Yoghurt Wanita, Pencuci Mulut Yang Dibuat Dari Bakteri Tubuhnya Sendiri

oleh Ayu
08:29 AM on Feb 12, 2015

Tubuh manusia memang banyak memiliki kebaikan. Namun kebaikan ini diciptakan untuk sistem tubuh itu sendiri, bukan untuk dikomersilkan atau digunakan dengan tujuan yang kurang baik. Seringnya, manusia menggunakan partikel tubuh manusia, untuk tujuan tertentu yang bisa bikin geleng-geleng kepala.

Salah satu contohnya adalah penggunaan placenta yang konon bisa menyembuhkan sel tubuh manusia lainnya atau digunakan dalambanyak produk kecantikan. Masih banyak yang membicarakan kontroversinya.

Baca Juga
Inilah 4 Fakta Meikarta, Kota Baru yang Katanya Bakal Menyaingi Ibukota
Inilah 4 Jasa Tak Terlupakan yang Dilakukan Malaysia Kepada Bumi Pertiwi

Yoghurt Wanita, Pencuci Mulut Yang Dibuat Dari Bakteri Tubuhnya Sendiri BBC
Yoghurt Wanita, Pencuci Mulut Yang Dibuat Dari Bakteri Tubuhnya Sendiri BBC

Setelah polemic placenta yang banyak digunakan untuk kepentingan kosmetika dan medis, kini ada sebuah fenomena ‘Yoghurt Wanita’. Dilansir dari Mirror, seorang wanita menggunakan bakteri dari organ wanitanya sendiri untuk dijadikan bakteri pembentu minuman fermentasi yoghurt. Setelah itu wanita ini menjadikannya sebagai hidangan pencuci mulut.

Kedengaran menggelikan dan menjijikkan, namun menurut pengakuan wanita yang juga menjadi ilmuwan untuk studinya sendiri ini, mengatakan bahwa rasanya seperti Indian yoghurt. Ia membuat yoghurt tersebut semalaman dan mencobanya sendiri dengan blueberry keesokan paginya.

Membuat yoghurt dari bakteri tubuh wanita menurutnya melalui pertimbangan bahwa ada kemungkinan tentang keseimbangan apa yang kita makan dan apa yang ada dalam tubuh kita. Di dalam organ yang dimiliki wanita, ada lactobacillus yang biasa digunakan untuk pembuatan yoghurt. Dengan demikian, maka ia bisa membuat minuman yang berasal dari tubuhnya sendiri.

Sayang sekali, ide ini kemudian ditentang oleh Larry Forney dari Universitas Idaho. Karena ternyata, membuat yoghurt dari bakteri di tubuh sendiri tidaklah sesederhana yang dibayangkan dari segi efek samping dan dampaknya.

Ahli mikrobiologi ini menyebutkan bahwa ada lebih banyak bakteri dalam organ wanita yang lebih buruk dari lactobacillus. Oleh karena itu, ia menyarankan agar mengurungkan ide ini. Jadi, kesimpulannya bagi kita adalah, don’t try this at home.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA