungkin tak lebih dari teman formalitas, tapi kalau kita kembali ke awal kemerdekaan dulu, negeri kangguru ini bak sahabat baik yang amat berjasa bagi Indonesia. Ya, mereka adalah negara pertama yang mendukung proklamasi NKRI lewat aksi yang bernama Black Armada. Aksi ini membuat negeri Holland gagal total mau menghajar Indonesia lagi gara-gara mereka di-blacklist oleh hampir semua pelabuhan di Australia. Gara-gara ini, agresi Belanda tidak maksimal dan Indonesia pada akhirnya bisa tetap menjaga kedaulatan.

Baca Juga
Cerita Bocah SD Tawuran Gara-gara Cinta Segitiga Ini Bikin Netizen Tepok Jidat
Mengenang Perjuangan Desak Putu Kari, Istri I Gusti Ngurah Rai yang Baru Saja Tutup Usia

Sayangnya, peristiwa ini sendiri juga sudah banyak dilupakan oleh keduanya. Padahal ini bisa jadi lem perekat agar hubungan kedua negara kembali guyub seperti yang seharusnya. Masih soal Black Armada, berikut ini adalah beberapa hal yang harus kamu tahu tentang kejadian bersejarah itu.

Berawal dari Seorang Buruh Pelabuhan Bernama Tukliwon

Tidak banyak yang tahu siapa Tukliwon, tapi kalau kaitannya dengan peristiwa Black Armada, maka pria ini bisa dikatakan sebagai aktor utamanya. Jadi, alkisah dimulai saat Tukliwon entah sengaja atau tidak, mendapatkan siaran berita dari gelombang radio kalau Indonesia sudah melaksanakan proklamasi yang artinya telah bebas dari penjajahan. Saat itu pria ini bekerja di sebuah pelabuhan di Sydney. Mengetahui berita ini tentu Tukliwon luar biasa sumringah dan tanpa banyak bicara, ia pun segera menyebarkannya kepada pekerja Indonesia yang lain.

Ilustrasi orang Indonesia mendengarkan siaran proklamasi [Image Source]
Ilustrasi orang Indonesia mendengarkan siaran proklamasi [Image Source]
Berita ini tentu saja direspon sangat positif oleh orang-orang Indonesia di sana. Bahkan pekerja pelabuhan dari negara tuan rumah juga turut serta bahagia mendengarnya. Tak butuh waktu lama sampai akhirnya dukungan kepada Tukliwon untuk Indonesia meluas ke semua orang di pelabuhan.

Aksi Penentangan Pertama Tukliwon

Selepas momen gegap gempita kemerdekaan yang dialami Tukliwon dan rekan-rekannya, pria ini kemudian langsung menunjukkan sikap menentang kepada Belanda. Hal ini diawali dari penolakan Tukliwon yang diperintah oleh pemilik ferry asal Belanda untuk berlayar kembali ke Jawa. Tukliwon dan rekan-rekannya menolak mentah-mentah dengan dalih mendukung kemerdekaan.

SS Moreton, salah satu kapal Belanda yang diboikot [Image Source]
SS Moreton, salah satu kapal Belanda yang diboikot [Image Source]
Bagai api yang menyengat kayu bakar bercampur minyak tanah, aksi ini pun langsung meng-influence semua buruh di pelabuhan Sydney. Mereka tiba-tiba saja langsung ramai-ramai ogah mengurusi kapal Belanda. Salah satunya dengan tidak mau mengangkuti barang-barang milik kapal Belanda. Terlebih karena ternyata muatan tersebut berisi amunisi yang diduga akan dipakai untuk menyerang Indonesia.

Boikot Besar-Besaran Terhadap Kapal Belanda

Aksi tadi membuat hype kebencian akan Belanda makin besar. Di tanggal 24 September 1945, seluruh pelabuhan di Sydney memberlakukan aturan blacklist bagi kapal Belanda. Tak hanya itu, di Brisbane dan Fremantle juga melakukan hal yang serupa. Bahkan lebih gilanya lagi, kali ini dukungan tak hanya datang dari kaum buruh pelabuhan saja, tapi juga tukang masak, tukang mesin, dan semua orang di kelas pekerja di sana.

Aksi dukungan kepada Indonesia [Image Source]
Aksi dukungan kepada Indonesia [Image Source]
Dengan sistem blacklist yang membabi buta ini, tak heran kalau sekitar 400an kapal Belanda pun terombang-ambing tak jelas di pelabuhan. Mereka tak bisa berangkat karena peraturan ini. Terlebih lagi muatan-muatannya terbengkalai begitu saja tak ada yang mengurusinya karena semua orang menolak mereka.

