in

Fakta-fakta tentang Pawang Hujan yang Mungkin Kamu Belum Tahu

Tinggal di negara dengan curah hujan tinggi memang ada plus minusnya. Sisi positifnya, petani kita senang karena tanah menjadi subur dan banyak sumber air. Sisi negatifnya, banjir selalu menjadi ancaman. Bagi event organizer atau perorangan yang sedang menyelenggarakan hajatan, hujan juga bikin pusing tujuh keliling saat akan bikin acara di luar ruangan.

Karena itulah ada profesi yang namanya pawing hujan. Mereka bertugas untuk menggeser hujan sehingga di tempat tertentu tidak akan diguyur hujan hingga acara selesai. Meskipun sering mendengar tentang pekerjaan yang satu ini, tapi jarang sekali orang yang benar-benar tahu bagaimana cara mereka bekerja dan kehidupan mereka.

Ilmu Pawang Hujan

Pawang hujan sedang melakukan ritual untuk menggeser hujan [Image Source]
Tidak sembarang orang bisa jadi pawang hujan. Hanya mereka yang memiliki ilmu khusus yang bisa mengendalikan arah awan. Ilmu khusus itu banyak berkaitan dengan makhluk gaib. Mereka harus bisa berkomunikasi dengan makhluk gaib yang mengendalikan angin dan air untuk bisa menggeser hujan ke tempat lain. Semakin tinggi ilmu yang dikuasai, ia akan bisa mengendalikan hujan dari jarak jauh. Meskipun acara sedang dilakukan di sebuah kota, pawang hujan yang ilmunya tinggi bisa menahan atau menggeser hujan di sana dari kota lain.

Biaya Pawang Hujan Setara Menggaji Karyawan

Setiap pawang hujan menentukan tarif yang berbeda-beda. Ini tentunya dilihat dari seberapa sulit proyek yang mereka kerjakan serta seberapa besar kemampuan mereka. Biasanya pawang hujan menentukan tarif per jam bagi hajatan, sementara untuk proyek konstruksi mereka menetapkan tarif harian. Biasanya, untuk jasa pawang selama 3 jam, biaya yang diminta adalah 1 hingga 1,5 juta. Jika menyewa jasanya lebih lama, seperti 6 jam, biaya yang harus dibayar klien adalah 2 hingga 2,5 juta. Sedangkan untuk 12 jam, klien harus merogoh kocek 2,5 hingga 3 juta.

Pawang hujan nggak harus berdandan seperti dukun [Image Source]
Lain biaya hajatan, lain pula biaya pawang untuk proyek konstruksi. Biasanya pawang hujan membentuk tim untuk mencegah hujan di lokasi proyek. Ini disebabkan karena jangkauan wilayahnya luas dan mereka harus bekerja berhari-hari. Untuk ini, biaya yang harus dikeluarkan pemilik proyek adalah 3 hingga 5 juta per hari untuk setiap orang di dalam tim.

Perang Pawang

Nggak cuma negara konflik saja yang bisa perang, pawang juga bisa berperang untuk tempat mereka menggeser hujan. Misalnya nih pawang A di daerah A mencoba mengeser hujan ke daerah B. Ternyata, di daerah B juga ada pawang B yang mencoba menggeser hujan karena di sana sedang ada hajatan.

Ilustrasi pawang hujan [Image Source]
Jika terjadi kondisi seperti itu, maka akan terjadi perang antara pawang A dan B. Pawang yang kekuatannya lebih lemah akan kalah. Jika pawang B lebih lemah daripada pawang A, maka di daerah B akan terjadi hujan. Pawang yang profesional sih biasanya menggeser hujan ke laut sehingga tidak terjadi konflik dengan pawang di daerah lain.

Tanda-tanda Pawang Hujan Beraksi

ilustrasi langit saat pawang hujan beraksi [image source]
Ada yang meyakini bahwa cuaca saat pawang hujan beraksi tidaklah wajar. Hawa panasnya terasa tidak alami dan lebih menyengat. Saat itu terjadi, konon si pawang sedang berdiam di tempat yang tidak diketahui. Lantas kalau kita tengadah ke langit, awan mendung perlahan akan tersapu ke tepi-tepian, menjauhi lokasi yang dipawangi. Jadi hanya bagian itu yang cerah, sementara daerah tetangganya mungkin sudah disambangi hujan.

Percaya nggak percaya, masih banyak orang yang percaya bahwa pawang hujan sudah cukup proven dalam melakukan tugasnya. Bahkan yang pakai jasa mereka tidak jarang panitia acara pemerintahan atau event bergengsi.

Mereka juga cukup puas dengan hasil kerjanya karena proyek mereka terbantu sekali dengan adanya pawang hujan. Meskipun dunia terus berubah dan cuaca seringkali jadi kehendak Ilahi, rasanya jasa pawang masih banyak permintaan. .

Written by Aisyah Putri

Leave a Reply

Ini Perbedaan Kecantikan Perempuan Jaman Dulu dan Sekarang

Aturan Kecil Tapi Aneh dari Korea Utara yang Jarang Didengar