Hukuman atau eksekusi mati paling kejam adalah metode menghukum seorang penjahat kelas kakap yang kejahatannya sudah tidak bisa ditolerir lagi. Hukuman ini sudah ada sejak zaman Yunani kuno dan beberapa negara masih menerapkannya hingga sekarang. Hal ini tetap dilakukan di zaman modern dengan mempertimbangkan beberapa hal.

Mari sekilas kita kembali ke zaman dahulu. Dahulu kala para penjahat akan disiksa dengan lebih sadis dan tidak manusiawi. Bahkan terkadang, para pelaku kejahatan diperlakukan seperti binatang. Dari semua hukuman yang pernah ada, inilah 6 hukuman paling kejam yang pernah ada di dunia.

Flaying, menguliti manusia dalam keadaan hidup-hidup

Flaying

Jika terluka sedikit saja sudah menyakitkan, apalagi dikuliti dengan pisau tajam dalam keadaan hidup. Ya, eksekusi ini adalah eksekusi yang eksis di Timur Tengah dan Afrika 1000 tahun lalu. Hukuman yang satu ini terbilang bisa berlaku untuk siapapun yang melakukan pembunuhan, tak perduli itu budak, orang kaya, pejabat, semua akan dihukum dengan flaying. Pertama-tama si pelaku akan dipaku pada sebuah meja, lalu para eksekutor perlahan akan menguliti dengan pisau tajam. Untuk menambah kesan sakit, setiap irisan akan ditaburi dengan garam. Membayangkan saja sudah ngilu minta ampun, apalagi yang mengalami.

Digergaji dari selangkangan hingga tubuh terbelah dua

Eksekusi Digergaji

Abad pertengahan, negara yang ada di Eropa pernah menerapkan eksekusi mati ini untuk para pelaku kejahatan berat. Proses eksekusi dimulai dengan menggantung terbalik pelaku di tiang gantungan atau pohon, lalu pelaku akan digergaji perlahan dari selangkangan sampai kepala hingga tubuh terbelah menjadi dua. Dalam proses ini eksekusi berlangsung selama beberapa jam dan korban akan merasakan sakit yang teramat sangat.

Crushing, Eksekusi dengan diinjak oleh Gajah

Eksekusi Crushing

Crushing adalah metode penghancuran anggota tubuh dan kepala yang dipakai di Asia Selatan dan Timur serta India 4000 tahun lalu. Cara yang paling populer adalah menggunakan Gajah yang sudah dilatih khusus untuk membunuh dan menghancurkan tubuh manusia. Sebelum eksekusi, bagian tubuh yang akan dihancuran ditaruh batu untuk kemudian diinjak oleh sang Gajah. Metode ini akan memberikan tekanan pada tubuh sehingga pelaku kejahatan akan cepat meninggal.

Direbus dalam cairan timah panas

Eksekusi direbus dalam cairan timah

Tidak main main, hukuman yang banyak dipraktekkan di Asia dan Eropa ini akan benar-benar membuat pelaku bergidik ngeri. Cairan rebusan sendiri sebenarnya beragam, dari minyak, timah panas, air asam hingga anggur. Sang pelaku kejahatan akan dijaga oleh algojo, ditelanjangi terlebih dahulu, kemudian dilempar atau diturunkan perlahan dengan tali ke dalam cairan rebusan dengan titik didih maksimal. Pelaku kejahatan akan diangkat setelah dipastikan telah hilang nyawanya.

Lingchi, Eksekusi mati dengan memotong tubuh di China

Eksekusi Lingchi

China adalah negara yang hingga saat ini masih memberlakukan eksekusi mati untuk para penjahat yang terlibat kejahatan. Ternyata, ada yang praktek eksekusi yang lebih kejam pada tahun 900 masehi. Eksekusi yang dikenal dengan nama ‘kematian dari seribu potongan’ ini sama seperti mutilasi. Penjahat akan dipotong bagian tubuh tertentu sampai pingsan, saat itu para eksekutor akan menusuk jantung dan hati plus memotong kepala sang pelaku. Jangan dibayangkan, nanti mual-mual!

Bestiarii, dilempar ke kandang Singa

Eksekusi Bestiarii

Kalau Korea Utara punya Anjing liar untuk mencabik pelaku koruptor, mungkin hal tersebut terinspirasi dari praktek eksekusi yang pernah ada di Roma kuno dan Asia pada abad ke-2 SM. Hukuman ini lebih banyak diberlakukan untuk para pengkhianat negara dan budak yang melakukan kejahatan serius. Tanpa Ampun, pelaku akan dimasukkan ke kandang Singa, berduel dan dicabik hingga meninggal.

Itulah 6 eksekusi mati paling kejam yang tercatat dalam sejarah dunia dan pernah dipraktekkan. Eksekusi tersebut adalah potret dari bagaimana tegasnya hukum dahulu kala. Walaupun memberikan efek jera, keenam jenis eksekusi di atas akan sulit untuk kamu temukan di era yang sudah modern seperti sekarang, karena memang dinilai tidak manusiawi dan terlewat sadis.