Westbike Messenger Service, Agen Prubahan di Tengah Hiruk Pikuk Metropolitan

oleh VeBee
07:00 AM on Jul 5, 2016

Di sela-sela ramainya ibukota Jakarta kita akan bisa menemukan beberapa orag bersepeda fixie membawa tas besar di punggungnya. Mereka adalah para kurir sepeda yang sedang berpacu dengan waktu mengirimkan barang tepat waktu sampai di tangan penerimanya.

Yups, memang bukan motor atau mobil yang mereka kendarai untuk mengirim barang tersebut. Mungkin keberadaan mereka di wilayah lain di Indonesia masih kurang familiar karena kurir sepeda lebih banyak kita temui di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung. Nah, biar kita lebih mengenal pekerjaan satu ini, yuk kita simak dulu uraian berikut.

Baca Juga
4 Hal Negatif yang Mungkin Akan Dialami Masyarakat Jika Penggunaan KTP Sebagai Syarat SIM Card Terlaksana
Tukang Bakmi Bak Seleb, Gaya dan Dandanan Jamila “Janda” Dijamin Bikin Publik Melongo

1. Kurir Sepeda di Indonesia

Kurir sepeda adalah pekerjaan yang sebenarnya sudah dikenal dunia lama sekali. Pekerjaan jasa ini sudah ada sejak kemunculan sepeda itu sendiri di wilayah Eropa. Di Amerika, kurir sepeda mulai booming di kota-kota besar yang terkenal dengan padatnya lalu lintas, seperti New York dan San Fransisco.

Kurir sepeda di masa lalu [Image Source]
Kurir sepeda di masa lalu [Image Source]
Di Indonesia sendiri, kurir sepeda mulai ada sekitar tahun 2010an. Dan satu tempat penyedia jasa pengiriman barang menggunakan sepeda yang saat ini masih eksis adalah Westbike Messenger Service (WMS) yang berdiri sejak tahun 2013.

2. Berawal dari Kecintaan pada Sepeda

WMS didirikan oleh seorang mahasiswa FISIP yang tak merampungkan pendidikannya bernama Hendi Rachmat. Gagasan membuka usaha pengiriman barang ini adalah karena Hendi tak rela jika kecintaannya pada sepeda jenis fixie kian kikis seiring meredupnya tren sepeda ini. Yups, sepeda fixie sempat booming sekitar tahun 2010an, kemudian meredup di tahun 2012.

Hendi Rahmat [Image Source]
Hendi Rahmat [Image Source]
Terinspirasi dari kota New York dan San Fransisco, Hendi mencoba mengembangkan sebuah usaha yang masih berhubungan dengan sepeda. Ia pun lantas melakukan penelitian dan benar saja, ia menemukan bahwa kebutuhan pengiriman cepat pada hari kerja dari pukul 9 pagi sampai 7 malam sangat mendesak. Tak hanya itu, Hendi juga menemukan jika para penerima ingin barangnya sampai dalam waktu 2-3 jam, bukan 2-3 hari. Dari sinilah Hendi menemukan ide untuk mendirikan WMS yang bisa meng-cover rasa cintanya pada sepeda, sekaligus membantu pemerintah menemukan solusi memecah kemacetan Jakarta.

3. Memulainya dari Modal yang Tak Seberapa

Dengan modal Rp. 15 juta Hendi membangun WMS. Kini kurir yang sudah bergabung dengan WMS berjumlah 16 orang dengan usia antara 18 sampai 20 tahun. Menurut Jeje, salah satu kurir sepeda WMS, mengatakan jika penghasilan awalnya sebagai seorang kurir sepeda mencapai Rp. 3 juta. Ketika itu Jeje masih kuliah dan penghasilan 3 juta adalah nominal yang besar untuk seorang mahasiswa.

Westbike Messenger Service [Image Source]
Westbike Messenger Service [Image Source]
Dengan menyewa dua los di Pasar Santa, Hendi mengembangkan bisnisnya dengan mengajak beberapa teman yang memiliki kecintaan pada sepeda. Tak sekedar sebagai markas WMS, di los ini ada juga jual beli segala hal tentang sepeda, seperti kaus, tas, aksesoris, hingga frame sepeda fixie.

