in

4 Fakta Kopi Sachet Mudah Terbakar dan Mengandung Mesiu yang Sempat Bikin Geger

Adanya kemajuan teknologi yang pesat sepertinya juga berdampak pada kehidupan masyarakat saat ini. Terutama masalah informasi, saat ini hampir semua bisa dapat berita terbaru dari mana saja, tak terkecuali dunia maya. Dari satu akun disebarkan ke yang lain, informasi bisa menyebarkan dengan cepat bahkan lebih cepat dari yang dulu.

Nah permasalahannya, kadang info yang kita sebarkan itu ada pula yang bermuatan hoax. Seperti yang terjadi beberapa waktu yang lalu, dimana muncul info tentang kopi sachet yang dianggap mengandung mesiu. Lalu bagaimana fakta sebenarnya tentang hal itu? Simak ulasan berikut.

Viralnya video kopi sachet mudah terbakar di medsos

Beberapa waktu yang lalu netizen heboh atas adanya video viral mengenai kopi sachet yang mudah terbakar. Entah siapa yang memulainya, namun banyak yang menghubungkan kejadian ini dengan isi kandungan dari kopi tersebut. Alhasil banyak yang menyimpulkan produk kopi kemasan itu dianggap mengandung mesiu atau bubuk mercon, padahal belum ada penjelasan resmi dari pihak-pihak resmi dan ahli.

Mirisnya lagi, meskipun belum jelas mengenai hal tersebut, namun sudah banyak yang menyebarkan beritanya sehingga jadi viral di dunia maya. Pun demikian juga banyak yang membuat video serupa hanya untuk membuktikannya.

Penjelasan dari POM dan para ahli mengenai hal ini

Lantaran berita ini tersebar sangat cepat di dunia maya, maka POM dan beberapa ahli pun akhirnya mulai melakukan klarifikasi. Ternyata video yang selama ini beredar di media sosial itu tidak benar mengenai berita yang ada di dalamnya. Memang benar kalau kopi kemasan bisa terbakar namun bukan berarti mengandung mesiu.

Dilansir dari Tribunnews, BPOM menjelaskan kalau produk pangan yang mengandung lemak/minyak dengan kadar air rendah terutama yang berbentuk tipis, berpori, seperti krupuk, krekers, dan makanan ringan lainnya dapat terbakar/menyala jika disulut dengan api. Namun tentu bukan berarti berbahaya, pasalnya semua sudah dites dan dipastikan aman.

Sebelumnya produk tersebut juga pernah kena serangan serupa

Ternyata hal ini bukan pertama kalinya produk kopi yang satu ini diserang itu tak sedap tanpa ada pembuktian yang jelas. Tepatnya pada tahun 2013 lalu, kopi sachet juga sempat diisukan mengandung DNA babi yang tidak boleh dikonsumsi oleh muslim.

Issue kopi yang katanya mengandung babi [Sumber Gambar]
Entah dari mana kabar itu beredar, namun yang jelas berita hoax itu menyebar begitu cepat di media sosial. Oleh sebab itu, BPOM segera melakukan klarifikasi kalau kabar yang ada itu tidak benar, karena sudah dites dan tidak terbukti mengandung kandungan yang diharamkan. Pun demikian, produk yang satu ini pun sudah mendapatkan stempel halal dari MUI sehingga boleh dikonsumsi.

Banyak netizen yang membuat video parodi tandingan

Tetapi siapa sangka lantaran video kopi mengandung mesiu itu viral, banyak yang membuat tandingannya. Ya, beberapa netizen juga membuat video lain dengan membakar barang-barang di kehidupan sehari-hari, mulai dari bumbu masak hingga deterjen. Masing-masing benda itu dibakar mirip seperti saat netizen membakar kopi sachet yang dianggap mengandung mesiu.

Lantaran mulai dari deterjen, sabun colek, dan beberapa barang tak biasa lain tidak terbakar, para pembuat video parodi ini menyimpulkan kalau barang tersebut aman dikonsumsi. Alhasil banyak netizen yang terpingkal atas aksi dari parodi tandingan kopi kemasan yang dikira mengandung mesiu itu.

Kasus seperti ini sejatinya sering kali terjadi di masyarakat, hanya obyeknya yang berbeda. Hal ini membuktikan kalau netizen kita masih belum melek akan informasi dan belum bisa memastikan mana yang hoax dan bukan. Oleh sebab itu jika mengetahui satu hal yang ganjil di makanan atau produk lain segera hubungi BPOM dan tidak menyimpulkan sendiri.

Written by Arief

Seng penting yakin.....

Leave a Reply

13 Potret Kondisi Palu dan Donggala Setelah Diterjang Tsunami yang Akan Membuatmu Menangis

Fakta Gempa dan Tsunami Palu yang Membuat Pucuk Sulawesi Luluh Lantak Bagaikan Kota Mati