Hiruk pikuk politik yang kini diwarnai dengan proses pencarian calon Wakil Presiden, banyak memunculkan berbagai nama baru untuk maju dalam pemilu 2019. Salah satunya adalah Ust. Abdul Somad. Rencananya, Da’i yang aktif dalam ceramah dan kajian tersebut bakal diusung bersama-sama dengan Prabowo Subianto sebagai calon Presidennya.

Selain, dikenal sebagai tokoh agama terkemuka, Ust. Abdul Somad juga memiliki rekam jejak yang baik di mata masyarakat. Latar belakang pendidikan ilmu agama yang dimilikinya, dinilai oleh sejumlah pihak menjadi pelengkap yang pas untuk maju dalam pemilu 2019. Meski akhirnya tidak bersedia, alasan di bawah inilah yang membuat Ust. Abdul Somad digadang-gadang sebagai cawapres dengan Prabowo Subianto

Dipilih oleh sebagian besar ulama di Indonesia

Didukung oleh sejumlah ulama [sumber gambar]
Nama Ust. Abdul Somad disebut-sebut bakal dipasangkan dengan Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden. Salah satunya yang dilakukan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U). Para tokoh agama peserta peserta ijtima ulama GNPF langsung berembuk dan menjaring aspirasi peserta. Mereka pun mengeluarkan rekomendasi dengan hasil Prabowo Subianto-Habib Salim Segaf AlJufri atau Prabowo Subianto-Ustaz Abdul Somad Batubara, sebagai pasangan capres cawapres dari Koalisi Keummatan.

Dikenal dengan gaya ceramah yang santun

Dkenal dengan ceramhanya yang santun [sumber gambar]
Keberadaan Ust. Abdul Somad sangat populer di tengah-tengah masyarakat. Dengan gaya ceramah yang sejuk, santun dan menyentuh sendi realitas dalam kehidupan, membuat dirinya mudah diterima berbagai kalangan. Ust. Abdul Somad pun sangat populer di kalangan anak-anak muda lewat videonya yang bertebaran di jejaring media sosial.

Pendidikan di bidang agama yang mumpuni

Lulusan S2 Kerajaan Maroko [sumber gambar]
Ust. Abdul Somad memiliki rekam jejak pendidikan yang sangat prestisius. Setelah berhasil meraih gelar L.c dan lulus S1 Universitas Al-Azhar, Kairo, juru dakwah asal Sumatera Utara tersebut mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan tingginya. Ijazah S2 pun digenggamnya pada 2008 setelah lulus dari Institut Dar al-Hadits al-Hasaniyyah, Maroko.

Seorang pendakwah yang juga menjadi akademisi

Ust Abdull Somad juga menjadi seorang akademisi [sumber gambar]
Kemampuan orasi dan dakwah Ust Abdul Somad yang terlihat memukau, bukan hanya dilatarbelakangi ilmunya yang luas. Sosok da’i ini ternyata sempat menjadi akademisi di beberapa sekolah dan universitas di indonesia. Di antaranya adalah Dosen Agama Islam di STAI Al-Azhar Yayasan Makmur Pekanbaru, dan pengajar Bahasa Arab di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, Riau. Tak salah jika ia dipilih berdasarkan ijtima ulama menjadi pendamping Prabowo sebagai cawapres.

Ingin fokus berdakwah sebagai ustad dan enggan berpolitik

Tetap konsisten berdakwah [sumber gambar]
Meski namanya diusulkan oleh sejumlah ulama Tanah Air, Ust. Abdul Somad akhirnya memilih keputusannya sendiri. Dirinya mengaku ada yang lebih layak maju menjadi cawapres yang pantas diusung pada pemilu 2019. Ia juga tak lupa agar memuliakan keputusan Ijtima ulama dan akhirnya memilih untuk tetap fokus berdakwah dan mendidik umat.

Bukan menolak, ada yang lebih layak,” jawabnya yang dilansir dari news.detik.com.

Keputusan Ust. Abdul Somad yang memilih untuk tetap menjadi seorang Da’i, patut kita apresiasi sebagai bentuk kebesaran hatinya. Meski sederet fakta di atas sudah cukup untuk menjadi bekal dirinya menjadi cawapres, toh Ust. Abdul Somad tetap tegas pada pilihannya menjadi pendakwah. Gimana menurutmu Sahabat Boombastis.