Hanya di Thailand, Wajib Militer Dilakukan dengan Lotre dan Transgender Diwajibkan Berperang

oleh Adi Nugroho
12:16 PM on Aug 8, 2016

Wajib militer atau conscription adalah sebuah agenda wajib yang harus dilalui oleh kaum pria dewasa sebagai bagian dari pengabdian. Di beberapa negara dunia seperti Korea Selatan, Israel, Iran, Turki, hingga Thailand, pria muda dengan umur di atas 21 tahun diwajibkan melakukan latihan militer selama beberapa tahun lalu melakukan operasi-operasi militer secara langsung sebagai bagian dari program bela negara.

Di Thailand, setiap tahun ada perekrutan calon tentara muda dari berbagai golongan. Di momen ini, semua orang akan diwajibkan mengambil lotre dan melihat kartu apa yang didapatkan. Siapa saja wajib menjadi tentara, bahkan seorang transgender harus mengikuti hal ini meski di Thailand sudah mengenal gender ketiga.

Baca Juga
5 Hal Menjengkelkan Tentang SEA Games di Malaysia Ini Bikin Indonesia Meradang
Dinobatkan Jadi Atlet Tercantik dan Terseksi SEA Games 2017, Ini Lho Pesona Lindswell Kwok Yang Bikin Indonesia Bangga

Berikut ulasan selengkapnya tentang wajib militer unik yang terjadi di Thailand.

April Selalu Datang dengan Mengerikan

Perekrutan calon anggota militer baru biasanya diadakan setiap bulan April. Setelah penduduk Thailand berpesta pora dengan perayaan Songkran mereka harus menghadapi kenyataan pahit untuk mengikuti sebuah undian apakah mereka akan dikirim ke kamp militer atau mereka lolos karena mendapatkan sebuah keberuntungan.

Lotre [image source]
Lotre [image source]
Pria berusia 21-30 tahun biasanya akan dikumpulkan di dalam sebuah ruangan di dekat kuil. Semua orang berkumpul dengan bertelanjang dada lalu satu per satu diukur keadaan tubuhnya. Biasanya pria dengan ketinggian lebih dari 160 cm dan lebar dada lebih dari 76 cm akan dipilih menjadi calon kandidat yang mengambil undian.

Bagi sebagian penduduk pria di Thailand, wajib militer adalah sebuah bencana. Mereka selalu ketakutan jika harus dipanggil untuk mengambil lotre dan mempertaruhkan nyawanya untuk negara secara paksa. Ya, wajib militer di Thailand dilakukan dengan cara paksa kepada semua orang termasuk kathoey atau gender ketiga di Thailand.

Undian Hidup dan Mati

Setiap tahun setidaknya ada sekitar 100.000 pria yang dibutuhkan dalam agenda wajib militer. Di setiap kota atau desa akan diberi kuota tertentu dalam misi pengiriman pria yang akan dilatih dan akhirnya dikirim untuk perang secara langsung. Pemilihan calon tentara biasanya dilakukan dengan mengambil undian yang disiapkan oleh pihak militer.

Undian hidup mati [image source]
Undian hidup mati [image source]
Jika seorang pria mengambil kartu merah, maka dia harus rela menjalankan latihan militer selama beberapa tahun dan jauh dari rumah. Selanjutnya kalau mendapatkan kartu hitam artinya seorang pria akan dibebaskan mengikuti wajib militer di waktu tersebut. Mereka boleh kembali ke rumah dan menjalani kehidupan seperti biasa.

Sebuah Pro dan Kontra

Meski merupakan aturan wajib yang harus dijalani oleh semua penduduk pria di Thailand. Wajib militer masih mendapatkan tentangan dari banyak pihak. Banyak yang menilai pemaksaan ini justru membuat rakyat menjadi menderita. Selain itu, banyak juga tentara yang berasal dari lotre ini di kirim ke kawasan selatan perbatasan di mana banyak sekali separatis bermukim.

Pro dan Kontra [image source]
Pro dan Kontra [image source]
Meski banyak yang menentang wajib  militer. Beberapa orang justru mendukung agenda ini. Alasannya sederhana saja, dengan mengikuti wajib militer mereka masih mendapatkan gaji bulanan, seorang pengangguran tentu akan senang. Selain itu, wajib militer juga disinyalir mengurangi jumlah kriminal di kawasan Thailand. Menjadi seorang anggota militer akan membuat pikiran mereka berubah dan tidak berpikir melakukan tindakan kejahatan.

Transgender Juga Harus Berjuang

Pada dasarnya semua pria meski dalam wujud wanita harus tetap menjalani prosesi lotre yang akan menyatakan apakah mereka lolos ke kamp militer atau tidak. Beberapa transgender mengaku ketakutan dengan prosesi ini. Mereka tidak mengkhawatirkan tentang latihan militer yang sangat keras namun perlakuan dari semua orang saat pelatihan.

Transgender [image source]
Transgender [image source]
Seperti yang telah diketahui bersama-sama, gender ketiga belum begitu bisa diterima dengan baik di mana saja, bahkan Thailand. Hal ini membuat para kathoey ini takut kalau nanti mereka akan di-bully hingga dilecehkan hanya lantaran perangan mereka yang lebih feminin dan tidak sama seperti pria kebanyakan.

Apa pun yang terjadi di Thailand, wajib militer tetap dilakukan setiap tahun. Mau pria dengan wujud pria atau pun pria dengan wujud wanita, selama masih menjadi warga Thailand, hal itu harus dilakukan sebagai wujud bela negara yang besar.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA