PETYA Ransomware, Virus Komputer Terganas Dunia Saat Ini yang Bikin WannaCry Nggak Ada Apa-Apanya

Bahkan KOMINFO sampai memperingatkan, mesti hati-hati

oleh Arief Dian
07:00 AM on Jun 30, 2017

Beberapa bulan yang lalu, dunia sempat digegerkan dengan sebuah serangan virus masiv bernama WannaCry. Tak selang lama, muncul lagi virus serupa yang bakal menghebohkan dunia. Sudah banyak negara yang jadi keganasan virus yang satu ini. Ribuan bahkan jutaan komputer sudah menjadi korbannya.

Ya, PETYA bisa dibilang yang paling virus yang paling canggih saat ini. Namun ternyata virus pendahulunya WannaCry juga turut andil dalam mengembangkannya hingga semuktahir saat ini. Jadi seganas apakah virus  PETYA ini dan adakah cara menanggulanginya? Simak ulasan berikut ini.

Baca Juga
Inilah 6 Bahaya Terselubung yang Jarang Disadari Para Pengguna Kuis Lucu di Facebook, Berhati-Hatilah!
Merasakan Sensasi Jaringan 4G Ngebut Ala Smartfren Lewat Serunya Acara #Amazingfren

Masih sepupu dengan  Ransomware WannaCry

petya [image source]
Siapa sangka ternyata virus yang akhir-akhir ini bikin heboh masyarakat dunia itu adalah masih “kerabat” dari Ransomware WannaCry. Pasalnya virus yang satu ini ternyata juga menggunakan program Ethernal Blue milik NSA. Program tersebut memang dulunya diciptakan untuk keperluan militer. Namun semenjak jatuh pada kelompok hacker Shadow Braker, program Eternal Blue ini menjadi barang pasaran, padahal potensinya sangat berbahaya. Akhirnya muncul jenis varian baru ransomware bernama PETYA ini.

Malah lebih ganas dari WannaCry

WannaCry [image source]
Tak sama dengan saudaranya, virus Ransomeware PETYA ini dinilai lebih ganas. Pasalnya, berbeda dengan WannaCry yang tidak menginfeksi computer yang sistemnya update, virus ini tidak pandang bulu dalam menyerang. Meskipun computer sudah diupdate dengan versi terbaru sekalipun, virus ini masih bisa menjangkitinya. Sasaran utama dari virus ini adalah computer administrator atau server, di mana dengan menjangkitinya, akan dengan mudah menyebar ke yang lainnya. Satu hal lagi yang membuat unik, virus ini bisa mengubah formatnya sendiri, sehingga sangat sulit dideteksi bahkan untuk antivirus paling update sekalipun. Ngeri deh kalau terjangkit virus yang satu ini.

Penyebaran sudah tidak bisa dihentikan

Lebih canggih [image source]
Ternyata sejak pada awal bulan Mei virus ini mulai menyebar. Namun baru akhir-akhir ini PETYA menjangkiti computer secara global. Sudah banyak negara-negara yang menjadi korban dari serangan cyber yang satu ini. Kecanggihan virus ini membuat pusing para tentara cyber, bahkan banyak yang mengaku menyerah dan akhirnya membayar uang pada para pengembang ransomware. Ini juga menjadi lampu merah bagi Indonesia. Apalagi Kominfo beberapa hari telah mengumumkan untuk waspada pada serangan virus yang satu ini.

Korban tidak pandang bulu

Banyak korban [image source]
Mungkin pada serangan WannaCry kemarin, kita bisa melihat pola penyerangan virus ini. Ya, kebanyakan menyerang sarana publik terlebih dahulu. Namun pada kasus virus PETYA ini, sepertinya pengembang tidak pandang bulu dalam melakukan serangannya. Sudah banyak yang menjadi korban, mulai dari Rusia, Ukraina dan negara besar yang lainnya. Dan kesemuanya, menyebar di berbagai sektor, mulai dari Komputer pribadi, industri, bahkan navigator pada kapal selam. Sampai saat ini belum ada yang bisa menangani PETYA dengan tuntas.

Hanya ada satu jalan untuk pencegahan

Peringatan resmi [image source]
Tidak ada jalan lain selain memback-up data-data penting yang ada di PC atau laptop. Seperti yang sudah dijelaskan, virus ini bahkan menginfeksi komputer yang sudah update sekalipun. Sebelum hal itu terjadi, sebaiknya data-data tersebut segera diamankan. Apalagi kalau ada salah satu komputer yang terjangkit virus ini, segera putuskan koneksi komputer agar tidak menyebar.  Karena lebih ganas dari WannaCry, pencegahan terhadap virus ini mesti harus diutamakan.

Menengok keganasan penerus WannaCry ini, kita perlu sangat hati-hati menanggulanginya. Apalagi virus ini dibilang lebih canggih tiga atau empat kali dibanding pendahulunya. Akan lebih baik kalau kita selalu membiasakan memback-up data, apalagi mengingat kondisi saat ini. Bukankah, mencegah lebih baik ketimbang mengobati?

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
BERITA LAINNYA
BERITA PILIHAN
BERITA TERKAIT
BACA JUGA