Black Armada Melumpuhkan Militer Belanda

Rencananya, Belanda bakal mempersiapkan kekuatan militernya di Australia ini untuk kemudian diboyong dan diturunkan di Indonesia. Tujuannya sangat jelas kalau mereka ingin melakukan invasi sekali lagi setelah Jepang hengkang. Kalau dilihat dari jumlah kapal plus muatannya, Belanda benar-benar tak main-main soal itu.

Agresi Belanda I [Image Source]
Agresi Belanda I [Image Source]
Seandainya Australia ketika itu masa bodoh dengan Belanda dan kita, Indonesia, maka mungkin cerita sejarah akan beda. Dengan kekuatan armada 400 kapal full amunisi, sangat mungkin agresi yang mereka lakukan berjalan sukses. Tapi, takdir berkehendak lain dengan adanya peristiwa Black Armada yang membuat Belanda terpotong telak kekuatan militernya.

Jasa Pemerintah Australia Setelah Black Armada

Setelah peristiwa Black Armada, dukungan Australia terhadap Indonesia tidak langsung berakhir pula. Tercatat kalau pemerintah negeri kangguru ini masih melakukan upaya-upaya hebat untuk makin menguatkan Indonesia yang baru merdeka. Salah satunya dengan memfasilitasi para tawanan asal Indonesia milik Belanda yang ada di Australia untuk pulang dan mendukung negaranya.

Australia teguh dukung Indonesia [Image Source]
Australia teguh dukung Indonesia [Image Source]
Pada bulan Oktober 1945, sekitar 1400an orang Indonesia dipulangkan dari Australia setelah dibuang oleh Belanda. Ketika itu para tawanan ini diberangkatkan dari pelabuhan Sydney dengan menggunakan kapal-kapal kargo. Setelah melakukan ini, Australia masih tetap menjaga atensinya untuk terus mendukung Indonesia dan mengutuk agresi yang dilancarkan Belanda.

Beginilah sikap Australia terhadap Indonesia di masa awal kemerdekaan dulu. Mereka begitu concern dan perhatian dengan negara ini agar terus bisa merdeka. Bisa dibayangkan kalau seumpama mereka dulu cuek dengan kita, maka ceritanya bakal lain. Indonesia mungkin saja untuk kedua kalinya berhasil dijajah lagi oleh Belanda. Jadi, untuk apa yang pernah mereka lakukan dulu, kita sepantasnya untuk berterimakasih yang sebesar-besarnya.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
Dulu Terkenal Sering Tampil Hot, Begini Kabar ‘Mama Abdel’ Sekarang yang Makin Bikin Deg-degan 12 Kelakuan Pengguna Medsos “Kelewat Awam” Ini Dijamin Bikin Kamu Ngakak Jengkulitan 7 Aktris Sinetron Kolosal Cantik dan Seksi ini Pernah Menghiasi Layar Kaca Kamu Zaman Dulu 5 Kejadian Nyleneh Orang Indonesia yang Terekam Google Street View, Awas Ngakak! Inilah Beberapa Kelakuan ‘Gak Lazim’ Saat Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas, Kamu Pasti Salah Satunya Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo Inilah Perubahan Wajah Thalia Maria Marcedes dari Cantik Sampai Cantik Banget 4 Ciri-Ciri Ini Bisa Jadi Indikasi Kalau Sebuah Warung Pasang Jin Penglaris, Hati-Hati! 5 Ibu Mertua Paling ‘Membahayakan’ Sedunia Yakin deh, 25 Pose Absurd Wisatawan dengan Patung Ini Pasti Bikin Kamu Cekikikan Melihatnya Chatting Kids Zaman Now Minta Foto “Buka-bukaan” ke Gebetannya Ini, Endingnya Bikin Melongo Dulu Mewah, Anak Pencipta Lagu Nomor Satu di Indonesia Ini Sekarang Jadi Kuli Bangunan Salut! 5 Artis Tajir Ini Nggak Segan Pamerkan Kelakuan Bak ‘Rakyat Jelata’ di Sosial Media Inilah Alasan Pakai Rok Saat Bersepeda Motor Sama dengan Bunuh Diri Inilah 4 Pernikahan Super Mewah Anak Pejabat dan Konglomerat Indonesia yang Bikin Mata Terbelalak Foto-Foto Ini Memperlihatkan Betapa Seru dan Kocaknya Adegan di Balik Layar Film Superhero Idaman Anak 90-an Inilah 6 Artis Indonesia yang Bikin ‘Superstar’ Luar Negeri Tergila-gila, Ada yang Sampai Baper Loh 7 Foto Ini Diambil Hanya Sesaat Sebelum ‘Musibah’ Datang Inilah 4 Alasan Mengapa Israel Harus Tunduk Hormat pada Indonesia Inilah Fakta Micin, Benda yang Sering Difitnah Masyarakat Kekinian, Beneran Bikin Lemot?
BACA JUGA