4. Usahanya Pernah Tutup dan Bangkit Kembali karena Film

Sebelum seperti sekarang ini, Hendi ternyata pernah merasakan pahitnya gulung tikar. Ketika fixie masih ramai dipakai kalangan muda di Jakarta, usaha sepeda Hendi ikut ramai. Tapi ketika tren hidup bersepeda mulai meredup, usaha Hendi dan beberapa usaha Hendi lainnya ikut meredup dan tutup satu per satu. Hendi sebenarnya tak rela tren bersepeda mati sampai di sini.

Premium Rush [Image Source]
Premium Rush [Image Source]
Hingga suatu hari, Hendi menonton film Premium Rush yang menceritakan tentang kurir sepeda di jalanan padat kota New York. Kemudian bersama temannya, Jeje, Hendi mencoba memulai bangkit kembali dengan sesuatu yang baru tapi masih berhubungan dengan sepeda, yaitu bisnis pengantaran barang menggunakan sepeda.

5. WMS Kian Maju dan Berkembang

Saat ini WMS melayani jasa pengantaran antara pukul 09.00-19.00 dengan 2 tipe pelayanan, VVIP dan VIP. Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau yaitu antara Rp.50ribu sampai Rp.100ribu per alamat atau paket. Menurut Hendi, selama setahun WMS berdiri, pengantaran tak pernah lewat dari 2 jam dengan uji coba berbagai rute di Jakarta. Alhasil, beberapa perusahaan besar di Jakarta pun jadi pelanggan setia WMS.

Westbike Messenger Service bangkit [Image Source]
Westbike Messenger Service bangkit [Image Source]
Melihat perkembangan beberapa kurir atau bisnis jasa pengiriman yang berbasis aplikasi seperti Go Jek, Hendi terpacu untuk menerapkan hal serupa pada bisnisnya. Sekitar Februari 2016 kemarin, aplikasi ini pun berhasil diluncurkan.

6. Berpacu dengan Waktu, Meski Nyawa Taruhannya

Hendi dan kawan-kawan sadar betul, tanggung jawab sebagai kurir tidaklah mudah. Mereka harus berpacu dengan waktu, sehingga barang sampai di tujuan tepat waktu dan pelanggan tidak menunggu terlalu lama. Paket atau barang yang diantar juga harus dijaga kondisinya agar tidak cacat atau rusak. Para kurir juga dilarang menyentuh atau pun membuka paket.

Berpacu dengan waktu [Image Source]
Berpacu dengan waktu [Image Source]
Menerjang padatnya kendaraan di Ibukota dengan kecepatan bersepeda bukanlah perkara mudah. Ada kalanya para kurir WMS ini menyenggol kendaraan lain atau jatuh dan lecet-lecet di badan. Meski begitu, para kurir WMS bangkit dan berupaya keras mengantarkan barang tepat waktu.

7. Menjadi Sumber Inspirasi Bagi Indonesia

Kehadiran WMS di Jakarta, memunculkan jasa pengiriman dengan kurir sepeda dan komunitas sepeda lainnya di beberapa kota di Indonesia, seperti Bandung, Jakarta, Surabaya, dan Malang. Untuk mewadahi kegiatan ini dibentuklah asosiasi kurir sepeda atau disingkat Indonesia IMBA pada Januari 2016 lalu.

UTH Festival [Image Source]
U:TH Festival [Image Source]
Untuk lebih banyak merangkul orang dan komunitas, WMS telah mengadakan sebuah festival bertajuk U:TH Festival. Dalam festival ini ada pula balapan kurir sepeda yang diadopsi Hendi dari ajang serupa yang pernah diikuti WMS pada April 2015 lalu di Melbourne, Australia. Hendi mengatakan jika pemenang dari ajang balapan ini akan diikutkan pada balapan tingkat dunia di Paris, Perancis, Juli 2016 mendatang. Wah, kita doakan ya semoga wakil kita menang.

Di zaman yang butuh mobilisasi super cepat ini, ternyata sepeda masih mampu berperan di dalamnya. Dengan kombinasi ciamik antara kecintaan pada sepeda, budaya hidup sehat, lingkungan bebas polusi, pemanfaatan teknologi, dan peluang bisnis, membuat pekerjaan sebagai kurir sepeda menjadi salah satu solusi yang punya segudang manfaat. Lantas, bagaimana dengan kalian yang mengaku pecinta sepeda? Apa inspirasi dan aksi nyata yang sudah kalian lakukan?

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA