Wacana Kenaikan BBM

oleh didi
08:08 AM on Nov 4, 2014

Rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang akan dilaksanakan pemerintahan mendatang, memberikan ruang terbuka terjadinya praktek penguasaan ladang usaha stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) oleh milik asing.

Bahan bakar minyak dapat mendorong pertumbuhan ekonomi tahun depan. Alasannya, dana yang semula untuk subsidi BBM dapat digunakan pemerintah untuk mengembangkan pembangunan dalam negeri. Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said memastikan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tak akan ditunda. Sebab, sudah selama lima tahun terakhir anggaran subsidi BBM mencapai Rp 1.300 triliun, melebihi pengeluaran untuk kesejahteraan rakyat dan infrastruktur yang hanya Rp 1.000 triliun.

Baca Juga
6 Alasan Kenapa One Piece Nggak Pernah Bikin Penggemar Bosen Meski Sudah 20 Tahun
Inilah 4 Alasan Mengapa Profesi TKI Bisa Bikin Seseorang Jadi Kaya Mendadak

Rencana-kenaikan-bahan-bakar-minyak
Rencana-kenaikan-bahan-bakar-minyak

Namun menurut Sudirman, akibat besarnya subsidi yang digunakan untuk bahan bakar minyak ini, bantuan kepada masyarakat menjadi tidak tepat sasaran. Mestinya dana sebesar itu sudah bisa dimanfaatkan untuk pembangunan jalan tol, rumah sakit, irigasi, dan infrastruktur. Kendati demikian, ia menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panik. Meskipun ada rencana kenaikan harga, pasokan BBM subsidi di seluruh daerah dipastikan aman.  Beliau meminta kepada masyarakat tidak perlu mengantri untuk mengisi BBM subsidi jika pemerintah memutuskan kenaikan harga BBM subsidi kelak.

Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Jokowi dan Jusuf Kalla sepakat memutuskan kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi sebesar Rp 3.000 per liter pada November 2014. “Sudah diputuskan Jumat minggu lalu, akan dinaikkan Rp 3.000 per liter, Namun Presiden terpilih Joko Widodo membantah pernyataan penasihat Tim Transisi, Jenderal (Purnawirawan) Luhut Binsar Pandjaitan. Luhut menyatakan harga bahan bakar minyak akan naik sebesar Rp 3.000 per liter pada November 2014. Jokowi mengatakan belum memutuskan kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi. Ada sejumlah opsi yang sedang dikaji sebelum menaikkan harga BBM. Kenaikan harga juga bervariasi.

Dinaikkannya harga BBM akan mendorong pemerintah mencabut subsidi untuk dialihkan kepada sektor lain. Padahal dalam sejarahnya, salah satu alasan pemberian subsidi adalah untuk menekan perusahaan asing agar tidak menguasai sektor usaha SPBU. Pemberian subsidi minyak, tidak semuanya buruk. Salah satunya adalah membendung menjamurnya perusahaan minyak asing.

Luhut mengatakan langkah menaikkan harga BBM akan menambah defisit anggaran senilai Rp 27 triliun. Selain itu, pemerintah Jokowi dan Jusuf Kalla juga harus menanggung utang kekurangan bayar BBM subsidi sebesar Rp 46 triliun. Tanpa kenaikan ini, menurut Luhut, kas negara bisa minus Rp 72 triliun. Jika kenaikan tersebut dilakukan, maka dampaknya akan meluas. Dampak yang meluas, seperti kenaikan tarif angkutan umum hingga harga nasi rames. Kenaikan harga BBM akan memberikan dampak yang tersebar dan menyeluruh. Dampak yang paling dirasakan akan berada di kota besar lebih dahulu sampai ke kota-kota dipelosok daerah.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA