Belum hilang ingatan kita tentang tragedi hilangnya pesawat Malaysia Airline dengan kode penerbangan MH 370 dan belum ditemukan hingga detik ini. Dalam pesawat Mh370 terdapat warga negara Indonesia juga yang menjadi Korban.

Kini Malaysia Airline mengalami nasib malang kembali karena pesawatnya dengan kode penerbangan MH17 ditembak diatas wilayah yang disengketakan antara pemerintahan Ukraina dengan separatis pro Rusia yang ingin berpisah dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia.

Baca Juga: Marinir Amerika Menembak Jatuh Pesawat Iran Airlines 655

Artikel Lainnya
Lindswell Kwok Jadi Peraih Emas Kedua, 15 Netizen Twitter Ini Ndagel Tentang Dirinya
70 Tahun Berada dalam Konflik, Ini Momen Bersejarah Saat Korea Mengusung Bendera Persatuan

Belum jelas siapa pelaku penembakan. Masing-masing pihak mengklaim sebagai pihak yang benar, namun beberapa bukti beredar bahwa yang menembak adalah separatis pro Rusia. Namun demikian alasan penembakan belum diketahui dengan jelas.

Baca Juga:Melihat 5 Gerbang Neraka dan Akhirat dari Bumi

Berikut rangkuman kami tentang kecelakaan pesawat paling mematikan sepanjang sejarah penerbangan yang berhasil terungkap.

1 Bencana di Bandara Tenerife (1977)

Terjadi sebuah ledakan bom di dekat Gran Canaria Airport yang memaksa Penerbangan KLM 4805 dan Penerbangan Pan Am 1736 untuk mengalihkan pendaratannya ke Bandara Los rodeo (sekarang Tenerife Utara) pada tanggal 27 Maret 1977. Tenerife

Sebuah kabut tebal, kurangnya radar di bandara kecil ini dan beberapa miskomunikasi mengakibatkan penerbangan komersil dengan jenis pesawata yang sama Boeing 747 bertabrakan di landasan saat sama-sama mendarat. Kecelakaan ini adalah kecelakaan paling mematikan dalam sejarah penerbangan komersial.

248 penumpang dan awak kapal pesawat KLM tewas, bersama dengan 335 dari 396 orang di atas kapal pesawat Pan Am, dengan total jumlah korban tewas sebanyak 583.

Karena miskomunikasi dari petugas bandara, kecelakaan ini terjadi dan sejak saat itu hampir semua maskapai penerbangan merevolusi aturan perekrutan pilot mereka. Pilot tidak hanya mengandalkan teknologi dan situasi yang dilaporkan, namun juga harus bisa melihat dan menaksir kondisi sekitar sebelum mengambil keputusan.

2. Japan Airlines Penerbangan dengan nomor 123 (1985)

2 Japan Airlines Penerbangan dengan nomor 123 (1985)

Japan Airlines Penerbangan dengan nomor 123 meninggalkan Tokyo dalam perjalanan menuju Osaka pada 12 Agustus 1985, ketika sebuah kesalahan teknis dari pesawat berbuah seketika menjadi bencana. Akibat tekanan dari bagian belakang dan menghantam gunung Takamagahara. 15 awak dan 505 dari 509 penumpang tewas. Jumlh keseluruhan korban tewas 520.Japan Airlines

Hasil investigasi: Komisi Investigasi menemukan fakta bahwa pesawat yang Japan Airlines dengan nomor 123 ini telah rusak tujuh tahun sebelumnya. Kecelakaan itu menyebabkan perubahaan model standar Keselamatan di Bandar Udara Internasional Tokyo.

3 Kecelakaan Pesawat di Charkhi Dadri Mid-Air Collision (1996)

3 Kecelakaan Pesawat di Charkhi Dadri Mid-Air Collision (1996)

Kecelakaan pesawat ini terjadi diudara. Pada 12 November 1996, di atas desa Charkhi Dadri, sebelah barat dari New Delhi. Penerbangan Saudi Arabian Airlines 763 baru saja berangkat dari New Delhi dan Kazakhstan Airlines Penerbangan 1907 akan mendarat di New Delhi dan akibat kurang cermatnya pilot, dua pesawat tersebut bertabrakan diudara dan menewaskan 349 orang.Charkhi Dadri Mid-Air Collision

Hasil Investigasi: Pilot Kazakhstan Airlines tidak memiliki keterampilan bahasa Inggris yang memadai dan mengandalkan sepenuhnya pada operator radio mereka untuk berkomunikasi dengan kontrol lalu lintas udara.

Bukan hanya di sisi pilot, tim investigasi menemukan fakta lain yaitu Indira Gandhi International Airport, menggunakan koridor yang sama untuk kedatangan dan keberangkatan, tapi tidak memiliki radar surveilans sekunder yang bisa menghasilkan perkiraan yang tepat dari ketinggian pesawat untuk sampai di landasan.

Kedua kesalahan ini diperbaiki setelah kecelakaan ini terjadi. Otoritas Penerbangan Sipil di India membuat aturan wajib bahwa semua pesawat terbang masuk atau keluar dari negara dilengkapi dengan Sistem Penghindaran Tabrakan otomatis.

4 Turkish Airlines Penerbangan 981 (1974)

4 Turkish Airlines Penerbangan 981 (1974)

Turkish Airlines Penerbangan 981 jatuh di luar dari Paris pada Maret 1974 dan menewaskan 346 orang. Para peneliti menemukan bahwa kargo belakang pesawat McDonnell Douglas DC-10 meledak yang menyebabkan dekompresi, memutuskan kabel dan menghilangkan kendali pilot sehingga pesawat tidak bisa di kontrol.

(Baca Juga:4 Artis Korea Ini Alami Kostum Robek dan Baju Terbuka di Moment Penting)

Turkish Airlines

Kecalakaan ini tidak meninggalkan korban hidup karena semua penumpang beserta awak pesawat meninggal seketika akibat ledakan tersebut dan pesawat jatuh ke daratan dalam keadaan sudah runtuh.

5 Saudia Arabian AirLines 163 (1980)

5 Saudia Arabian AirLines 163 (1980)

Total 287 penumpang dan 14 awak Saudia Arabian dengan nomor penerbangan 163 tewas setelah Lockheed L-1011 TriStar terbakar setelah lepas landas dari Bandara Internasional Riyadh (sekarang Riyadh Air Base)

Pada bulan Agustus 1980 Pesawat lain dengan jenis yang sama melakukan pendaratan darurat kembali di bandara tersebut dan meledak yang mengakibatkan kobaran api begitu besar dari pesawat. Saudia Arabian AirLines 163

Hasil otopsi mengungkapkan bahwa penumpang meninggal karena asap inhalasi, bukan karena luka bakar. Insiden ini merupakan salah satu bencana penerbangan paling mematikan.

[Lihat Juga:Foto Gaza, Palestina Dari Luar Angkasa]

Hasil Investigasi: Penyidik ​​menemukan dua kompor butana(sejenis gas hidrokarbon yang tidak berwarna) di puing-puing pesawat dan alat pemadam kebakaran berada dekat dengan kompor tersebut. Meskipun menyalakan kompor Butana adalah ilegal, namun banyak perusahaan penerbangan Timur Tengah pada saat itu telah memungkinkan untuk mengizinkan penumpang menggunakan kompor butana didalam pesawat.