Wahai Kaum Adam, Apakah Wanita Pilihanmu Sudah Memiliki Beberapa Hal Berikut?

oleh Sofia Fitriani
15:30 PM on Sep 8, 2015

Menikah adalah sebuah ibadah yang bernilai sama degan menggenapkan separuh agama. Orang yang telah menikah berarti dia telah melakukan suatu perjanjian besar di hadapan Allah, yang biasa disebut dengan mitsaqan galizha, seperti yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Maka dari itu, sebuah pernikahan yang telah dilaksanakan, bukanlah sebagai ajang percobaan atau bahkan main-main. Allah memang memperbolehkan perceraian, namun Allah membenci hal tersebut. perceraian baru boleh dilakukan jika keadaannya sangat memaksa.

Seperti ketika pasangan murtad, berlaku kejam dan dzalim pada pasangannya, menyuruh durhaka kepada Allah, dan alasan-alasan yang sudah tidak dibenarkan lagi oleh agama Islam, maka perceraian tersebut boleh dilakukan. Pada masa Rasulullah, kisah perceraian terjadi pada dua putri Rasulullah, hal tersebut karena suami dari kedua putri Rasulullah tersebut adalah orang kafir Quraisy. Pun yang memerintahkan cerai adalah sang Ayah dari suami-suami mereka tersebut, yaitu Abu Jahal.

Baca Juga
Potret Menteri Imam Hibur Para Atlet yang Dicurangi di SEA Games 2017 Malaysia Bikin Netizen Terharu dan Bangga
Bukan Metropolitan, Justru Inilah 5 Kota Paling Kaya yang Ada Di Indonesia

Nah, untuk para calon imam, sebaiknya sebelum menikah memang perlu memilih dengan benar bagaimana karakter dan kondisi calon pendamping hidupnya. Karena seorang imam akan menjadi lebih tangguh dalam menegakkan Agama Allah jika memiliki makmum yang baik dan shalihah. Seorang calon imam hendaknya memilih istri bukan karena dasar cinta saja, atau ingin memiliki pendamping, namun hendaknya dia juga memikirkan dan terlebih memberatkan menjalankan hak anak-anaknya kelak untuk memiliki ibu yang shalihah.

Sehingga jika wanita pilihanmu memiliki beberapa hal berikut ini, maka segera nikahi dia dan bangunlah kelurga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah bersamanya.

1. Menomorsatukan Allah Sebelum yang Lain

Bagaimanapun juga, setiap hamba haruslah menomorsatukan Sang Penciptanya sebelum yang lain. Allah yang telah memberikan nafas kehidupan, menjamin keselamatan, rezeki, jodoh, bahkan mematikan kita kelak. Sehingga, bagi para Calon Imam, sebaiknya lihatlah calon makmummu dalam bagaimana dia berinteraksi dengan Allah SWT.

Menomorsatukan Allah Sebelum yang Lain
Menomorsatukan Allah Sebelum yang Lain [ImageSource]
Seorang wanita shalihah adalah dia yang senantiasa menjaga dirinya dari segala keburukan dan hal-hal yang bisa mendatangkan fitnah bagi dirinya baik di dunia maupun akhirat kelak. Tentunya ketika mereka menomorsatukan Allah, maka mereka akan begitu taat menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya tanpa alasan ba bi bu lagi.

Wanita yang shalihah juga adalah dia yang tak hanya diam berusaha menshalihahkan dirinya sendiri, namun tak segan dia mengajak orang menjadi shalih dan shalihah. Dan tentunya hal tersebut dia lakukan dengan penuh ketaatan kepada Allah SWT, dengan siap menyampaikan kebaikan mesti banyak yang membencinya.

2. Berbakti Kepada Kedua Orangtua

Bagi wanita, ketika telah menikah maka kewajibannya yang utama adalah pada suaminya. Letak ridho terbesar adalah pada suaminya. Sehingga sebelum menikah, sebelum dia menjadi makmum seorang laki-laki di sepanjang hidupnya, hendaknya para Calon Imam melihat bagaimana interaksinya dengan orangtua.

erbakti Kepada Kedua Orangtua
erbakti Kepada Kedua Orangtua [ImageSource]
Jika dengan orangtuanya dia sangat patuh dan taat, selalu berbuat baik dan memuliakan mereka, maka bisa dipastikan wanita tersebut akan patuh, taat, dan pastinya memuliakan dan baik pada suaminya kelak. Seorang wanita shalihah dan baik, pasti menyadari bahwa ridhonya terletak pada suami, maka dia akan berusaha untuk menyenangkan dan melayani suaminya dengan penuh keikhlasan. Dengan catatan tentunya, selama suaminya memerintahkan dan mengajaknya pada kebaikan menuju jalanNya.

