Indonesia dan 4 Negara dengan Upah Buruh Terendah di Dunia

oleh Halimah Halimah
09:25 AM on May 1, 2015

Kenaikan upah adalah sesuatu yang selalu dituntut para buruh dari tahun ke tahun. Tentu saja, karena mereka menginginkan kehidupan yang layak setelah bekerja begitu keras untuk perusahaan. Hal ini dianggap wajar dan memang terjadi dimana-mana.

Namun, kenaikan upah tidak terjadi semudah itu. Banyak proses negosiasi alot. Selain itu, masyarakat juga sering menilai bahwa buruh Indoesia terlalu “banyak minta”. Benarkah begitu? Ternyata tidak. Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan upah buruh paling rendah di dunia. Berikut Boombastis sajikan ulasan tentang negara yang memberikan upah rendah pada buruhnya.

Baca Juga
6 Efek Mengerikan Akibat Penggunaan Steroid untuk Membesarkan Otot, Cowok-Cowok Buka Mata Deh!
5 Alasan Mengapa Cewek Lebih Bahagia dengan Pria Bertampang Pas-Pasan, Alhamdulilah

1. Sierra Leone

Sierra Leone adalah negara kecil yang masih terus berusaha memperbaiki keadaan ekonomi negaranya. Negara ini menjadi negara dengan upah buruh termurah di dunia. Upah perjam di negaranya ini hanya 0,03 dollar per jam atau sekitar Rp.500- per jam. Perbulan, penghasilan rata-rata buruh di sana hanya sekitar Rp.70.000.

Buruh di Sierra Leone via Madisson Blu

Namun hal ini cukup sebanding dengan biaya hidup yang terjangkau. Harga air minum kemasan 10 liter berharga kurang dari Rp.10.000 dan sepotong roti harganya kurang dari Rp.300. Jadi, kecilnya pendapatan para buruh tidak terlalu menyusahkan mereka.

2. Afghanistan

Di negara yang masih ramai dengan konflik antar kelompok ini, upah buruh sangatlah rendah. Afganistan menempati peringkat ke tiga sebagai negara dengan upah minimum terendah di dunia. Upah perjam yang mereka dapat sekitar Rp.6.270.

Buruh Afghanistan via Areyana Group

Namun, biaya hidup di sini relatif rendah dibandingkan dengan negara-negara lain. Meski begitu, jumlah Upah Minimun itu dirasa masih belum memadai. Untuk sekarton susu cair dipatok harga sekitar Rp.7.000 dan makan di restoran murah bisa mencapai sekitar Rp.50.000

3. India

India adalah salah satu negara dengan penduduk paling banyak. Oleh karena itu banyak perusahaan besar tertarik untuk membuka pabrik di India. Selain itu, upah buruh di India juga relatif murah.

Buruh India via Wikipedia

Penghasilan per jam buruh di India adalah sekitar Rp.3.000. Sementara harga sewa apartemen bisa mencapai Rp.2.000.000 per bulan. Kebutuhan pokok seperti telur berharga sekitar Rp. 12.000/lusin.

4. Indonesia

Meski Indonesia dikenal sebagai negara yang cukup maju dibanding negara Asia Tenggara lainnya, namun dalam urusah upah buruh Indonesia masih terbelakang. Kita tertinggal jauh di bawah negara kecil seperti Filipina dan Vietnam.

Pekerja di Indonesia via Equal Justice Center

Buruh di Indonensia mendapat sekitar Rp.8.000 per jam sangat jauh dibanding buruh Vietnam yang mendapat sekitar Rp.35.000 per jam. Dan biaya hidup di Indonesia juga relatif mahal.

5. Kamboja

Dalam riset World Socialits, Kamboja menjadi salah satu negara dengan tingkat upah buruh paling rendah. Buruh di negara ini dihargai US$ 2,03 atau setara Rp 18.270 per hari. Dalam sebulan jika dihitung 30 maka buruh di Kamboja dapat upah Rp 548.000

Pekerja di Kamboja via Ethical Corp

Kamboja memang negara yang masih berjuang untuk menstabilkan keadaan negaranya. Selain banyaknya konflik sosial, negara ini memang masih tertinggal pembangunan ekonominya

Melihat perbandingan di atas, masihkah kita bisa mengatakan bahwa buruh Indonesia terlalu banyak menuntut? Apakah pendapatan buruh kita sudah sebanding dengan kerja keras mereka? Apakah kontrak kerja dan upah para buruh sudah adil?

Bagaimanapun, buruh adalah penggerak roda ekonomi kita. Investasi yang ditanamkan ke Indonesia tidak akan tumbuh subur jika kesejahteraan buruh tidak terpenuhi. Selamat Hari Buruh Sedunia. (HLH)

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA