Tak ada yang tahu apakah hari ini kita akan membuat status atau twit terakhir di jejaring sosial yang kita miliki. Kematian adalah satu dari sekian misteri yang hanya diketahui oleh Sang Pencipta.

Baca Juga: Pernikahan Haru Ghaitsa, Putri Aa’ Gym yang Dilamar Dengan Hafalan Al-Qur’an

Jaman sekarang, saat mengetahui orang terkenal atau relasi meninggal dunia, netizen akan ramai-ramai mencoba mencari akun jejaring sosial mereka. Tak jarang, status atau twit terakhir mereka menyiratkan sebuah firasat atau pesan terakhir yang sarat akan makna.

Ada beberapa tokoh dunia atau orang biasa yang pernah meninggalan twit terakhir sebelum mereka meninggalkan dunia itu untuk selama-lamanya. Berikut ini adalah ulasan kisah-kisahnya yang akan sedikit menyadarkan kita bahwa hidup hanya sekali. Check this out.

1. The End

The End, sebuah pesan pendek yang menyiratkan makna mendalam ketika banyak orang tahu sang pengirim pesan memang ingin mengakhiri sebuah kisah. Dan sedihnya, itu adalah kisahnya sendiri. Rapper asal New York, Capital Steez, menuliskan pesan ini pada malam sebelum Natal.

Twit The End via Oddeecom
Twit The End via Oddeecom

Tepat di permulaan tanggal 25 Desember 2012, Capital Steez mengakhiri hidupnya dengan lompat dari sebuah gedung di Manhattan’s Flatiron District. Ia mengakhiri hidup saat usianya masih sangat muda, 19 tahun. Sebelum melompat, ia menuliskan twit terakhir ‘The End’ pada akun Twitternya. Such a short but deep message.

Selanjutnya: Pesan dari Tuhan

2. Pesan Dari Tuhan

Berbeda dengan kisah sebelumnya yang nampak miris, seorang wanita bernama Maya Angelou pernah memberikan sebuah pesan terakhir yang menyiratkan keikhlasan pada takdir Yang Kuasa. Sebelum meninggal, ia meninggalkan twit terakhir yang berbunyi, “Dengarkan suara hatimu, dan dalam ketenangan itu kau akan bisa mendengar pesan dari Tuhan.”

Twit Maya Angelou via Oddeecom
Twit Maya Angelou via Oddeecom

Pun foto profil terakhirnya menyiratkan senyum dan wajah yang damai. Maya Angelou memang merupakan seorang penulis, sejarawan dan pembuat puisi yang sudah melalui banyak hal. Ia banyak melakukan misi yang menyuarakan hati masyarakat. Beberapa hari setelah menuliskan pesan itu, Maya meninggal dalam usia 86 tahun.

Selanjutnya: Misteri Tentang New York

3. Misteri Tentang New York

New York memang merupakan kota yang tak pernah tidur, padahal New York sendiri penuh dengan impian yang bergejolak dari penduduknya. Sebelum seorang DJ kenamaan, DJ AM, ditemukan meninggal di apartemennya di Manhattan, ia menuliskan sebuah pesan terakhir.

Twit DJ AM via Oddeecom
Twit DJ AM via Oddeecom

Dalam pesan itu, ia mengatakan bahwa gemerlap New York tidak seperti kelihatannya. Twit itu seperti menyiratkan bahwa apa yang orang lihat darinya, sebenarnya tidak ia rasakan dalam dirinya sendiri. DJ AM ditemukan meninggal karena mengalami overdosis, 2 hari setelah menuliskan twit terakhir itu.

Selanjutnya: Y.O.L.O

4. Y.O.L.O

You Only Live Once, sebuah pesan yang mengingatkan kita bahwa hidup hanya sekali. Kalau sudah begitu, apa yang ingin kita lakukan bila besok adalah hari terakhir kita hidup? Yang pasti, lakukan hal yang tak akan kita sesali.

Twit YOLO via Oddeecom
Twit YOLO via Oddeecom

Kisah yang satu ini datang dari seorang rapper bernama Ervin McKinness. Pria 21 tahun ini meninggal karena kecelakaan mobil fatal yang ia alami bersama temannya. Sebelum tewas, ia menuliskan twit terakhir bahwa ia akan kebut-kebutan karena hidup ini hanya sekali.

Selanjutnya: Hidup ini Seperti Taman

5. Hidup Ini Seperti Taman

Dalam sebuah kisah, selalu ada bagian kesimpulan dan ending. Seorang pria berhasil menuliskan kesimpulan hidup sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya. Leonard Nimoy, salah satu pemeran dalam film Star Trek, mengidap penyakit paru kronis.

Twit Leonard Nimoy via Oddeecom
Twit Leonard Nimoy via Oddeecom

Sebelum ia meninggal, Leonard Nimoy membuat twit terakhir yang berbunyi, “Hidup ini seperti taman. Keindahannya tidaklah selamanya, kecuali dalam kenangan.” Jadi buatlah hidup kita seindah mungkin agar orang lain bisa merasakan kenangan itu. Karena kita tak selamanya ada bagi mereka.

Tidak semua orang sempat meninggalkan pesan atau twit terakhir sebelum mereka meninggal. Namun selagi ada kesempatan, kita bisa melakukan yang terbaik dalam hidup ini.