3. Memiliki Interaksi yang Baik dengan Anak-anak

Tak pelak bahwa alasan yang satu ini memang harus dipertimbangkan juga oleh para Calon Imam saat akan meminang seorang wanita yang akan dinikahinya. Karena sejatinya seorang ibu adalah pelindung dan madrasah pertama bagi anak-anaknya. Mereka yang akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama putra dan putri mereka.

Memiliki Interaksi yang Baik dengan Anak-anak
Memiliki Interaksi yang Baik dengan Anak-anak [ImageSource]
Maka jika ada seorang wanita yang shalihah dan berbakti kepada kedua orangtuanya, dia juga memiliki interaksi yang baik dengan anak-anak, pertimbangkanlah untuk meminangnya. Hak pertama seorang anak sebelum dilahirkan adalah memilihkannya ibu yang shalihah dan baik untuknya. Sehingga kelak si Ibu tersebut akan mampu menjadi madrasah pertama terbaik bagi anak-anaknya kelak.

4. Cerdas dan Mandiri

Cerdas di sini adalah, bahwa seorang wanita haruslah mampu berpikir dengan cepat dan tepat saat menghadapi berbagai masalah dalam perjalanan hidupnya. Dia tak hanya akan menggantungkan semuanya pada tangan orangtua atau suaminya. Sehingga saat dia menghadapi permasalahan yang menyangkut diri sendiri, maupun anak-anak, saat suami dan orangtua tak ada di sisinya, maka dia mampu mengambil langkah solusi dengan cepat dan tepat.

Cerdas dan Mandiri
Cerdas dan Mandiri [ImageSource]
Selain itu, kecerdasan juga harus didukung dengan kemandirian dalam bersikap. Walau memiliki seorang suami, namun bukan berarti para wanita berhak meminta ini itu terlalu berlebihan pada suami. Maka, para Calon Imam, lihatlah sosok wanita yang akan kalian pinang juga dari sisi kemandiriannya. Karena itu sangat mempengaruhi bagaimana dia mengelola rumah tangga kelak.

5. Memiliki Hubungan Bermasyarakat dan Adab Interaksi yang Baik

Yang terakhir adalah, para Calon Imam, lihatlah calon wanita yang akan kalian pinang dari sisi kemasyarakatannya. Bagaimana wanita tersebut bersosialisasi, dengan orangtua, saudara, keluarga, tetangga, sahabat, dan teman-temannya. Bagaimana cara dia memperlakukan atasannya, teman sekantornya, atau siapapun yang bahkan baru dikenalnya.

Memiliki Hubungan Bermasyarakat dan Adab Interaksi yang Baik
Memiliki Hubungan Bermasyarakat dan Adab Interaksi yang Baik [ImageSource]
Karena seorang wanita yang baik dan shalihah adalah dia yang selalu berusaha menjaga dirinya dari menyakiti orang lain, serta dari bertindak yang tidak disukai Allah. Jika interaksinya dengan orang lain saja baik, maka dia pasti akan memuliakan suaminya. Wanita shalihah yang baik tak akan suka menjelek-jelekkan orang lain bahkan memfitnahnya, sehingga ketika terjaga dirinya, maka akan terjaga pula anak-anak dan rumah tangga kalian.

Itulah lima hal yang harus diperhatikan oleh setiap lelaki muslim yang akan memilih calon pendamping hidupnya. Dengan memilih wanita shalihah, maka kita bisa menyelamatkan rumah tangga kita. Dan untuk mendapatkan wanita yang shalihah dan baik, tentu salah satu ikhtiar utamanya adalah dengan terus memperbaiki dan memantaskan diri untuk bersiap menjadi Imam yang shalih dan baik pula. (sof)

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA